Atta Halilintar Ajak Ameena dan Azura Pahami Makna Kurban

Lifestyle Anindya Kirana Putri 30 Mei 2026 05:11 WIB 3
Atta Halilintar Ajak Ameena dan Azura Pahami Makna Kurban

Atta Halilintar mengajak dua putrinya, Ameena dan Azura, memahami makna pengorbanan dalam ajaran Islam menjelang Idul Adha. Ia menceritakan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail agar anak-anaknya mengerti bahwa cinta kepada Allah SWT harus menjadi yang utama. Cara itu ia sampaikan saat ditemui di kawasan Mampang, Senin, 25 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu, Atta juga membawa Ameena dan Azura mencari hewan kurban secara langsung hingga ke lokasi peternakan. Perjalanan yang memakan waktu lebih lama dari perkiraan itu sengaja dipilih agar keduanya merasakan suasana perkampungan dan proses memilih hewan terbaik. Menurut Atta, pengalaman tersebut penting untuk mengenalkan makna kurban secara nyata kepada anak-anaknya.

Kurban dan nilai pengorbanan

Atta menjelaskan kisah kurban dengan bahasa sederhana agar anak-anaknya mudah memahami pesan utamanya. Ia bercerita bahwa dalam sejarah Nabi, pengorbanan menjadi bagian dari kepatuhan kepada perintah Allah SWT. Dari penjelasan itu, ia ingin menanamkan bahwa kecintaan kepada Tuhan harus berada di atas segalanya.

Menurut Atta, anak-anak sempat kaget saat mendengar kisah Nabi Ismail yang diperintahkan untuk dikurbankan. Namun, ia menilai reaksi itu wajar karena mereka baru mengenal cerita tersebut dari sudut pandang yang lebih mendalam. Ia kemudian menegaskan bahwa manusia tidak boleh mencintai dunia secara berlebihan.

Ia menambahkan bahwa kasih sayang kepada keluarga dan harta tetap penting, tetapi tidak boleh melebihi cinta kepada Allah SWT. Atta berharap anak-anaknya memahami bahwa semua yang dimiliki manusia pada akhirnya akan kembali kepada-Nya. Ia menyebut pemahaman itu sudah mulai bisa diterima Ameena dan Azura.

Pengalaman langsung di peternakan

Untuk memberi pengalaman yang lebih nyata, Atta membawa Ameena dan Azura menempuh perjalanan yang cukup jauh. Rute yang awalnya diperkirakan hanya satu jam ternyata memakan waktu lebih lama, termasuk saat pulang pergi. Meski melelahkan, ia menilai perjalanan itu sepadan dengan pelajaran yang didapat anak-anaknya.

Di lokasi peternakan, Ameena dan Azura melihat kandang serta memilih hewan kurban secara langsung. Mereka juga diberi kesempatan untuk mengenal suasana lingkungan tempat hewan-hewan tersebut dirawat. Atta menilai momen itu bisa menjadi pembelajaran yang lebih kuat dibanding hanya mendengar penjelasan di rumah.

Ia ingin anak-anaknya mengerti bahwa ibadah kurban tidak berhenti pada membeli hewan semata. Ada proses merawat, memilih, hingga memahami nilai berbagi yang menyertai ibadah tersebut. Karena itu, ia sengaja mengajak mereka terlibat sejak awal.

Keutamaan Zulhijah

Atta juga menyinggung keistimewaan bulan Zulhijah yang menurutnya penuh dengan keberkahan. Ia menyebut puasa Arafah sebagai salah satu ibadah yang memiliki keutamaan besar bagi umat Islam. Dalam penjelasannya, ia berharap anak-anaknya tumbuh dengan pemahaman agama yang lebih baik.

Ia mengatakan puasa Arafah menjadi amalan yang diyakini dapat menghapus dosa pada tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang. Karena itu, ia menganggap bulan ini sebagai waktu yang sangat berharga untuk memperbanyak ibadah. Atta menyebut suasana Zulhijah selalu membawa semangat spiritual yang kuat.

Menurutnya, pengalaman berkurban akan lebih bermakna jika dibarengi dengan pemahaman tentang ibadah-ibadah lain di bulan tersebut. Ia ingin Ameena dan Azura belajar bahwa Idul Adha bukan hanya soal daging kurban, tetapi juga soal ketakwaan. Pesan itu, kata Atta, penting dikenalkan sejak dini.

Belajar berbagi sejak dini

Selama memilih hewan kurban, Ameena dan Azura disebut sangat antusias. Keduanya bahkan ikut memberi makan sapi dan kambing, yang membuat suasana terasa menyenangkan bagi keluarga mereka. Atta menilai keterlibatan itu bisa menjadi awal pembentukan empati dan kebiasaan berbagi.

Ia menyampaikan bahwa di tahun-tahun sebelumnya kedua anaknya memang sudah ikut berkurban, tetapi belum sepenuhnya memahami maknanya. Tahun ini, ia ingin proses belajarnya lebih menyeluruh agar mereka tidak hanya melihat perayaannya. Menurutnya, pemahaman akan tumbuh jika anak-anak mengalami langsung prosesnya.

Atta belum berencana mengajak Ameena dan Azura menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban. Ia lebih memilih mereka terlibat dalam perawatan hewan dan pembagian daging kepada masyarakat. Dengan cara itu, ia berharap anak-anaknya tumbuh dengan kepedulian sosial yang lebih kuat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!