Pedangdut sekaligus presenter Ayu Ting Ting kembali merayakan Idul Adha di kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat, dengan suasana penuh syukur. Bagi Ayu, momen tahunan ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga wujud rasa terima kasih atas kesehatan, rezeki, dan keberkahan yang masih diterima bersama keluarga.
Dalam perayaan tahun ini, pelantun Alamat Palsu itu menegaskan bahwa berkurban menjadi cara untuk berbagi dengan sesama di tengah kesibukannya di dunia hiburan. Ia juga menyiapkan hewan kurban secara langsung, memastikan proses ibadah berjalan tertib, lalu menyalurkan daging kepada keluarga, tetangga, dan warga sekitar.
Makna Idul Adha Bagi Ayu
Ayu Ting Ting mengaku selalu memaknai Idul Adha sebagai momentum syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta. Ia merasa beruntung karena masih diberi kesehatan dan rezeki untuk menjalankan ibadah kurban pada tahun ini.
Menurutnya, kesempatan berkurban tidak hanya berkaitan dengan kemampuan finansial, tetapi juga rasa ikhlas untuk berbagi. Hal itu menjadi pengingat bahwa keberkahan hidup perlu disyukuri melalui tindakan nyata.
Dalam keterangannya, Ayu menyampaikan bahwa kurban dilakukan bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk keluarga. Ia berharap ibadah tersebut membawa manfaat lebih luas bagi orang-orang di sekitarnya.
Persiapan Hewan Kurban
Ayu tidak ingin menyerahkan urusan kurban begitu saja tanpa pemantauan langsung. Ia memilih turun tangan sejak jauh hari untuk melihat dan menentukan hewan yang akan dikurbankan.
Ia menyebut proses itu sudah menjadi kebiasaan tahunan yang selalu dijalankan bersama orang-orang terpercaya. Dalam persiapannya, Ayu juga sempat berkonsultasi dengan seorang ustaz yang biasa mendampinginya.
Langkah tersebut menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kualitas ibadah kurban. Ia ingin memastikan hewan yang dipilih sesuai dengan ketentuan dan layak untuk disembelih.
Pelaksanaan Di Rumah
Berbeda dengan sebagian orang yang menitipkan hewan kurban di lokasi umum, Ayu memilih melaksanakan penyembelihan di rumahnya sendiri. Ia menyiapkan panitia khusus agar seluruh proses berjalan lancar dan tertib.
Menurut Ayu, pelaksanaan kurban di rumah sudah menjadi tradisi keluarga dari tahun ke tahun. Kehadiran panitia internal membuat proses pemotongan hingga distribusi daging lebih terorganisasi.
Ia juga menuturkan bahwa ustaz yang biasa mendampinginya ikut hadir di kediamannya. Dengan begitu, seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Distribusi Untuk Warga
Usai wawancara, suasana di depan rumah Ayu tampak semakin sibuk dengan kedatangan tiga ekor sapi berukuran besar. Salah satu sapi terlihat paling mencolok karena tubuhnya ditandai tulisan AYU T sebagai identitas pemilik.
Kehadiran hewan kurban itu menarik perhatian warga sekitar yang melihat langsung proses kedatangan dari truk pengangkut. Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian Idul Adha yang berlangsung meriah di lingkungan rumahnya.
Ayu memastikan daging kurban akan dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar. Urusan teknis pembagian diserahkan kepada adiknya dan tim panitia yang sudah berpengalaman setiap tahun.
