Antriin.id Dorong Tren Jastip Antrean dengan Aplikasi

Teknologi Moh. Royhan Nahado 02 Juni 2026 11:23 WIB 2
Antriin.id Dorong Tren Jastip Antrean dengan Aplikasi

Jasa titip atau jastip kini berkembang ke layanan antrean, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan efisiensi waktu. Tren ini dimanfaatkan oleh Antriin.id, aplikasi yang mempertemukan pelanggan dengan mitra untuk menggantikan posisi antre di lokasi tertentu.

Penggagas Antriin.id, Elan Setiawan, melihat layanan jastip antre selama ini tersebar di WhatsApp dan Instagram tanpa wadah yang terpusat. Dari situ, ia membangun platform yang diklaim lebih terstruktur, mudah diakses, dan disesuaikan dengan sistem pemesanan layaknya layanan transportasi daring.

Tren Jastip Antrean

Jasa titip antrean muncul sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang ingin menghemat waktu. Layanan ini memungkinkan pelanggan membayar orang lain untuk menunggu antrean di tempat tertentu.

Berbeda dengan jastip barang atau makanan, layanan ini berfokus pada kehadiran fisik di lokasi. Model seperti ini dinilai praktis karena pelanggan tidak perlu datang langsung dan tetap bisa memperoleh giliran.

Elan menilai tren tersebut sudah berjalan cukup lama, namun belum memiliki wadah yang memudahkan pelanggan. Karena itu, ia melihat peluang untuk menyatukan permintaan dan mitra dalam satu aplikasi.

Model Bisnis Antriin

Antriin.id mulai dikembangkan sejak awal 2025, mencakup konsep desain dan proses pengodean. Aplikasi ini kemudian diluncurkan secara soft release pada pertengahan Juli 2025.

Pada fase awal, fokus utama perusahaan adalah mencari mitra yang bersedia menjadi perwakilan antrean. Setelah jaringan mitra terbentuk, layanan kemudian dibuka untuk permintaan publik pada Oktober 2025.

Elan mengembangkan sistem kerja yang menyerupai aplikasi ojek online. Pelanggan mengunduh aplikasi, memilih lokasi antre, lalu melihat estimasi biaya yang ditampilkan sistem.

Tarif Jastip Antrean

Dalam skema layanan ini, mitra bertugas mewakili pelanggan untuk menunggu di lokasi. Tarif jasa dipatok berdasarkan durasi, yakni sekitar Rp30.000 hingga Rp40.000 per jam.

Dengan sistem tersebut, seorang mitra berpeluang memperoleh pendapatan harian sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000. Besaran pemasukan itu bergantung pada jumlah pesanan dan lama antrean yang dijalani.

Elan menjelaskan, pendapatan itu bisa lebih tinggi bagi mitra yang aktif mengambil banyak order. Namun, penghasilan tetap sangat bergantung pada ketersediaan permintaan di lapangan.

Ekspansi Mitra Antriin

Antriin.id menerapkan sistem yang lebih terfokus dengan satu mitra untuk satu antrean dalam satu waktu. Kebijakan ini dibuat agar layanan tetap terkontrol dan tidak menimbulkan beban berlebih pada mitra.

Permintaan antre baru hanya dapat dibuat jika ada mitra yang berada dalam radius minimal 1 kilometer hingga maksimal 10 kilometer dari lokasi. Setelah titik mitra tersebar di Jakarta, layanan mulai dibuka secara lebih luas.

Jumlah mitra kini telah bertambah menjadi lebih dari 230 orang yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Selain untuk makanan viral, layanan ini juga dibuka untuk antre rumah sakit, sehingga pasar pengguna menjadi lebih beragam.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!