Bawang Bombai Dikaitkan dengan Penurunan Gula Darah

Lifestyle Anindya Kirana Putri 23 Mei 2026 08:40 WIB 7
Bawang Bombai Dikaitkan dengan Penurunan Gula Darah

Diabetes tipe 2 ditandai oleh fluktuasi kadar gula darah yang dapat memicu kerusakan pada berbagai organ tubuh. Di tengah upaya mencari cara pengelolaan yang lebih efektif, sebuah penelitian mengungkap bahwa jenis makanan tertentu berpotensi membantu menekan kadar gula darah.

Salah satu temuan yang menarik perhatian adalah bawang bombai, yang dalam studi tersebut disebut mampu menurunkan gula darah secara signifikan pada tikus diabetes. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini masih memerlukan kajian lanjutan sebelum diterapkan pada manusia.

Bawang Bombai dan Gula Darah

Sebuah penelitian yang dipresentasikan di San Diego menemukan bahwa ekstrak umbi bawang bombai, atau Allium cepa, dapat mengurangi kadar gula darah tinggi pada tikus diabetes. Efek tersebut terlihat saat ekstrak diberikan bersama obat anti-diabetes metformin.

Peneliti utama, Anthony Ojieh, MBBS, MSc, dari Delta State University di Abraka, Nigeria, menyebut bawang bombai murah dan mudah didapat. Menurutnya, bahan pangan ini telah lama dimanfaatkan sebagai suplemen nutrisi.

Ia menambahkan bahwa bawang bombai berpotensi digunakan untuk membantu pengobatan pasien diabetes. Namun, ia menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memastikan mekanisme kerja dan manfaatnya pada manusia.

Hasil Penelitian pada Tikus

Dalam studi tersebut, tim peneliti memberikan metformin dan ekstrak bawang bombai dengan dosis 200 mg, 400 mg, dan 600 mg per kilogram berat badan tikus setiap hari. Tiga kelompok tikus diabetes digunakan untuk melihat apakah bawang bombai mampu meningkatkan efek obat.

Selain itu, penelitian juga melibatkan tiga kelompok tikus non-diabetes sebagai pembanding. Dua kelompok kontrol, masing-masing satu diabetes dan satu non-diabetes, tidak mendapat metformin maupun ekstrak bawang bombai.

Hasilnya menunjukkan bahwa dosis 400 mg dan 600 mg mampu menurunkan kadar gula darah puasa pada tikus diabetes secara signifikan. Penurunan tersebut masing-masing mencapai 50 persen dan 35 persen dari kadar awal penelitian.

Catatan Penting untuk Pasien

Meski menunjukkan potensi, ekstrak bawang bombai juga diketahui meningkatkan berat badan rata-rata pada tikus non-diabetes. Ojieh menjelaskan bahwa bawang bombai tidak tinggi kalori, tetapi diduga dapat meningkatkan laju metabolisme dan nafsu makan.

Akibatnya, konsumsi makanan pada tikus non-diabetes ikut meningkat selama penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa dampak bawang bombai tidak bisa langsung disederhanakan hanya sebagai penurun gula darah.

Para peneliti juga menilai perlu ada penyelidikan lebih dalam untuk memahami bagaimana bawang bombai menurunkan glukosa darah. Ekstrak yang digunakan pun berasal dari umbi bawang yang dijual di supermarket lokal, sehingga pada manusia tetap diperlukan proses pemurnian dan penentuan dosis yang tepat.

Cara Mengelola Gula Darah

Kementerian Kesehatan RI menyarankan masyarakat membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, masing-masing hingga 50 gram per hari atau setara empat sendok makan. Pola makan seimbang menjadi langkah dasar untuk menjaga gula darah tetap stabil.

Olahraga fisik juga disarankan dilakukan secara rutin, yakni 3 hingga 5 kali seminggu dengan durasi 30 menit hingga 45 menit. Jika memungkinkan, aktivitas fisik dilakukan total minimal 150 menit per minggu tanpa jeda terlalu panjang di antara hari latihan.

Spesialis penyakit dalam dr Erpryta Nurdia Tetrasiwi, SpPD, menekankan pentingnya re-evaluasi berkala agar perubahan gaya hidup tidak berhenti di tengah jalan. Ia juga mengingatkan bahwa skrining kesehatan, termasuk pemeriksaan gula darah puasa dan HbA1c, penting untuk mendeteksi prediabetes maupun diabetes sejak dini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!