ASDP dan Aceh Sepakat Buka Lintasan Jakarta-Malahayati

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 24 Mei 2026 22:09 WIB 13
ASDP dan Aceh Sepakat Buka Lintasan Jakarta-Malahayati

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat konektivitas antarpulau nasional melalui kerja sama baru dengan Pemerintah Aceh. Kesepakatan itu dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk pengoperasian lintasan penyeberangan Jakarta-Malahayati pada Sabtu, 23 Mei, di Kantor Pusat ASDP, Jakarta.

Kolaborasi tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir dan Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano. Jalur baru ini disiapkan sebagai rute strategis di wilayah barat Indonesia untuk mendukung distribusi logistik, perdagangan, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Konektivitas Logistik ASDP

ASDP menilai lintasan Jakarta-Malahayati bukan sekadar penambahan rute, melainkan bagian dari transformasi layanan transportasi penyeberangan. Perusahaan ingin memperkuat ekosistem Long Distance Ferry agar lebih efisien, modern, dan terintegrasi.

Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano menyebut lintasan tersebut diharapkan menjadi katalis penguatan distribusi logistik nasional. Menurut dia, jalur ini juga dapat membuka peluang pertumbuhan perdagangan dan pariwisata di Aceh serta kawasan barat Indonesia.

Pengembangan layanan itu akan dijalankan melalui kerja sama berkelanjutan dengan Pemerintah Aceh. Ruang lingkupnya mencakup pengoperasian armada kapal, penetapan tarif sesuai regulasi, dan pengembangan fasilitas pelabuhan pendukung.

Selain itu, ASDP dan Pemerintah Aceh juga akan menggarap promosi pasar pengguna jasa serta peningkatan standar keselamatan. Fokus lainnya adalah memperkuat kualitas pelayanan transportasi penyeberangan agar lebih kompetitif dan berdaya saing.

Dukungan Pemerintah Aceh

Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh keberlanjutan kerja sama tersebut. Dukungan itu diarahkan untuk membuka akses transportasi laut yang terjangkau melalui layanan kapal ferry RoRo.

Ia menilai sinergi dengan ASDP penting untuk memastikan agenda pembangunan daerah berjalan selaras dengan penguatan konektivitas nasional. Kerja sama ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas akses ekonomi masyarakat.

Menurut Muhammad Nasir, peluang pengembangan baru dari kerja sama ini dapat terus dievaluasi dan diperluas. Langkah tersebut diharapkan memberi dampak lebih komprehensif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.

Pemerintah Aceh menempatkan konektivitas laut sebagai bagian penting dari pembangunan wilayah. Karena itu, dukungan terhadap lintasan baru dinilai relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Efisiensi Distribusi Nasional

Pengembangan Long Distance Ferry sejalan dengan arah transformasi bisnis ASDP dalam menghadirkan sistem transportasi logistik yang lebih kompetitif. Skema distribusi berbasis penyeberangan jarak jauh dinilai mampu menekan biaya logistik dan mempersingkat waktu tempuh.

ASDP menyebut layanan ini dapat meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Dengan jalur yang lebih terintegrasi, arus barang diharapkan menjadi lebih lancar dan terukur.

Yossianis Marciano menambahkan, langkah tersebut merupakan kontribusi nyata ASDP untuk mendukung arahan Presiden RI. Target penurunan biaya logistik nasional hingga 8 persen menjadi salah satu sasaran yang ikut didorong.

Melalui sistem distribusi yang lebih efisien dan berdaya saing, ASDP ingin memperkuat perannya sebagai tulang punggung konektivitas antarpulau. Pendekatan ini juga diharapkan memperluas manfaat ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Layanan Aceh Berlanjut

ASDP saat ini menjaga konektivitas Aceh melalui tiga lintasan penyeberangan utama. Rute tersebut adalah Ulee Lheue-Balohan, Ulee Lheue-Lamteung, dan Ulee Lheue-Serapung.

Operasional di tiga lintasan itu didukung armada KMP Aceh Hebat 2, KMP BRR, dan KMP Papuyu. Kehadiran armada tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran mobilitas penumpang dan kendaraan.

Sepanjang Januari hingga April 2026, ASDP Cabang Banda Aceh melayani 128.034 penumpang dan 63.428 kendaraan. Data ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyeberangan di wilayah Aceh.

Ke depan, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat konektivitas nasional melalui layanan transportasi penyeberangan yang modern. Perusahaan juga menargetkan layanan yang lebih terintegrasi, berorientasi pada pelayanan publik, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!