BRI Gandeng Syailendra Capital Perluas Investasi Syariah

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 01 Juni 2026 15:57 WIB 4
BRI Gandeng Syailendra Capital Perluas Investasi Syariah

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi menjalin kerja sama strategis dengan Syailendra Capital untuk memperluas akses masyarakat terhadap investasi syariah. Kolaborasi ini diumumkan melalui acara Mutual Fund Distribution Signing Ceremony di Kantor Pusat BRI, Jakarta. Melalui kerja sama tersebut, nasabah dapat mengakses produk reksa dana syariah lewat BRImo dan kantor cabang BRI di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat layanan investasi bagi nasabah. BRI menilai sinergi dengan Syailendra Capital akan memperluas ekosistem wealth management sekaligus menghadirkan solusi keuangan yang lebih relevan. Dua produk unggulan yang ditawarkan adalah Syailendra Sharia Money Market Fund dan Syailendra Sharia Fixed Income Fund.

Kerja Sama BRI Syariah

Aris menyebut kemitraan ini dirancang untuk menghadirkan akses investasi reksa dana yang lebih mudah dijangkau dan terpercaya. Menurutnya, minat masyarakat terhadap produk berbasis syariah terus meningkat seiring berkembangnya kebutuhan investasi ritel. Karena itu, BRI memandang kerja sama dengan Syailendra Capital sebagai langkah yang tepat untuk menjawab permintaan pasar.

Kolaborasi tersebut memadukan kekuatan jaringan BRI yang luas dengan pengalaman Syailendra Capital sebagai manajer investasi besar di Indonesia. Dengan dukungan kanal digital dan jaringan cabang, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mulai berinvestasi. Skema ini juga dinilai mendukung perluasan inklusi keuangan di Tanah Air.

BRI menegaskan kerja sama ini bukan hanya soal penambahan produk, tetapi juga penguatan layanan investasi secara menyeluruh. Nasabah dapat memperoleh akses yang lebih praktis tanpa harus meninggalkan prinsip syariah dalam berinvestasi. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi BRI di segmen layanan keuangan terintegrasi.

Sinergi dengan Syailendra Capital diharapkan mampu menjangkau segmen ritel di berbagai daerah secara lebih merata. BRI melihat potensi besar dari masyarakat yang membutuhkan instrumen investasi dengan proses sederhana dan biaya terjangkau. Dengan pendekatan tersebut, akses ke investasi syariah diperkirakan semakin terbuka luas.

Produk Reksa Dana Syariah

Melalui kerja sama ini, masyarakat dapat mengakses dua produk unggulan Syailendra Capital, yakni Syailendra Sharia Money Market Fund dan Syailendra Sharia Fixed Income Fund. Kedua produk tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan investor dengan profil risiko yang berbeda. Keduanya juga mengusung prinsip syariah sebagai dasar pengelolaan portofolio.

Syailendra Sharia Money Market Fund atau SSMMF merupakan reksa dana pasar uang syariah dengan instrumen berupa pasar uang syariah dan obligasi syariah. Produk ini memiliki jangka waktu jatuh tempo di bawah satu tahun, sehingga cocok untuk kebutuhan dana jangka pendek. Karakteristiknya membuat SSMMF relatif likuid dan mudah dicairkan.

Per 30 April 2026, SSMMF mencatat imbal hasil satu tahun sebesar 4,99 persen. Produk ini juga dapat diakses dengan minimum investasi mulai dari Rp50 ribu. Dengan modal awal yang rendah, produk ini dinilai sesuai bagi investor pemula.

Bagi nasabah yang menginginkan penempatan dana jangka pendek dengan risiko relatif rendah, SSMMF menjadi alternatif yang menarik. Kombinasi likuiditas tinggi dan potensi imbal hasil kompetitif menjadi nilai tambah utama. Hal ini menjadikan produk tersebut relevan untuk kebutuhan perencanaan keuangan harian.

Fokus Pada Investor Ritel

Produk kedua yang ditawarkan adalah Syailendra Sharia Fixed Income Fund atau SSFIF. Reksa dana ini berfokus pada instrumen obligasi syariah, khususnya sukuk korporasi berperingkat layak investasi. Pengelolaannya dilakukan secara aktif dan selektif untuk menjaga kualitas portofolio.

SSFIF menggunakan strategi investasi pada sukuk korporasi dengan minimal peringkat A. Pendekatan tersebut bertujuan menjaga risiko kredit agar tetap relatif terkontrol. Selain itu, komposisi portofolionya didominasi instrumen dengan durasi relatif pendek.

Dengan struktur tersebut, kinerja SSFIF cenderung lebih stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku bunga maupun inflasi. Produk ini cocok bagi investor dengan profil risiko moderat yang mencari pertumbuhan investasi jangka menengah hingga panjang. Pada 30 April 2026, SSFIF mencatat imbal hasil satu tahun sebesar 7,58 persen.

Minimum investasi SSFIF ditetapkan mulai dari Rp10 ribu, sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat luas. Skema ini memberi peluang bagi investor ritel untuk mulai masuk ke instrumen pendapatan tetap syariah. BRI menilai pendekatan harga yang terjangkau akan membantu memperluas partisipasi masyarakat dalam investasi.

BRI Perkuat Layanan Wealth

BRI menilai kerja sama dengan Syailendra Capital akan memperkuat ekosistem layanan wealth management yang telah dibangun perseroan. Kehadiran produk reksa dana syariah di kanal BRImo dan cabang BRI diharapkan memberi pilihan investasi yang lebih lengkap. Dengan begitu, nasabah dapat menyesuaikan instrumen dengan tujuan keuangan masing-masing.

Perseroan juga melihat peluang besar dari meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi syariah. Dukungan jaringan BRI yang luas dinilai mampu mempercepat penetrasi produk ke berbagai lapisan masyarakat. Langkah ini sekaligus mendukung pemerataan akses layanan keuangan di daerah.

Selain memperluas akses, kerja sama ini diharapkan mendorong masyarakat lebih aktif dalam mengelola dana secara produktif. Produk yang mudah diakses dan sesuai prinsip syariah dinilai dapat meningkatkan kepercayaan nasabah. BRI percaya kolaborasi semacam ini akan memperkuat literasi investasi di Indonesia.

Aris menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa BRI ingin menghadirkan alternatif investasi syariah yang praktis dan terjangkau. Melalui sinergi dengan Syailendra Capital, perseroan optimistis layanan investasi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Pada akhirnya, kerja sama ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan industri reksa dana syariah nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!