Bisnis Laundry Indonesia Tumbuh Strategis Jelang 2026

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 02 Juni 2026 13:09 WIB 4
Bisnis Laundry Indonesia Tumbuh Strategis Jelang 2026

Sektor bisnis laundry atau penatu di Indonesia dinilai tengah berada pada momentum pertumbuhan yang strategis. Penilaian itu disampaikan CEO Apique Group, Apik Primadya, dalam paparannya pada Laundry Innovation Day 2025 di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).

Forum yang kembali digelar untuk kedua kalinya itu mengusung tema Laundry Business Outlook 2026. Dalam kesempatan tersebut, Apik menyoroti pertumbuhan pasar penatu di Asia Tenggara, perkembangan laundromat di kawasan Asia Pasifik, serta arah bisnis yang semakin menekankan inovasi dan keberlanjutan.

Prospek Bisnis Laundry

Apik menyebut pasar penatu di Asia Tenggara tumbuh pesat dengan compound annual growth rate atau CAGR sebesar 9,1 persen untuk periode 2025 hingga 2030. Angka tersebut menunjukkan bahwa permintaan layanan laundry masih memiliki ruang ekspansi yang besar.

Menurut dia, pertumbuhan itu didorong oleh perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang menuntut layanan cepat dan praktis. Kondisi ini membuat bisnis laundry semakin relevan, terutama di kawasan dengan mobilitas tinggi.

Ia menilai momentum tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha yang ingin masuk ke industri laundry. Namun, peluang itu tetap perlu disertai perhitungan model bisnis yang matang dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.

Dalam forum itu, Apik juga menegaskan bahwa perkembangan industri laundry tidak hanya bergantung pada pertumbuhan permintaan. Keberhasilan usaha juga ditentukan oleh kemampuan pelaku bisnis menjaga efisiensi operasional dan kualitas layanan.

Model laundromat atau self-service disebut telah mencapai 18.000 outlet di Asia Pasifik pada 2024. Jumlah itu naik 60 persen dalam empat tahun terakhir, menandakan adopsi layanan mandiri terus berkembang.

Indonesia pun disebut menjadi salah satu negara dengan adopsi laundromat tertinggi di kawasan. Negara ini bersaing dengan Thailand dan Singapura, yang sama-sama memiliki ekosistem laundry modern yang berkembang pesat.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa bisnis laundry tidak lagi dipandang sebagai usaha konvensional semata. Industri ini mulai bergerak ke arah layanan yang lebih terstruktur, berbasis teknologi, dan mudah diakses konsumen.

Apik menilai Indonesia masih memiliki ruang besar untuk memperluas model usaha tersebut. Potensi itu semakin kuat karena karakter masyarakat urban dinilai cocok dengan layanan laundry mandiri yang cepat dan efisien.

Dalam pemaparannya, Apik menjelaskan bahwa fokus bisnis laundry yang ia jalankan mengacu pada pendekatan green ocean strategy. Pendekatan ini menggabungkan inovasi bisnis dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Menurut dia, strategi tersebut penting agar usaha laundry tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek. Bisnis juga perlu memberi dampak positif melalui pemakaian sumber daya yang lebih bijak.

Pendekatan itu menekankan kolaborasi, digitalisasi, dan efisiensi energi sebagai fondasi utama. Dengan begitu, bisnis laundry diharapkan mampu tumbuh secara kompetitif sekaligus berkelanjutan.

Apik menilai keberlanjutan kini menjadi aspek yang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan usaha modern. Pelaku usaha yang mengabaikan faktor ini berisiko tertinggal dari perubahan preferensi pasar.

Acara Laundry Innovation Day with Expo Laundry 2025 digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2025. Berbeda dari konsep tahun sebelumnya, penyelenggaraan kali ini dibuat lebih interaktif untuk memperkuat pengalaman peserta.

Format baru tersebut mendorong antusiasme yang tinggi dari pengunjung dan pelaku industri. Panitia pun membatasi penjualan tiket sebanyak 300 lembar agar jalannya acara tetap efektif dan terkurasi.

Seluruh tiket tersebut habis terjual satu bulan sebelum acara dimulai. Kondisi itu menunjukkan besarnya minat terhadap perkembangan bisnis laundry dan prospeknya menuju 2026.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!