Batuk Tak Kunjung Sembuh Ternyata Akibat Piercing di Paru-paru

Lifestyle Anindya Kirana Putri 29 Mei 2026 05:32 WIB 2
Batuk Tak Kunjung Sembuh Ternyata Akibat Piercing di Paru-paru

Batuk yang tak kunjung sembuh kerap dianggap sebagai gangguan ringan, padahal kondisi itu bisa menjadi tanda masalah serius di dalam tubuh. Hal itu dialami seorang wanita asal Spanyol bernama Monica Deyanira Cabrera Barajas, yang batuk terus-menerus selama sekitar satu bulan sebelum memutuskan memeriksakan diri ke dokter.

Pemeriksaan medis yang dilakukan kemudian mengungkap temuan mengejutkan, yakni sebuah anting hidung atau septum piercing berada di dalam tubuhnya. Kondisi tersebut membuat dokter segera mengambil tindakan karena benda asing itu berada di lokasi yang berisiko tinggi dan nyaris mengenai pembuluh darah utama.

Piercing dan Batuk Berkepanjangan

Monica mengaku awalnya tidak menyangka batuk yang dialaminya berkaitan dengan benda asing. Ia menilai gejala itu sebagai keluhan biasa yang akan reda dengan sendirinya. Namun, karena batuk tidak juga berhenti, ia akhirnya mencari pertolongan medis. Langkah itu justru membuka fakta yang sama sekali tidak ia duga.

Menurut laporan Oddity Central, hasil rontgen menunjukkan adanya anting septum di dalam tubuh Monica. Temuan tersebut membuat tim medis terkejut karena benda itu tidak seharusnya berada di saluran napas maupun paru-paru. Dokter lalu menilai kondisi pasien sebagai kasus yang memerlukan penanganan cepat. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan posisi benda asing tersebut.

Monica sendiri mengaku tidak sadar bahwa piercing miliknya hilang. Ia menduga bagian kecil anting itu terlepas saat dirinya tidur telentang. Dari situ, benda tersebut diduga masuk ke tenggorokan lalu terhirup hingga mencapai paru-paru. Dugaan itu menjelaskan mengapa ia tidak langsung menyadari keberadaan benda tersebut.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa gejala yang tampak ringan bisa menyimpan risiko besar. Batuk berkepanjangan, terutama bila disertai rasa tidak nyaman di dada atau tenggorokan, sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan medis diperlukan agar penyebabnya bisa diketahui sejak awal. Deteksi dini dapat mencegah komplikasi yang lebih berbahaya.

Benda Asing Dekati Aorta

Dokter menemukan posisi anting tersebut sangat dekat dengan aorta, yaitu pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Jaraknya disebut hanya sekitar 0,5 milimeter, sehingga kondisinya sangat kritis. Dalam situasi seperti ini, sedikit perubahan posisi saja bisa memicu risiko serius. Karena itu, dokter menilai penanganan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Letak benda asing yang terlalu dekat dengan aorta membuat dokter khawatir terjadi komplikasi berat. Jika benda itu bergeser atau melukai jaringan di sekitarnya, dampaknya bisa fatal. Pasien dapat mengalami perdarahan hebat hingga gangguan pernapasan. Risiko tersebut menjadi alasan utama tim medis bergerak cepat.

Pircing yang masuk ke dalam tubuh bukanlah kejadian umum, namun tetap mungkin terjadi dalam kondisi tertentu. Risiko meningkat bila aksesori kecil tidak terpasang dengan baik atau terlepas tanpa disadari. Saat tidur, gerakan tubuh juga dapat membuat benda itu berpindah tempat. Dalam kasus Monica, seluruh rangkaian kejadian itu diduga terjadi tanpa ia sadari sama sekali.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap benda-benda kecil yang digunakan di area wajah dan hidung. Meski terlihat sepele, aksesori semacam ini bisa menjadi sumber masalah medis yang besar. Pemeriksaan segera perlu dilakukan bila muncul gejala yang tidak wajar setelah penggunaan piercing. Langkah sederhana itu dapat membantu mencegah keadaan yang lebih gawat.

Operasi Darurat yang Rumit

Monica kemudian harus menjalani operasi darurat untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Pada awalnya, prosedur diperkirakan berlangsung singkat dan tidak terlalu rumit. Namun, rencana itu berubah ketika tim medis mendapati kondisi yang lebih sulit dari perkiraan. Anting sudah menempel pada jaringan tubuh sehingga sulit diangkat dalam satu tindakan.

Operasi pertama tidak berhasil sepenuhnya karena posisi benda asing sangat menantang. Dokter kemudian memutuskan melakukan prosedur lanjutan yang lebih kompleks. Tindakan kedua dibutuhkan agar piercing bisa diangkat tanpa menimbulkan kerusakan tambahan. Pendekatan bertahap itu dipilih untuk menjaga keselamatan pasien.

Dalam proses pengangkatan benda asing, dokter harus memperhitungkan letaknya yang dekat dengan organ vital. Setiap gerakan dilakukan dengan cermat agar tidak memicu luka pada paru-paru maupun pembuluh darah utama. Situasi ini memperlihatkan betapa sensitifnya penanganan kasus medis seperti ini. Kesabaran dan ketelitian menjadi kunci utama keberhasilan operasi.

Setelah melalui dua tindakan, proses pengangkatan akhirnya berjalan lancar. Piercing berhasil dikeluarkan dari tubuh Monica tanpa komplikasi lanjutan yang berarti. Meski sempat mengalami kesulitan, hasil akhir operasi dinilai memuaskan. Tim medis memastikan pasien dapat pulih dengan baik setelah tindakan tersebut.

Trauma Setelah Pengalaman

Pengalaman itu membuat Monica mengaku kapok menggunakan piercing. Sebelumnya, ia dikenal menyukai aksesori tersebut karena dianggap bagian dari gaya pribadinya. Namun, kejadian yang hampir mengancam nyawa itu mengubah pandangannya sepenuhnya. Ia kini mengaitkan piercing dengan trauma yang sulit dilupakan.

Monica juga menyebut dirinya sangat terkejut ketika mengetahui benda asing itu berada di dalam tubuhnya. Para dokter pun ikut dibuat takjub dengan kasus yang jarang ditemui tersebut. Reaksi yang muncul bukan hanya dari tim medis, tetapi juga dari orang-orang di sekitarnya. Kisah ini kemudian ramai dibicarakan karena dianggap tidak biasa.

Meski sempat mengalami ketakutan, Monica pada akhirnya dinyatakan selamat. Para dokter menegaskan bahwa bila benda itu melukai paru-paru atau aorta, akibatnya bisa jauh lebih fatal. Paru-paru kolaps atau perdarahan hebat menjadi ancaman nyata dalam situasi semacam itu. Beruntung, penanganan dilakukan sebelum kerusakan lebih jauh terjadi.

Kisah Monica menjadi pengingat bahwa keluhan tubuh yang tidak biasa perlu ditangani serius. Batuk berkepanjangan bukan sekadar masalah ringan jika gejalanya terus bertahan. Pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebab yang tersembunyi. Dalam kasus ini, kewaspadaan dan tindakan cepat berhasil menyelamatkan nyawa pasien.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!