Komedian Bedu mengaku masih belum ingin terburu-buru mencari pendamping baru setelah enam bulan menyandang status duda. Pernyataan itu ia sampaikan saat menjadi bintang tamu dalam program Brownis pada Sabtu, 30 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menanggapi pertanyaan soal kedekatannya dengan perempuan.
Bedu menegaskan dirinya saat ini lebih memilih berteman ketimbang menjalin hubungan baru. Ia mengatakan langkah itu bukan karena trauma, melainkan karena merasa perlu lebih sadar diri. Menurutnya, situasi yang sedang dihadapi membuatnya berpikir ulang sebelum membuka hati lagi.
Bedu dan Sikap Sadar Diri
Bedu menilai keadaan hidupnya saat ini tidak sederhana untuk kembali membangun hubungan asmara. Ia merasa tidak mudah menemukan perempuan yang tulus dan setia dalam kondisi seperti sekarang. Karena itu, ia memilih bersikap tenang dan tidak memaksakan diri.
Ia menekankan bahwa keputusannya bukan bentuk penolakan terhadap hubungan baru. Bedu hanya ingin lebih realistis dalam melihat kemungkinan yang ada. Sikap itu, menurutnya, lebih aman daripada memulai sesuatu tanpa kesiapan yang matang.
Dalam penuturannya, Bedu terdengar jujur saat membahas proses pemulihan setelah berpisah. Ia tidak ingin terlihat tergesa-gesa hanya demi menghindari kesepian. Bagi dia, kejujuran pada diri sendiri jauh lebih penting saat ini.
Meski begitu, Bedu tidak menutup kemungkinan untuk membuka hati di masa depan. Ia hanya belum merasa waktunya tepat untuk melangkah ke arah itu. Saat ini, fokus utamanya adalah menjaga diri dan menata kehidupan pribadinya.
Harapan Anak Anak Bedu
Bedu juga bercerita soal permintaan anak-anaknya mengenai sosok ibu sambung. Ia mengatakan anak-anaknya memiliki syarat khusus jika dirinya ingin menikah lagi. Syarat itu, menurut dia, cukup membuatnya berpikir keras.
Ia menyebut anak-anaknya menginginkan calon pendamping yang lebih cantik dari ibunya. Jika syarat itu tidak terpenuhi, mereka disebut belum mau menerima. Candaan itu ia sampaikan dengan nada ringan, namun tetap menunjukkan kedekatannya dengan anak-anak.
Bedu lalu berseloroh soal tantangan mencari sosok yang memenuhi harapan tersebut. Ia mempertanyakan apakah ada perempuan yang lebih cantik dari mantan istrinya dan bersedia menerima dirinya. Ucapan itu membuat suasana wawancara terasa santai dan penuh tawa.
Di balik gurauan itu, Bedu tampak memahami bahwa anak-anaknya masih memerlukan penyesuaian. Ia tidak ingin mengambil keputusan hanya berdasarkan keinginan sesaat. Baginya, kenyamanan keluarga tetap menjadi pertimbangan utama.
Pengalaman Panjang Tanpa PDKT
Bedu mengakui sudah lama tidak dekat dengan perempuan selain mantan istrinya. Ia menyebut selama 15 tahun terakhir hidupnya nyaris hanya diisi hubungan bersama sang istri. Kondisi itu membuatnya merasa lupa bagaimana memulai pendekatan.
Ia mengatakan proses pdkt selama ini biasanya membutuhkan tenaga, pikiran, dan perhatian khusus. Bedu merasa kebiasaan itu sudah lama tidak ia lakukan. Akibatnya, ia kini tidak lagi percaya diri untuk mengulang cara yang sama.
Menurut dia, keterbatasan pengalaman tersebut membuat langkahnya terasa berat. Ia tidak ingin tampil memaksakan diri saat berhadapan dengan perempuan baru. Karena itu, ia memilih untuk lebih banyak berteman terlebih dahulu.
Bedu menegaskan dirinya belum berani melangkah terlalu jauh dalam urusan hati. Ia ingin menjalani semuanya secara natural tanpa tekanan. Cara itu, baginya, lebih sesuai dengan kondisi yang sedang dijalani sekarang.
Fokus Bedu Saat Ini
Di tengah status barunya sebagai duda, Bedu memilih menjaga keseimbangan hidup. Ia tidak ingin keputusan personal dibuat hanya karena dorongan dari luar. Pilihannya untuk menunda pasangan baru lahir dari pertimbangan yang ia nilai paling masuk akal.
Pernyataannya menunjukkan bahwa ia sedang menata ulang banyak hal dalam hidup. Bedu tampak ingin memastikan dirinya benar-benar siap sebelum membuka babak baru. Sikap itu membuat jawabannya terasa dewasa dan tidak berlebihan.
Ia juga tidak menampilkan diri sebagai orang yang kecewa berlarut-larut. Sebaliknya, Bedu justru terlihat mencoba menerima keadaan dengan santai. Candaan yang ia lontarkan menjadi cara untuk menjaga suasana tetap ringan.
Meski belum mencari pendamping, Bedu tetap memberi sinyal bahwa ia tidak menutup pintu sepenuhnya. Hanya saja, untuk saat ini, ia memilih berjalan pelan dan melihat keadaan. Keputusan itu menjadi cerminan sikap realistis seorang komedian yang sedang menata hidupnya kembali.
