Daging dan Jeroan Kurban Sebaiknya Dipisahkan

Lifestyle Nadia Safira Putri 30 Mei 2026 03:19 WIB 3
Daging dan Jeroan Kurban Sebaiknya Dipisahkan

Hari Raya Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban dalam jumlah besar, sehingga penanganan yang praktis sering menjadi pilihan banyak orang. Namun, kebiasaan mencampur daging dan jeroan dalam satu wadah dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri pada bahan pangan.

Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementerian Pertanian, drh Ira Firgorita, menegaskan bahwa daging, jeroan merah, dan jeroan hijau sebaiknya dipisahkan sejak awal distribusi. Penanganan yang tepat dinilai penting agar kualitas dan keamanan daging kurban tetap terjaga sampai diterima masyarakat.

Daging Kurban Perlu Dipisah

Pemisahan daging dan jeroan perlu dilakukan sejak proses pembagian agar risiko kontaminasi silang dapat ditekan. Menurut drh Ira, wadah berbeda menjadi langkah sederhana yang efektif untuk menjaga kebersihan produk hewan.

Ia menjelaskan bahwa daging, jeroan merah, dan jeroan hijau idealnya tidak ditempatkan dalam kantong yang sama. Perlakuan ini membantu memastikan setiap bagian kurban ditangani sesuai karakteristiknya.

Langkah pemisahan juga memudahkan masyarakat saat menyimpan dan mengolah bahan pangan di rumah. Dengan cara ini, kualitas daging dapat lebih terjaga sebelum dimasak.

Risiko Jeroan Hijau Lebih Tinggi

Jeroan hijau adalah organ yang berhubungan langsung dengan sistem pencernaan hewan, seperti usus dan babat. Bagian ini lebih mudah terpapar bakteri karena bersentuhan dengan sisa makanan dan kotoran di dalam tubuh hewan.

Karena karakteristik itu, jeroan hijau memiliki tingkat risiko kontaminasi yang lebih tinggi dibanding daging biasa. Penanganannya pun membutuhkan perhatian lebih sejak dari proses pemotongan hingga distribusi.

Drh Ira menyarankan jeroan hijau direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada masyarakat. Proses ini dapat membantu menurunkan jumlah bakteri yang masih menempel di permukaan jeroan.

Pencucian Harus Dilakukan Hati-hati

Pencucian jeroan tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena air cucian dapat menyebarkan bakteri ke permukaan lain. Jika proses ini dilakukan di area yang sama dengan daging, kontaminasi silang bisa terjadi lebih mudah.

Oleh karena itu, pemisahan tempat cuci dan alat pemotong menjadi bagian penting dalam penanganan daging kurban. Kebersihan peralatan akan sangat berpengaruh terhadap keamanan pangan yang akan dikonsumsi.

Selain itu, masyarakat disarankan tidak mencampur jeroan dengan daging segar dalam satu wadah penyimpanan. Perlakuan tersebut dapat membuat daging yang semula bersih ikut terpapar bakteri dari jeroan.

Distribusi Aman Jaga Kualitas

Distribusi yang aman menjadi kunci agar daging kurban tetap layak konsumsi ketika diterima warga. Setiap tahapan, mulai dari pembagian, pencucian, hingga penyimpanan, perlu dilakukan dengan memperhatikan kebersihan.

Jika penanganan dilakukan dengan benar, risiko gangguan kesehatan akibat bakteri dapat ditekan. Hal ini penting karena daging kurban umumnya langsung diolah oleh masyarakat pada hari yang sama.

Masyarakat diimbau lebih cermat saat menerima dan menyimpan daging maupun jeroan kurban di rumah. Langkah sederhana seperti memisahkan wadah dapat memberi dampak besar terhadap keamanan pangan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!