BSI Catat Laba 2,2 Triliun Hingga Q1-2026

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 13 Mei 2026 22:35 WIB 8
BSI Catat Laba 2,2 Triliun Hingga Q1-2026

BSI mencatat laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun pada kuartal I-2026, meningkat 17,10% secara yoy.

DPK tumbuh 17,99% yoy menjadi Rp 377 triliun.

Kinerja didorong oleh infrastruktur digital, dengan BEYOND mencatat 6,5 juta pengguna.

Laba Didukung Digital

Laba bersih kuartal I-2026 mencapai Rp 2,2 triliun, naik 17,10% yoy.

Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan arus pembiayaan dan DPK perseroan.

Infrastruktur digital menjadi faktor kunci, dengan BEYOND mencatat 6,5 juta pengguna.

BEYOND telah menjadi ujung tombak ekosistem layanan BSI.

Anggoro Eko Cahyo menyebut pertumbuhan pengguna mencapai 79% sejak peluncuran.

Kehadiran BEYOND diiringi peningkatan akses layanan perbankan digital lainnya seperti ATM, EDC, dan QRIS.

Kinerja Aset & DPK

Total aset perseroan tumbuh 14,78% yoy menjadi Rp 460 triliun hingga kuartal I-2026.

Pertumbuhan aset sejalan dengan peningkatan DPK dan penyaluran pembiayaan.

Anggoro menekankan manajemen risiko tetap menjadi fokus utama perseroan.

Tabungan meningkat 20,18% yoy menjadi Rp 160 triliun.

Pembiayaan tumbuh 14,39% yoy menjadi Rp 329 triliun.

Pertumbuhan DPK turut mendongkrak kapasitas intermediasi perseroan.

Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan NPF Gross 1,8%.

Anggoro menilai kualitas kredit lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Kendali risiko menjadi pijakan untuk ekspansi kredit ke depan.

Kualitas Pembiayaan Stabil

NPF Gross BSI berada di 1,8% pada kuartal I-2026.

Angkanya lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Kualitas pembiayaan menjadi fokus utama manajemen.

Faktor-faktor penyangga kinerja tetap terjaga meski pertumbuhan pembiayaan tinggi.

Portofolio kredit diawasi ketat melalui kebijakan risiko yang diterapkan perseroan.

Kinerja ke depan diproyeksikan tetap positif seiring digitalisasi layanan.

BSI juga menggelar konferensi pers secara virtual pada 12 Mei 2026 untuk membahas kinerja terkini.

Pihak perusahaan menegaskan transparansi pelaporan keuangan kepada pemangku kepentingan.

Investor diundang untuk mengikuti paparan mengenai strategi ke depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!