Antriin.id Ubah Jasa Titip Antrean Jadi Peluang Cuan

Teknologi BRH 31 Mei 2026 07:28 WIB 10
Antriin.id Ubah Jasa Titip Antrean Jadi Peluang Cuan

Profesi jasa titip atau jastip terus berkembang, tidak lagi terbatas pada makanan dan barang belanjaan. Kini, muncul tren baru berupa jasa titip antrean atau joki antrean, yang memungkinkan pelanggan membayar orang lain untuk menunggu di lokasi tertentu. Salah satu pelaku yang melihat peluang ini adalah Elan Setiawan, pendiri Antriin.id, yang mengembangkan layanan tersebut menjadi aplikasi.

Elan menilai jasa titip antrean sudah banyak dijalankan secara informal melalui WhatsApp dan Instagram, tetapi belum ada wadah yang memudahkan pengguna. Karena itu, ia membangun platform yang mempertemukan pelanggan dan mitra dalam satu sistem. Aplikasi ini mulai dikembangkan sejak awal 2025 dan diluncurkan secara bertahap pada pertengahan tahun.

Jastip Antrean Jadi Aplikasi

Elan Setiawan melihat peluang bisnis dari kebiasaan masyarakat yang kerap mencari jasa titip secara manual di media sosial. Menurut dia, kebutuhan itu bisa diakomodasi lewat platform yang lebih rapi dan mudah diakses. Dari gagasan tersebut, lahirlah Antriin.id sebagai aplikasi jastip antrean.

Pembuatan konsep, desain, dan coding dimulai pada awal 2025. Aplikasi ini kemudian menjalani soft release pada pertengahan Juli 2025. Pada tahap awal, fokus utama perusahaan adalah mencari mitra yang bersedia menjadi perwakilan antrean di lapangan.

Setelah jaringan mitra terbentuk, permintaan antrean untuk publik mulai dibuka pada Oktober 2025. Model bisnis ini dibuat menyerupai layanan transportasi daring, di mana pengguna memesan layanan sesuai kebutuhan dan estimasi harga. Sistem tersebut disiapkan agar proses antre menjadi lebih terstruktur dan transparan.

Elan mengatakan, gagasan ini lahir dari pengamatannya terhadap jastip yang sudah lama berjalan, tetapi belum terpusat. Dengan aplikasi, pelanggan tidak perlu lagi mencari penjual jasa secara acak di berbagai platform. Seluruh proses dibuat lebih mudah melalui satu wadah digital.

Cara Kerja Dan Tarif

Dalam sistem Antriin.id, pelanggan terlebih dahulu mengunduh aplikasi dan memilih lokasi antrean yang dibutuhkan. Setelah itu, sistem akan menampilkan estimasi biaya sesuai durasi dan titik layanan. Jika tersedia mitra di sekitar lokasi, permintaan antrean dapat langsung diproses.

Orang yang menjalankan tugas ini disebut mitra, karena mereka mewakili pelanggan untuk menunggu di lokasi. Antriin.id menempatkan mitra di sejumlah titik agar layanan dapat berjalan efektif. Permintaan antrean baru hanya bisa dibuat jika ada mitra dalam radius minimal 1 kilometer hingga maksimal 10 kilometer.

Tarif jasa antre dipatok antara Rp30.000 hingga Rp40.000 per jam. Dengan skema tersebut, mitra berpotensi memperoleh penghasilan Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari, tergantung jumlah pesanan dan durasi antrean. Pendapatan itu bergantung pada intensitas order yang masuk di lapangan.

Elan menjelaskan bahwa penghasilan tertinggi biasanya diperoleh mitra yang sanggup mengambil lebih banyak order. Namun, sistem tetap dibuat agar setiap layanan jelas dan terukur sejak awal. Dengan begitu, pelanggan dan mitra sama-sama memiliki kepastian dalam transaksi.

Sistem Mitra Lebih Tertib

Antriin.id menerapkan sistem yang lebih terfokus agar layanan tidak tumpang tindih. Satu mitra hanya diperbolehkan menangani satu antrean dalam satu waktu. Kebijakan ini dibuat untuk mencegah persepsi bahwa satu jastiper dapat melayani banyak antrean sekaligus.

Menurut Elan, prinsip satu mitra satu orderan penting untuk menjaga kualitas layanan. Jika satu orang memegang banyak antrean, risiko keterlambatan dan kesalahan pelayanan akan meningkat. Karena itu, sistem dibangun dengan batasan yang tegas sejak awal.

Model seperti ini juga membantu mitra bekerja lebih fokus saat berada di lokasi. Pelanggan pun dapat memantau bahwa pesanan mereka dikerjakan secara khusus. Transparansi tersebut menjadi salah satu nilai jual utama aplikasi ini.

Seiring bertambahnya permintaan, jumlah mitra Antriin.id kini telah melampaui 230 orang. Mereka tersebar di wilayah Jabodetabek untuk memperluas jangkauan layanan. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya minat pasar terhadap jasa titip antrean.

Peluang Layanan Baru

Elan menegaskan bahwa jasa titip antre yang dibuka tidak hanya untuk makanan viral. Layanan ini juga tersedia untuk kebutuhan lain yang membutuhkan antrean panjang. Salah satunya adalah jasa titip antre rumah sakit.

Menurut dia, banyak aktivitas masyarakat yang sebenarnya bisa dibantu melalui sistem antrean digital. Selama ada kebutuhan menunggu di lokasi dan tersedia mitra, layanan dapat diakses lewat aplikasi. Pendekatan ini membuat jasa titip antrean lebih fleksibel dibanding model konvensional.

Perluasan layanan juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Mitra dapat memperoleh penghasilan tambahan tanpa harus menunggu pesanan barang atau makanan. Dalam skema ini, waktu antre justru dapat berubah menjadi sumber pendapatan.

Fenomena jastip antrean menunjukkan bagaimana layanan sederhana bisa berkembang menjadi peluang bisnis berbasis teknologi. Dengan dukungan aplikasi, jasa yang semula informal kini masuk ke ekosistem digital yang lebih tertata. Bagi sebagian orang, antrean yang dulu melelahkan kini berubah menjadi peluang cuan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!