BEI Optimistis IHSG Menguat Usai Pidato Ekonomi Prabowo

Forex & Saham Gilang Nabaris 24 Mei 2026 00:33 WIB 4
BEI Optimistis IHSG Menguat Usai Pidato Ekonomi Prabowo

Penjabat sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menanggapi optimistis pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu, 20 Mei 2026. Dalam pidato itu, Prabowo memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027. Menurut Jeffrey, arah kebijakan tersebut memberi sinyal positif bagi pasar modal dan perekonomian nasional. Ia menilai prospek ekonomi yang kuat dapat menjadi dorongan bagi kinerja saham di bursa.

Jeffrey menyampaikan keyakinan itu di Gedung BEI, Jakarta Selatan, pada hari yang sama. Ia menilai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi akan meningkatkan optimisme investasi domestik. Saat ini, IHSG tercatat memangkas koreksi menjadi 0,60 persen ke level 6.332,17. Sebelumnya, indeks sempat melemah hingga 2,25 persen ke level 6.227,41 sekitar pukul 11.19 WIB.

Prospek IHSG Menguat

Jeffrey menilai pertumbuhan ekonomi yang positif berpeluang menopang kinerja IHSG. Ia melihat pasar akan merespons lebih baik bila iklim usaha dan investasi semakin mudah. Optimisme tersebut muncul seiring arah kebijakan fiskal yang dinilai memberi kepastian bagi pelaku usaha. Dalam pandangannya, pasar modal cenderung bergerak sejalan dengan perbaikan fundamental ekonomi.

Menurut Jeffrey, pasar saham membutuhkan sinyal yang konsisten dari pemerintah. Ketika pertumbuhan ekonomi terjaga, minat investor domestik biasanya ikut membaik. Kondisi itu dinilai dapat memperkuat transaksi di Bursa Efek Indonesia. Ia juga menyebut stabilitas kebijakan menjadi faktor penting bagi kepercayaan pasar.

Ia menambahkan bahwa IHSG memiliki ruang untuk tumbuh bila sentimen makro tetap mendukung. Pemangkasan koreksi indeks pada perdagangan hari itu dianggap sebagai tanda pemulihan. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika global. Volatilitas eksternal masih dapat memengaruhi pergerakan saham di dalam negeri.

Target Ekonomi Pemerintah

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menetapkan sejumlah sasaran ekonomi untuk tahun anggaran 2027. Target utama yang disorot mencakup pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan nilai tukar rupiah. Pemerintah juga menyiapkan proyeksi untuk harga minyak, lifting minyak bumi, dan lifting gas bumi. Arah kebijakan itu disebut sebagai dasar penyusunan fiskal dan moneter tahun depan.

Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027. Inflasi dipatok di rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen. Untuk nilai tukar rupiah, pemerintah menargetkan berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Adapun tingkat bunga SUN 10 tahun diproyeksikan berada di rentang 6,5 persen hingga 7,3 persen.

Selain itu, pemerintah menargetkan harga minyak mentah Indonesia atau ICP di kisaran US$70 hingga US$95 per barel. Lifting minyak bumi dipatok 602.000 hingga 615.000 barel per hari. Sementara lifting gas bumi ditargetkan 934.000 hingga 977 ribu barel setara minyak per hari. Seluruh target tersebut menjadi bagian dari kerangka kebijakan yang disampaikan di DPR.

Sinyal Bagi Investor

Jeffrey menilai target pertumbuhan yang lebih tinggi dapat menjadi sinyal penting bagi investor. Ia menyebut pasar akan melihat kemampuan pemerintah menjaga momentum ekonomi secara berkelanjutan. Kepastian mengenai arah fiskal dan moneter menjadi faktor yang diperhitungkan pelaku pasar. Dengan demikian, sentimen positif berpotensi mengalir ke saham-saham domestik.

Ia juga menyoroti pentingnya kemudahan berusaha dan investasi bagi penguatan pasar. Menurutnya, iklim usaha yang lebih baik akan mendorong partisipasi investor. Di sisi lain, stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi perhatian utama. Pasar membutuhkan kepastian agar keputusan investasi dapat dilakukan dengan lebih percaya diri.

Dalam pembacaan BEI, prospek ekonomi yang sehat biasanya sejalan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan saham. Ketika pelaku usaha memperkirakan permintaan tumbuh, emiten cenderung mendapat ruang ekspansi. Kondisi tersebut dapat memperbaiki ekspektasi laba dan valuasi pasar. Karena itu, kebijakan ekonomi pemerintah menjadi perhatian besar di bursa.

Dampak Ke Pasar

Pergerakan IHSG pada hari itu menunjukkan respons yang cukup cepat terhadap sentimen makro. Setelah sempat tertekan lebih dalam, indeks berhasil memperkecil pelemahan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya minat beli pada sejumlah saham pilihan. Sentimen dari pidato presiden ikut memberi dukungan bagi pemulihan pasar.

Di sisi lain, stabilitas rupiah tetap menjadi variabel penting bagi pasar saham. Nilai tukar yang terjaga dapat membantu perencanaan bisnis dan menekan risiko biaya impor. Hal itu juga memberi ruang bagi emiten yang memiliki eksposur valuta asing. Karena itu, target kurs yang disampaikan pemerintah menjadi perhatian investor.

BEI menilai kombinasi pertumbuhan ekonomi, inflasi terkendali, dan kebijakan yang konsisten akan memperkuat pasar modal. Jeffrey menegaskan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional masih terjaga. Ia berharap target pemerintah dapat diwujudkan melalui implementasi kebijakan yang disiplin. Dengan fondasi yang kuat, IHSG dinilai memiliki peluang untuk bergerak lebih sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!