Bisnis Laundry Indonesia Tumbuh Strategis pada 2025

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 29 Mei 2026 05:23 WIB 3
Bisnis Laundry Indonesia Tumbuh Strategis pada 2025

Sektor bisnis laundry atau penatu di Indonesia dinilai tengah berada pada momentum pertumbuhan yang strategis. Pandangan itu disampaikan CEO Apique Group, Apik Primadya, dalam paparannya pada Laundry Innovation Day 2025 di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).

Acara bertajuk Laundry Business Outlook 2026 itu menjadi ruang untuk membaca arah industri penatu ke depan, termasuk peluang ekspansi, perubahan perilaku konsumen, dan kebutuhan efisiensi usaha. Apik menilai pasar laundromat di Asia Tenggara bergerak cepat, seiring meningkatnya adopsi model self-service di berbagai negara.

Prospek Bisnis Laundry

Apik menjelaskan bahwa pasar penatu di Asia Tenggara mencatat pertumbuhan pesat dengan compound annual growth rate atau CAGR sebesar 9,1 persen untuk periode 2025-2030. Menurut dia, angka tersebut menunjukkan bahwa bisnis laundry masih memiliki ruang ekspansi yang besar.

Ia juga menyoroti perkembangan laundromat di kawasan Asia Pasifik yang telah mencapai 18.000 outlet pada 2024. Jumlah itu naik 60 persen dalam empat tahun terakhir, menandakan percepatan adopsi layanan mandiri.

Indonesia pun disebut menjadi salah satu negara dengan adopsi laundromat tertinggi di kawasan. Kondisi ini membuat pasar domestik dipandang semakin menarik bagi pelaku usaha yang ingin masuk ke segmen tersebut.

Strategi Green Ocean

Dalam pemaparannya, Apik menegaskan fokus bisnis laundry yang dijalankan perusahaannya melalui pendekatan green ocean strategy. Konsep ini menggabungkan inovasi bisnis dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Strategi tersebut menekankan kolaborasi, digitalisasi, dan efisiensi energi sebagai fondasi utama. Dengan pendekatan itu, bisnis laundry diharapkan tetap kompetitif tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.

Apik menyebut industri laundry perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar yang semakin sadar efisiensi dan dampak lingkungan. Karena itu, inovasi dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk bertahan dalam persaingan.

Acara Lebih Interaktif

Laundry Innovation Day with Expo Laundry 2025 digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2025. Tahun ini, penyelenggaraan acara dibuat berbeda karena dirancang lebih interaktif dibandingkan edisi sebelumnya.

Format baru tersebut memberi pengalaman yang lebih dekat antara pelaku usaha, pengunjung, dan penyedia solusi industri. Pendekatan ini juga dinilai memudahkan pertukaran informasi mengenai perkembangan teknologi dan model bisnis laundry.

Antusiasme peserta terlihat dari habisnya 300 tiket yang dijual dalam waktu satu bulan sebelum acara. Hal itu menunjukkan besarnya minat pasar terhadap prospek bisnis laundry di Indonesia.

Peluang Industri Ke Depan

Melihat tren yang ada, sektor laundry dinilai berpotensi terus berkembang seiring urbanisasi dan kebutuhan layanan praktis. Permintaan terhadap jasa penatu diperkirakan tetap stabil, terutama di kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi.

Di sisi lain, pelaku usaha dituntut lebih adaptif dalam mengelola biaya operasional dan pengalaman pelanggan. Digitalisasi layanan, efisiensi mesin, serta pengelolaan energi menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing.

Dengan kombinasi pertumbuhan pasar dan inovasi model usaha, industri laundry diperkirakan memasuki fase yang lebih matang. Peluang itu sekaligus membuka ruang bagi pemain baru yang mampu menghadirkan layanan efisien dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!