Bisnis Laundry Indonesia Masuki Fase Pertumbuhan Strategis

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 23 Mei 2026 05:09 WIB 7
Bisnis Laundry Indonesia Masuki Fase Pertumbuhan Strategis

Sektor bisnis laundry atau penatu di Indonesia dinilai berada pada momentum pertumbuhan yang strategis, seiring meningkatnya adopsi layanan modern di kawasan Asia Tenggara. Pandangan itu disampaikan CEO Apique Group, Apik Primadya, dalam Laundry Innovation Day 2025 yang digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2025.

Ajang yang untuk kedua kalinya digelar itu mengusung tema Laundry Business Outlook 2026, dengan pembahasan utama seputar arah industri, peluang pasar, dan strategi keberlanjutan. Apik menyebut pasar penatu di Asia Tenggara tumbuh pesat dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk atau compound annual growth rate sebesar 9,1 persen pada periode 2025-2030.

Peluang Bisnis Laundry

Apik menilai pertumbuhan industri laundry tidak lagi sekadar bertumpu pada layanan tradisional, melainkan juga pada perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kecepatan dan kemudahan. Kondisi itu membuka ruang besar bagi pelaku usaha untuk mengembangkan model layanan yang lebih modern dan terukur.

Menurut dia, model laundromat atau self-service telah mencapai 18.000 outlet di Asia Pasifik pada 2024. Angka tersebut naik 60 persen dalam empat tahun terakhir dan menunjukkan bahwa sektor ini memiliki daya tarik bisnis yang kuat.

Indonesia pun disebut menjadi salah satu negara dengan adopsi laundromat tertinggi di kawasan, bersaing dengan Thailand dan Singapura. Posisi itu menandakan pasar domestik semakin siap menerima inovasi layanan laundry yang lebih efisien dan praktis.

Strategi Hijau Laundry

Dalam pemaparannya, Apik juga menyoroti pendekatan green ocean strategy yang kini menjadi fokus bisnis laundry yang ia jalankan. Strategi tersebut memadukan inovasi usaha dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Ia menegaskan, industri laundry perlu bergerak dari persaingan harga semata menuju model bisnis yang memberi nilai tambah jangka panjang. Karena itu, aspek keberlanjutan dinilai harus menjadi bagian dari strategi utama, bukan sekadar pelengkap.

Pendekatan ini mendorong pelaku usaha untuk mempertimbangkan dampak operasional terhadap lingkungan sejak awal. Dengan begitu, bisnis dapat tumbuh tanpa mengabaikan efisiensi dan tanggung jawab sosial.

Digitalisasi dan Efisiensi

Apik menjelaskan, strategi tersebut menekankan kolaborasi, digitalisasi, dan efisiensi energi sebagai fondasi utama pengembangan bisnis. Ketiga elemen itu dianggap penting untuk menjaga daya saing di tengah perubahan pasar yang cepat.

Digitalisasi memungkinkan operasional berjalan lebih rapi, mulai dari pemesanan hingga pengelolaan layanan. Sementara itu, efisiensi energi membantu menekan biaya sekaligus mendukung target keberlanjutan usaha.

Ia menambahkan, bisnis laundry yang mampu menggabungkan inovasi dan pengelolaan yang disiplin akan memiliki peluang bertahan lebih besar. Dalam jangka panjang, model seperti ini dinilai lebih relevan bagi konsumen dan investor.

Antusiasme Laundry Innovation Day

Acara Laundry Innovation Day with Expo Laundry 2025 disebut tampil lebih interaktif dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Format baru ini membuat peserta dapat memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan tren dan praktik industri terkini.

Panitia juga membatasi penjualan tiket hanya 300 lembar, dan seluruh tiket habis terjual satu bulan sebelum acara berlangsung. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat pelaku usaha terhadap perkembangan sektor laundry di Indonesia.

Apik menutup paparannya dengan menegaskan bahwa industri laundry masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Dengan strategi yang tepat, sektor ini berpeluang menjadi bisnis yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!