Atta Halilintar mengajak dua putrinya, Ameena dan Azura, memahami nilai pengorbanan dalam ajaran Islam menjelang Idul Adha. Ia memilih mengenalkan makna kurban melalui cerita Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, lalu membawa keduanya melihat langsung proses mencari hewan kurban.
Dalam pertemuan di kawasan Mampang, Senin, 25 Mei 2026, Atta menuturkan bahwa anak-anaknya sempat terkejut saat mendengar kisah pengorbanan tersebut. Namun, pengalaman itu justru menjadi cara baginya untuk menanamkan bahwa cinta kepada Allah SWT harus berada di atas segalanya.
Makna Kurban dalam Keluarga
Atta menjelaskan kisah kurban kepada Ameena dan Azura dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami. Ia menceritakan bahwa Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk mengurbankan Nabi Ismail sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Reaksi kedua anaknya pun cukup polos saat mendengar cerita itu. Mereka bertanya mengapa seorang anak bisa diminta untuk dikurbankan, dan pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk bagi Atta untuk memberi penjelasan lebih dalam.
Menurut Atta, anak-anak perlu memahami bahwa kecintaan kepada Tuhan tidak boleh kalah oleh kecintaan terhadap apa pun di dunia. Ia menegaskan bahwa cinta kepada ibu, ayah, anak, maupun harta tetap harus berada di bawah cinta kepada Allah SWT.
Perjalanan ke Peternakan
Selain bercerita, Atta juga membawa Ameena dan Azura menempuh perjalanan cukup jauh untuk mencari hewan kurban. Ia ingin keduanya merasakan suasana perkampungan dan melihat langsung proses memilih hewan terbaik.
Perjalanan yang semula diperkirakan hanya memakan waktu satu jam ternyata jauh lebih lama. Atta menyebut perjalanan pulang pergi itu bisa mencapai tiga hingga empat jam, sehingga pengalaman tersebut menjadi lebih berkesan bagi anak-anaknya.
Meski melelahkan, ia menilai kegiatan itu penting untuk mengenalkan kehidupan masyarakat secara nyata. Baginya, momen mencari hewan kurban bukan sekadar aktivitas tahunan, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi keluarga.
Antusias Ameena dan Azura
Selama berada di peternakan, Ameena dan Azura tampak antusias mengikuti proses pemilihan hewan kurban. Keduanya bahkan ikut memberi makan sapi dan kambing yang mereka lihat secara langsung.
Atta mengatakan, kebahagiaan anak-anaknya terlihat jelas sepanjang kegiatan tersebut. Ia merasa momen itu bisa menjadi pengalaman awal bagi mereka untuk mengenal arti berbagi kepada sesama.
Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya anak-anak memang sudah ikut berkurban, tetapi belum benar-benar memahami maknanya. Karena itu, ia ingin pengalaman kali ini menjadi bagian dari proses belajar yang lebih utuh.
Pesan di Bulan Zulhijah
Atta juga menyinggung keutamaan ibadah di bulan Zulhijah, termasuk puasa Arafah. Ia menyebut bulan ini sebagai waktu yang istimewa karena dipenuhi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa puasa Arafah memiliki keutamaan besar, termasuk harapan ampunan atas dosa-dosa. Pesan itu ia sampaikan agar anak-anaknya sejak dini memahami bahwa ibadah tidak hanya soal ritual, tetapi juga soal kesadaran spiritual.
Ke depan, Atta belum berencana mengajak Ameena dan Azura menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban secara langsung. Ia lebih ingin keduanya terlibat saat merawat hewan dan membagikan daging kurban kepada masyarakat.
