Batagor Gembira, Usaha Keluarga Depok Bertahan Sejak 1986

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 20:34 WIB 2
Batagor Gembira, Usaha Keluarga Depok Bertahan Sejak 1986

Endi Sunarya, 41 tahun, dan Imas Nurlaela, 38 tahun, berhasil meneruskan usaha Batagor Gembira yang dirintis dari nol oleh orang tua Imas sejak 1986 di Depok, Jawa Barat. Usaha kuliner ini tumbuh dari lapak sederhana menjadi bisnis yang kini memiliki 10 cabang dan mempekerjakan 12 karyawan.

Kisah Batagor Gembira berawal ketika ayah dan ibu Imas merantau dari Garut ke ibu kota untuk mengadu nasib, lalu menikah dan membuka usaha batagor yang saat itu sedang populer. Dari pinggir Jalan Mekar Jaya, usaha itu perlahan berkembang dan menjadi salah satu kuliner legendaris di Depok.

Asal-usul Batagor Gembira

Sebelum berjualan batagor, ayah Imas, Memed, sudah akrab dengan dunia kuliner jalanan. Ia pernah berjualan siomay keliling, namun kemudian memilih batagor karena dinilai lebih menguntungkan.

Keputusan itu menjadi titik awal perjalanan usaha keluarga tersebut. Lapak pertama Batagor Gembira berdiri di dekat kantor PLN Depok, Jalan Mekar Jaya.

Dari lokasi sederhana itu, usaha mulai dikenal warga sekitar. Perlahan, pelanggan yang datang tidak hanya mencari makanan, tetapi juga suasana akrab di warung tersebut.

Nama Dari Pelanggan UI

Nama Batagor Gembira ternyata bukan berasal dari keluarga, melainkan dari para pelanggan mahasiswa Universitas Indonesia. Mereka kerap berkumpul di lapak itu hingga larut malam.

Menurut Imas, para mahasiswa sering menyebut tempat itu dengan sebutan Batagor Gembira karena suasananya ramai dan menyenangkan. Sebutan tersebut akhirnya melekat dan dipakai hingga sekarang.

Nama itu lalu menjadi identitas yang mudah diingat oleh pelanggan. Sejak saat itu, Batagor Gembira tidak hanya dikenal sebagai tempat makan, tetapi juga sebagai titik kumpul yang hangat.

Ekspansi Usaha Keluarga

Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, ayah Imas memberanikan diri membuka cabang kedua pada 2010. Lokasinya berada di pinggir Jalan Tole Iskandar, Mekar Jaya, Sukmajaya, Depok, tepat di samping swalayan TipTop.

Pembukaan cabang baru menjadi langkah penting dalam memperluas pasar. Dari satu lokasi, usaha ini tumbuh menjadi jaringan yang lebih stabil dan dikenal luas.

Pada 2011, Imas mulai terlibat langsung membantu produksi batagor di rumah. Ia juga sesekali membantu menjaga lapak dan melayani pelanggan saat dibutuhkan.

Warisan Batagor Gembira

Peran keluarga menjadi kunci keberlangsungan usaha Batagor Gembira hingga kini. Dengan kerja keras dan konsistensi, usaha itu terus berkembang dan memiliki 10 cabang serta 12 karyawan.

Keberhasilan tersebut juga memberi dampak besar bagi kehidupan keluarga. Imas mengungkapkan, kedua orang tuanya bahkan bisa berangkat haji berkat hasil penjualan batagor.

Kisah Batagor Gembira menunjukkan bahwa usaha kecil dapat tumbuh besar jika dikelola dengan tekun. Dari warung sederhana di Depok, bisnis keluarga ini berubah menjadi sumber penghidupan yang bertahan lintas generasi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!