Benarkah Suplemen Kolagen Bikin Kulit Lebih Muda?

Lifestyle Clara Monica 21 Mei 2026 18:56 WIB 7
Benarkah Suplemen Kolagen Bikin Kulit Lebih Muda?

Suplemen kolagen tengah menjadi perbincangan di industri kecantikan karena diklaim dapat membuat kulit tampak lebih muda, segar, halus, dan glowing. Popularitasnya terus meningkat seiring banyaknya konsumen yang mencari cara praktis untuk menjaga penampilan kulit.

Secara global, diperkirakan sekitar 60 juta orang mengonsumsi kolagen setiap hari, dan pasar suplemen ini diproyeksikan mencapai 2,6 miliar dolar AS pada 2025. Di tengah tren tersebut, para dokter kulit menilai manfaat kolagen memang ada, tetapi tidak sesederhana janji pemasaran yang beredar.

Klaim dan Fakta

Kolagen dijual dalam berbagai bentuk, mulai dari pil, bubuk seduh, hingga permen jeli yang kenyal. Produk ini dipasarkan dengan janji membantu kulit terlihat lebih kenyal dan awet muda.

Namun, sejumlah studi sebelumnya menunjukkan bahwa suplemen, termasuk kolagen, tidak selalu efektif bagi semua orang. Sebagian peneliti bahkan menilai produk tersebut sering dianggap kurang sebanding dengan harganya yang relatif mahal.

Salah satu penelitian yang sering dikutip adalah studi Johns Hopkins University pada 2013 berjudul Enough is Enough: Stop Wasting Money on Vitamin and Mineral Supplements. Meski begitu, bukti terbaru mulai memberi gambaran yang lebih berimbang mengenai potensi kolagen.

Temuan Penelitian

Tinjauan terhadap 113 uji klinis menunjukkan bahwa konsumsi kolagen secara rutin dan konsisten dapat memberikan efek positif bagi kesehatan kulit, sistem muskuloskeletal, dan mulut. Hasil ini membuat perdebatan soal manfaat kolagen kembali menguat.

Mona Gohara, dokter kulit sekaligus profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine, menyebut tinjauan tersebut sebagai salah satu yang paling komprehensif. Menurutnya, kolagen tampak memberikan peningkatan kecil namun konsisten pada hidrasi dan elastisitas kulit.

Hadley King, dokter kulit bersertifikasi asal New York City, juga menilai bukti yang ada menunjukkan potensi manfaat yang cukup beragam. Meski demikian, ia menegaskan kolagen bukan obat dan tetap membutuhkan dasar ilmiah yang lebih kuat.

Catatan Para Dokter

Daniel Belkin, dokter kulit lain dari New York City, mengaku kini lebih percaya diri merekomendasikan kolagen kepada pasien setelah membaca tinjauan tersebut. Sikap ini menunjukkan bahwa sebagian praktisi mulai melihat kolagen dengan sudut pandang yang lebih positif.

Meski demikian, para dokter tetap mengingatkan bahwa hasil studi yang tersedia belum sepenuhnya konsisten. Kualitas analisis yang belum merata juga membuat kemungkinan bias masih perlu diwaspadai.

Dr. Gohara menambahkan, tinjauan terbaru itu tidak menunjukkan kolagen mampu secara signifikan mengurangi kerutan halus yang justru menjadi alasan utama banyak orang mengonsumsinya. Menurutnya, manfaat yang paling jelas justru ada pada skin barrier dan hidrasi kulit.

Cara Konsumsi Bijak

Dr. King menekankan pentingnya berkonsultasi dengan dokter kulit tepercaya sebelum mulai mengonsumsi suplemen kolagen. Jika ingin membeli produk tertentu, pilihlah yang memiliki bukti ilmiah memadai dan gunakan secara teratur sesuai anjuran.

Ia juga mengingatkan bahwa suplemen hanya berfungsi sebagai pendukung, bukan pengganti perawatan kulit yang menyeluruh. Upaya pencegahan tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Penggunaan sunscreen dan retinoid, misalnya, dinilai lebih penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV berlebih. Rutinitas perawatan yang konsisten juga membantu mengatasi penuaan dini akibat perubahan hormon dan gaya hidup yang kurang sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!