Bawang Bombai Berpotensi Bantu Kendalikan Gula Darah

Lifestyle Nadia Safira Putri 26 Mei 2026 23:15 WIB 2
Bawang Bombai Berpotensi Bantu Kendalikan Gula Darah

Diabetes tipe 2 ditandai oleh fluktuasi kadar gula darah yang dapat memicu kerusakan serius pada tubuh bila tidak dikelola dengan baik. Di tengah upaya mencari solusi pendukung, penelitian terbaru menunjukkan bahwa jenis makanan tertentu, termasuk bawang bombai, berpotensi membantu menstabilkan gula darah.

Temuan itu disorot dalam sebuah studi yang dipresentasikan di San Diego, Amerika Serikat, dan dikutip dari Surrey Live. Dalam penelitian tersebut, ekstrak umbi bawang bombai atau Allium cepa terbukti menurunkan kadar gula darah pada tikus diabetes saat diberikan bersama obat antidiabetes metformin.

Bawang Bombai dan Gula Darah

Peneliti utama, Anthony Ojieh dari Delta State University di Abraka, Nigeria, menyebut bawang bombai murah dan mudah didapat. Ia menambahkan bahwa bahan pangan ini telah lama dimanfaatkan sebagai suplemen nutrisi.

Menurut Ojieh, bawang bombai berpotensi digunakan untuk membantu mengobati pasien diabetes. Namun, ia menegaskan bahwa temuan tersebut masih perlu diteliti lebih jauh sebelum diterapkan pada manusia.

Ekstrak bawang bombai yang digunakan dalam studi berasal dari umbi bawang yang dijual di supermarket lokal. Jika kelak digunakan pada manusia, bahan tersebut harus melalui proses pemurnian agar dosis kandungan aktifnya dapat ditentukan secara tepat.

Hasil Penelitian pada Tikus

Tim peneliti memberikan metformin dan ekstrak bawang bombai dalam beberapa dosis, yakni 200 mg, 400 mg, dan 600 mg per kilogram berat badan tikus per hari. Uji ini dilakukan pada tiga kelompok tikus diabetes untuk melihat apakah bawang bombai dapat meningkatkan efek obat.

Penelitian juga melibatkan tiga kelompok tikus non-diabetes sebagai pembanding dengan kadar gula darah normal. Selain itu, ada dua kelompok kontrol yang tidak menerima metformin maupun ekstrak bawang bombai, baik pada tikus diabetes maupun non-diabetes.

Hasilnya menunjukkan dosis 400 mg dan 600 mg secara signifikan menurunkan kadar gula darah puasa pada tikus diabetes. Penurunannya masing-masing mencapai 50 persen dan 35 persen dibandingkan kadar awal penelitian.

Catatan Ahli tentang Temuan

Kendati menunjukkan hasil menjanjikan, ekstrak bawang bombai juga memicu peningkatan berat badan rata-rata pada tikus non-diabetes. Efek ini tidak ditemukan pada tikus diabetes, sehingga mekanismenya masih perlu dijelaskan lebih rinci.

Ojieh mengatakan bawang bombai tidak tinggi kalori. Namun, bahan ini diduga dapat meningkatkan laju metabolisme dan nafsu makan, yang pada akhirnya mendorong konsumsi makanan lebih banyak.

Ia menilai penelitian lanjutan diperlukan untuk mengungkap cara bawang bombai menurunkan kadar glukosa darah. Kajian berikutnya juga penting untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan dosis yang sesuai bagi manusia.

Cara Mengelola Gula Darah

Kementerian Kesehatan RI menyarankan masyarakat membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, dengan batas gula sekitar 50 gram per hari atau setara empat sendok makan. Langkah ini penting untuk mencegah lonjakan gula darah dan menekan risiko diabetes.

Aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan gula darah. Kemenkes RI menyarankan olahraga tiga sampai lima kali seminggu dengan durasi 30 menit hingga 45 menit, atau sekitar 150 menit per minggu.

Spesialis penyakit dalam dr Erpryta Nurdia Tetrasiwi, SpPD, menekankan pentingnya evaluasi berkala agar kebiasaan sehat benar-benar memberi hasil. Ia juga menyebut skrining kesehatan perlu dilakukan, termasuk pemeriksaan gula darah puasa dan HbA1c untuk memastikan kondisi tubuh tetap terpantau.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!