Irfan Hakim kembali menjalankan bisnis penjualan hewan kurban pada tahun ini, dan ia mengaku hasilnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Perkembangan itu disampaikan saat ia berbicara mengenai penjualan sapi dan kambing kurban yang terus mendapat kepercayaan dari pelanggan. Di antara pembeli tahun ini, terdapat nama Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat, serta beberapa pesohor. Irfan menuturkan kabar itu di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut Irfan, meningkatnya minat masyarakat terhadap hewan kurban di tempatnya menjadi tanda bahwa jaringan pelanggannya semakin kuat. Ia menyebut kepercayaan pelanggan lama ikut mendorong lonjakan transaksi pada musim kurban kali ini. Bahkan, beberapa pembeli datang dari kalangan publik figur yang sudah berlangganan sejak tahun lalu. Kondisi tersebut membuat bisnis kurban yang dijalankannya terasa semakin berkembang dari waktu ke waktu.
Bisnis Kurban Irfan Hakim
Irfan mengaku bersyukur karena usaha penjualan hewan kurban yang dijalankannya mendapat sambutan positif. Ia menilai kepercayaan pelanggan menjadi modal utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis tersebut. Nama Presiden Prabowo Subianto disebut menjadi salah satu pembeli hewan kurban di tempatnya tahun ini. Irfan juga menyebut adanya kerbau India berukuran besar yang dipilih untuk kurban.
Meski demikian, Irfan belum mengetahui bobot pasti kerbau milik Presiden Prabowo tersebut. Ia hanya memastikan bahwa hewan itu memiliki ukuran yang sangat besar dan layak untuk kurban. Saat diminta menjelaskan lebih lanjut, Irfan menegaskan bahwa kerbau tersebut memang terlihat berbeda dari hewan kurban pada umumnya. Menurut dia, ukuran yang besar menjadi salah satu daya tarik utama bagi pembeli tertentu.
Selain Presiden Prabowo, Irfan menyebut beberapa nama lain yang ikut menjadi pelanggannya tahun ini. Raffi Ahmad dan Maia Estianty termasuk di antara figur publik yang mempercayakan pembelian hewan kurban kepadanya. Ia juga menyinggung kehadiran Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya yang sempat melintas di lokasi. Irfan menilai daftar pelanggan yang semakin beragam menunjukkan bisnisnya diterima luas.
Irfan menambahkan, beberapa pelanggan tersebut sebenarnya sudah membeli hewan kurban darinya sejak tahun lalu. Hal itu membuat hubungan bisnis yang terjalin terasa lebih berkelanjutan dan tidak hanya musiman. Ia menyebut pertumbuhan pelanggan baru terjadi bersamaan dengan bertahannya pelanggan lama. Bagi Irfan, kondisi itu menjadi alasan ia bersyukur atas perkembangan usaha yang dijalaninya.
Pelanggan Lama Semakin Bertambah
Kehadiran pelanggan lama disebut Irfan sebagai salah satu penopang utama dalam bisnis kurban miliknya. Ia menilai kepercayaan yang dibangun sejak tahun sebelumnya membuat transaksi berjalan lebih lancar. Pelanggan yang puas cenderung kembali membeli hewan kurban pada musim berikutnya. Pola itu, menurut dia, membantu menjaga kestabilan usaha di tengah persaingan yang ketat.
Di sisi lain, masuknya nama-nama besar juga memberi perhatian lebih terhadap bisnis yang dikelolanya. Meski begitu, Irfan menegaskan bahwa setiap pelanggan mendapat pelayanan yang sama tanpa membedakan status sosial. Ia ingin usaha kurbannya tetap mengutamakan kualitas hewan dan kepercayaan konsumen. Prinsip itu menjadi dasar mengapa pelanggan lama merasa nyaman untuk kembali membeli.
Popularitas Irfan sebagai figur publik juga diyakini ikut membantu memperluas jangkauan usahanya. Namun, ia tampak memilih untuk menonjolkan aspek kepercayaan ketimbang sorotan media. Menurut dia, reputasi bisnis dibangun dari konsistensi pelayanan dan kualitas hewan kurban. Karena itu, pertumbuhan pelanggan dianggap sebagai hasil dari kerja panjang yang dijaga setiap tahun.
Dengan tren penjualan yang meningkat, Irfan melihat musim kurban tahun ini sebagai periode yang menggembirakan. Ia bahkan menyebut ada sapi dengan bobot mendekati satu ton di daftar hewan yang dijual. Fakta tersebut menunjukkan usaha yang dijalankannya memiliki variasi hewan dengan ukuran besar. Bagi Irfan, capaian itu menjadi bukti bahwa bisnis kurban masih punya peluang besar untuk berkembang.
Kerbau Besar Jadi Sorotan
Kerbau India yang dibeli Presiden Prabowo menjadi salah satu hewan kurban yang paling menyita perhatian. Irfan menyebut hewan tersebut berukuran sangat besar dan tampak mencolok dibandingkan hewan lain. Ia belum menyebut angka pasti bobotnya, tetapi mengakui ukurannya memang luar biasa. Hal itu membuat kerbau tersebut menjadi pembicaraan tersendiri di tengah musim kurban.
Menurut Irfan, ukuran hewan kurban sering kali menjadi pertimbangan bagi pembeli yang menginginkan hewan dengan tampilan istimewa. Kerbau besar seperti milik Presiden Prabowo dinilai memiliki nilai tambah dari sisi visual dan kesan. Meski demikian, kualitas dan kesehatan hewan tetap menjadi prioritas utama. Ia menegaskan bahwa setiap hewan yang dijual harus memenuhi standar kelayakan kurban.
Sapaan singkat Irfan saat menjelaskan bobot sapi dan kerbau menunjukkan ia lebih fokus pada pengalaman penjualan. Ia memilih menyampaikan informasi yang pasti ketimbang berspekulasi soal ukuran hewan. Sikap itu menunjukkan kehati-hatian dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Dalam bisnis seperti ini, ketepatan informasi menjadi bagian penting dari pelayanan.
Momentum meningkatnya penjualan hewan kurban tahun ini membuat usaha Irfan kembali mendapat perhatian publik. Kehadiran pelanggan dari kalangan pejabat dan selebritas menambah sorotan terhadap bisnis yang dijalankannya. Di saat yang sama, pelanggan lama yang tetap setia menunjukkan adanya hubungan jangka panjang. Kombinasi itu membuat bisnis kurban Irfan tampak semakin mapan dan berkembang.
Kepercayaan Jadi Kunci Usaha
Irfan menegaskan bahwa kepercayaan pelanggan adalah aset terpenting dalam bisnis hewan kurban. Tanpa kepercayaan, menurut dia, penjualan tidak akan bertahan dari tahun ke tahun. Karena itu, ia berusaha menjaga kualitas hewan serta layanan kepada setiap pembeli. Pendekatan tersebut membuat pelanggan merasa aman saat memilih hewan kurban darinya.
Pertumbuhan bisnis yang ia alami juga memperlihatkan bahwa pasar hewan kurban masih sangat dinamis. Permintaan dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga pejabat, menunjukkan adanya kebutuhan yang terus berjalan. Dalam situasi seperti ini, reputasi penjual menjadi faktor penentu utama. Irfan tampaknya memahami betul bahwa kepercayaan lebih penting daripada sekadar popularitas.
Dengan pelanggan yang semakin banyak, Irfan mengaku bersyukur atas rezeki yang datang pada musim kurban tahun ini. Ia melihat pencapaian tersebut sebagai buah dari hubungan baik dengan para pembeli sebelumnya. Nama-nama besar memang menarik perhatian, tetapi pelanggan setia tetap menjadi fondasi usaha. Hal itu membuat bisnisnya tidak hanya ramai sesaat, melainkan tumbuh secara berkelanjutan.
Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap hewan kurban, Irfan tampak optimistis menjalankan usahanya. Ia berharap kepercayaan yang sudah terbentuk dapat terus terjaga pada tahun-tahun berikutnya. Jika tren ini berlanjut, bisnis kurban miliknya berpeluang semakin kuat di masa mendatang. Bagi Irfan, keberhasilan terbesar tetap datang dari kepuasan pelanggan yang kembali membeli.
