BEI Dorong Perusahaan Ekraf Milik Artis Masuk Bursa Lewat IPO

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 01 Juni 2026 10:20 WIB 12
BEI Dorong Perusahaan Ekraf Milik Artis Masuk Bursa Lewat IPO

Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan di sektor ekonomi kreatif, termasuk yang dimiliki artis dan influencer, untuk melantai di bursa melalui initial public offering atau IPO. Dorongan ini disampaikan seiring langkah BEI memperkuat komunikasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif agar calon emiten lebih siap memenuhi ketentuan pasar modal.

Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan kerja sama tersebut dibuka untuk saling bertukar informasi, sehingga bursa dapat memahami prospek dan struktur bisnis industri kreatif. Menurut dia, pendekatan ini juga bertujuan membantu pelaku ekraf mempersiapkan mekanisme IPO secara lebih matang.

IPO Ekraf Jadi Fokus BEI

Jeffrey menyebut pembahasan dengan Menteri Ekraf telah dilakukan untuk menjajaki ruang kerja sama yang lebih erat. Melalui pertukaran informasi, BEI ingin memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai karakter bisnis di sektor kreatif.

Ia menilai sektor ekraf memiliki potensi yang menarik untuk masuk ke pasar modal, selama perusahaan mampu menyiapkan tata kelola dan struktur usaha dengan baik. Karena itu, BEI mendorong pelaku industri kreatif untuk mulai memahami regulasi yang berlaku bagi perusahaan tercatat.

Jeffrey juga menegaskan bahwa kesempatan belajar di bursa terbuka bagi berbagai kalangan, termasuk artis dan pelajar. Menurut dia, siapa pun yang tertarik dengan ekosistem pasar modal dipersilakan datang dan mempelajari proses pencatatan saham.

Persiapan Calon Emiten Kreatif

BEI menilai calon perusahaan dari sektor ekraf perlu menyiapkan diri sejak awal sebelum masuk ke tahapan IPO. Persiapan itu mencakup pemahaman regulasi, struktur bisnis, hingga kesiapan laporan keuangan yang sesuai ketentuan.

Langkah tersebut dinilai penting agar proses pencatatan saham dapat berjalan lebih lancar dan memenuhi standar yang ditetapkan bursa. Dengan persiapan yang memadai, perusahaan kreatif berpeluang menarik minat investor yang mencari sektor pertumbuhan baru.

BEI berharap komunikasi dengan Kementerian Ekraf dapat menjadi jembatan bagi pelaku usaha kreatif yang ingin mengakses pendanaan publik. Sinergi ini juga diharapkan memperluas literasi pasar modal di kalangan industri kreatif.

Antrean IPO Ekraf Mencuat

Sebelumnya, BEI mengonfirmasi adanya rencana IPO dari sektor ekraf, tepatnya pada subsektor entertainment. Calon perusahaan tercatat tersebut disebut memiliki aset yang besar dan masuk dalam antrean IPO dengan nilai penghimpunan dana yang menonjol.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan bahwa perusahaan itu juga mengelola kebun binatang. Menurut dia, potensi penghimpunan dana dari perusahaan tersebut menjadi yang terbesar dibanding calon emiten lain dalam daftar antrean saat ini.

Nyoman menjelaskan, bisnis yang dimaksud bukanlah rumah produksi, melainkan usaha hiburan yang dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat. Ia menilai model bisnis seperti itu memiliki daya tarik tersendiri karena bersifat nyata dan mudah dipahami publik.

Pasar Modal Buka Pintu Lebar

BEI menegaskan bahwa pasar modal terbuka untuk berbagai jenis perusahaan yang memenuhi persyaratan, termasuk dari industri kreatif. Bursa menilai keberagaman sektor emiten dapat memperkaya pilihan investasi sekaligus memperluas basis investor.

Dengan kerja sama bersama Kementerian Ekraf, BEI berharap semakin banyak pelaku usaha kreatif yang memahami manfaat pendanaan melalui bursa. Langkah ini dinilai dapat membantu ekspansi bisnis tanpa bergantung penuh pada pembiayaan konvensional.

Di sisi lain, kehadiran emiten dari sektor ekraf juga diharapkan memberi warna baru bagi pasar modal Indonesia. Jika minat dan kesiapan perusahaan terus meningkat, IPO dari sektor kreatif berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan pencatatan saham di masa mendatang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!