Batuk Tak Kunjung Sembuh, Septum Piercing Tersangkut di Paru

Lifestyle Anindya Kirana Putri 23 Mei 2026 04:08 WIB 6
Batuk Tak Kunjung Sembuh, Septum Piercing Tersangkut di Paru

Batuk yang tak kunjung sembuh kerap dianggap keluhan ringan, tetapi kasus seorang wanita asal Spanyol menunjukkan kondisi itu bisa menyimpan ancaman serius. Monica Deyanira Cabrera Barajas mengalami batuk terus-menerus selama sekitar satu bulan sebelum akhirnya memeriksakan diri ke dokter. Hasil pemeriksaan justru mengungkap temuan mengejutkan, yaitu sebuah septum piercing berada di dalam tubuhnya. Temuan itu membuat tim medis segera mengambil langkah penanganan karena posisi benda asing tersebut sangat berbahaya.

Kasus ini menjadi perhatian karena Monica mengaku tidak sadar bahwa anting hidung miliknya hilang. Ia menduga komponen kecil piercing itu terlepas saat dirinya tidur telentang, lalu masuk ke tenggorokan dan terhirup hingga ke paru-paru. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan benda tersebut berada sangat dekat dengan aorta, pembuluh darah utama tubuh. Jarak yang hanya sekitar 0,5 milimeter membuat situasi itu berpotensi memicu komplikasi fatal.

Batuk Tak Kunjung Sembuh

Monica mulanya hanya mengira batuk yang dialaminya adalah gangguan biasa. Namun, kondisi itu tidak membaik meski sudah berlangsung selama berminggu-minggu. Kekhawatiran yang meningkat membuatnya memutuskan mencari bantuan medis. Langkah itu kemudian membuka fakta yang jauh lebih serius dari dugaan awal.

Oddity Central melaporkan, dokter menemukan adanya benda asing saat rontgen dilakukan. Hasil pemeriksaan memperlihatkan septum piercing berada di dalam saluran napas Monica. Temuan tersebut mengejutkan tidak hanya bagi pasien, tetapi juga bagi tim medis. Mereka segera mempertimbangkan tindakan cepat untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Kasus seperti ini menunjukkan bahwa batuk berkepanjangan tidak boleh diabaikan begitu saja. Gejala yang tampak ringan bisa menjadi tanda adanya masalah pada organ dalam. Pemeriksaan medis diperlukan ketika keluhan tidak kunjung reda. Penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih berbahaya.

Piercing Masuk Ke Paru

Monica menjelaskan bahwa ia sama sekali tidak menyadari piercing miliknya hilang. Ia menduga bagian kecil anting itu terlepas saat tidur, lalu masuk ke tenggorokan tanpa terasa. Dari sana, benda asing diduga terhirup hingga mencapai paru-paru. Proses itu terjadi tanpa gejala yang langsung ia sadari.

Situasi menjadi semakin berbahaya setelah dokter mengetahui lokasi benda asing tersebut. Piercing itu berada sangat dekat dengan aorta, pembuluh darah utama yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Kedekatan jaraknya hanya sekitar 0,5 milimeter, sehingga risikonya sangat tinggi. Dalam kondisi seperti itu, sedikit pergeseran saja bisa memicu cedera serius.

Para dokter menilai kasus ini sebagai keadaan yang memerlukan perhatian segera. Benda asing di saluran napas dapat menimbulkan infeksi, sumbatan, atau kerusakan jaringan. Jika posisinya dekat pembuluh darah besar, ancamannya menjadi lebih kompleks. Karena itu, setiap keluhan pernapasan yang tidak biasa perlu diperiksa dengan cermat.

Operasi Darurat Monika

Monica akhirnya harus menjalani operasi darurat untuk mengeluarkan piercing tersebut. Pada awalnya, prosedur itu diperkirakan berlangsung singkat dan sederhana. Namun, keadaan di ruang tindakan tidak berjalan sesuai rencana. Tim medis kemudian menemukan bahwa benda asing sudah menempel pada jaringan tubuh.

Upaya pertama untuk mengangkat piercing tidak berhasil sepenuhnya. Dokter lalu harus melakukan tindakan kedua dengan prosedur yang lebih kompleks. Meski sempat menghadapi kendala, operasi lanjutan akhirnya berjalan lancar. Benda asing itu berhasil dikeluarkan dari tubuh Monica tanpa komplikasi lanjutan.

Keberhasilan operasi tersebut menjadi kabar melegakan bagi pasien dan tim medis. Penanganan cepat membuat risiko kerusakan lebih parah dapat dihindari. Dalam kasus seperti ini, setiap menit sangat berarti bagi keselamatan pasien. Kondisi Monica pun berhasil distabilkan setelah prosedur selesai.

Trauma Setelah Kejadian

Setelah insiden itu, Monica mengaku kapok menggunakan piercing. Sebelumnya, ia memang menyukai aksesori tersebut dan menganggapnya sebagai bagian dari gaya pribadi. Namun, pengalaman hampir kehilangan nyawa membuat pandangannya berubah total. Kini, ia mengaku masih merasakan trauma atas kejadian tersebut.

Dokter menilai Monica sangat beruntung karena benda asing itu tidak melukai paru-paru atau aorta. Jika salah satu organ vital tersebut terkena dampak, risikonya bisa sangat fatal. Paru-paru kolaps atau perdarahan hebat dapat terjadi dalam waktu singkat. Karena itu, kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat.

Pengalaman Monica menunjukkan bahwa benda kecil sekalipun dapat menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan. Gejala batuk yang berkepanjangan perlu diperhatikan, terutama jika disertai keluhan lain yang tidak biasa. Pemeriksaan medis sejak dini dapat membantu mendeteksi masalah tersembunyi. Kesadaran terhadap tanda tubuh menjadi langkah penting untuk mencegah risiko serius.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!