Gelombang kritik terhadap Met Gala kembali mencuat menjelang perhelatan 2026 di Metropolitan Museum of Art, New York City, Amerika Serikat. Seruan boikot menguat setelah terungkap bahwa acara mode bergengsi itu didukung oleh Jeff Bezos dan istrinya, Lauren Sánchez Bezos, sebagai sponsor utama. Aksi penolakan tersebut muncul melalui poster-poster yang dipasang di sekitar area museum dan memuat pesan bernada protes terhadap keterlibatan pendiri Amazon itu.
Di antara pesan yang tersebar, tertulis ajakan seperti Bezos Met Gala: Brought to you by the firm that powers ICE dan Boycott the Bezos Met Gala. Pihak museum sebelumnya menyatakan penyelenggaraan Met Gala 2026 dimungkinkan berkat dukungan Bezos dan Sánchez Bezos, bersama donor lain seperti Condé Nast dan Saint Laurent. Keterlibatan itu memicu perdebatan baru tentang pengaruh kekayaan besar dalam panggung mode paling prestisius di dunia.
Boikot Met Gala Menguat
Sejumlah aktivis gerilya disebut memasang poster di berbagai titik dekat Metropolitan Museum of Art. Aksi itu dilakukan untuk menyoroti dukungan Jeff Bezos terhadap Met Gala 2026. Mereka menilai kehadiran sang miliarder dalam gelaran tersebut layak dipersoalkan.
Poster yang terpampang memuat seruan agar publik tidak menghadiri acara itu. Pesan tersebut dirancang untuk menarik perhatian pengunjung dan warga yang melintas di sekitar lokasi. Tujuannya adalah membangun tekanan publik terhadap penyelenggara.
Gelombang penolakan ini berkembang cepat di tengah sorotan besar terhadap acara mode tahunan tersebut. Met Gala selama ini dikenal sebagai ajang yang mempertemukan tokoh mode, hiburan, dan bisnis kelas atas. Karena itu, isu sponsor utama ikut menjadi perhatian luas.
Para pengkritik menilai boikot menjadi cara untuk menyuarakan keberatan terhadap sumber dana acara. Mereka berpendapat dukungan finansial dari tokoh teknologi seharusnya tidak lepas dari evaluasi publik. Dalam pandangan mereka, panggung mode tidak boleh dipisahkan dari konteks sosial yang melingkupinya.
Dukungan Bezos Disorot Publik
Pada November lalu, museum mengumumkan bahwa Met Gala tahun ini dimungkinkan berkat dukungan Bezos dan Sánchez Bezos. Keduanya disebut menjadi sponsor utama bersama donor lain. Pengumuman itu kemudian memicu sorotan tajam dari sejumlah pihak.
Laporan PageSix menyebut Bezos menyumbang sekitar US$ 10 juta atau hampir Rp 175 miliar untuk Costume Institute. Costume Institute merupakan divisi pameran fashion di The MET. Nilai donasi itu menegaskan besarnya kontribusi yang diberikan untuk gelaran tersebut.
Keterlibatan Bezos dinilai sebagian pihak sebagai upaya membeli pengaruh dalam ajang mode prestisius. Kritik itu menguat karena posisinya sebagai salah satu tokoh teknologi paling berpengaruh di dunia. Selain itu, statusnya sebagai pendiri Amazon turut menambah lapisan kontroversi.
Di tengah kontroversi tersebut, penyelenggara tetap menyiapkan agenda acara sesuai rencana. Dukungan besar dari donatur dan rumah mode tidak menghapus perdebatan yang berkembang di ruang publik. Sebaliknya, hal itu justru memperbesar perhatian terhadap Met Gala 2026.
Isu Amazon dan ICE
Salah satu poster bahkan menampilkan ilustrasi tabung gas air mata di karpet merah. Simbol itu merujuk pada tudingan terhadap Amazon yang dikaitkan dengan kebijakan ketenagakerjaan dan deportasi. Penggunaan ilustrasi tersebut mempertegas nada kritik yang disampaikan aktivis.
Poster itu juga menyebut perusahaan yang disebut mendukung ICE. ICE merujuk pada lembaga imigrasi dan penegakan bea cukai Amerika Serikat. Kaitan tersebut membuat pesan boikot terdengar lebih politis daripada sekadar kritik mode.
Sejumlah pihak menilai pesan semacam itu sengaja dipilih untuk mengguncang citra Met Gala. Acara yang identik dengan kemewahan itu kini ditempatkan dalam perdebatan soal etika sponsor. Isu ini pun merembet ke reputasi Bezos sebagai donor utama.
Hingga kini, kontroversi tersebut masih terus bergulir menjelang hari pelaksanaan. Publik menyoroti bagaimana sponsor besar dapat memengaruhi persepsi terhadap ajang budaya populer. Di sisi lain, museum tetap berada di bawah tekanan untuk menjaga citra acara.
Persiapan Tetap Berjalan
Meski penolakan menguat, persiapan di depan Metropolitan Museum of Art tetap terlihat berjalan. Area sekitar museum menjadi titik perhatian karena dipilih sebagai lokasi berlangsungnya Met Gala 2026. Pada Senin, 4 Mei 2026, para tamu undangan dijadwalkan memenuhi karpet merah acara itu.
Met Gala selama ini dikenal sebagai salah satu ajang fashion paling eksklusif di dunia. Kehadiran selebritas, desainer, dan tokoh bisnis selalu menjadi daya tarik utama. Namun, kontroversi sponsor kali ini memberi warna berbeda pada penyelenggaraan tahun depan.
Kritik terhadap Bezos menambah daftar panjang perdebatan yang kerap mengiringi Met Gala. Acara tersebut tidak hanya dinilai dari sisi busana, tetapi juga dari sumber pendanaan dan narasi sosial di baliknya. Karena itu, sorotan publik diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat.
Dengan munculnya seruan boikot, Met Gala 2026 sudah lebih dulu menjadi bahan perbincangan global. Publik menunggu apakah kritik ini akan berdampak pada antusiasme tamu dan citra acara. Yang jelas, hubungan antara mode, uang, dan pengaruh kembali menjadi pusat perhatian.
