Antriin.id Bawa Tren Jastip Antrean ke Aplikasi

Teknologi Moh. Royhan Nahado 28 Mei 2026 03:48 WIB 2
Antriin.id Bawa Tren Jastip Antrean ke Aplikasi

Profesi jasa titip atau jastip kini berkembang ke layanan yang lebih spesifik, yakni jastip antrean atau joki antrean. Melalui layanan ini, masyarakat dapat membayar orang lain untuk menggantikan posisi menunggu di antrean tanpa harus hadir langsung di lokasi.

Melihat peluang tersebut, Elan Setiawan mengembangkan Antriin.id sebagai wadah digital yang mempertemukan pelanggan dan mitra antrean. Aplikasi ini mulai dirancang sejak awal 2025, kemudian diluncurkan pada pertengahan tahun dan kini melayani permintaan di wilayah Jabodetabek.

Jastip Antrean Jadi Peluang

Elan menilai jasa titip antre sebenarnya sudah lama berjalan, hanya saja belum memiliki sistem yang terpusat. Kondisi itu membuat pelanggan selama ini lebih banyak mencari layanan melalui WhatsApp atau Instagram.

Dari situ, ia melihat kebutuhan akan satu platform yang lebih mudah diakses dan lebih tertata. Menurutnya, aplikasi dapat memudahkan pengguna saat ingin memesan jasa titip antre untuk berbagai kebutuhan.

Konsep ini kemudian diwujudkan dalam bentuk aplikasi yang menyerupai model layanan ojek online. Pengguna cukup mengunduh aplikasi, menentukan lokasi antre, lalu melihat estimasi tarif yang tersedia.

Dengan pendekatan tersebut, Antriin.id tidak hanya menjual kemudahan, tetapi juga menghadirkan sistem layanan yang lebih terukur. Model ini dinilai relevan dengan pola konsumsi masyarakat perkotaan yang serba cepat.

Antriin.id Mulai Dikembangkan

Elan menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi dimulai pada awal 2025, mencakup desain dan proses coding. Aplikasi kemudian melakukan soft release pada pertengahan Juli 2025 dengan fokus awal mencari mitra.

Pada tahap awal, jumlah mitra yang bergabung masih sekitar 100 orang. Seluruh proses, mulai dari pengembangan hingga operasional, dikerjakan olehnya sendiri.

Setelah proses pencarian mitra berjalan, permintaan antrean untuk publik mulai dibuka pada Oktober 2025. Sejak saat itu, platform mulai menerima order dari masyarakat yang membutuhkan jasa tunggu.

Menurut Elan, strategi bertahap tersebut penting agar sistem berjalan stabil sebelum dibuka lebih luas. Ia menilai kesiapan mitra menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas layanan.

Tarif Jastip Antrean Ditentukan

Dalam sistem Antriin.id, mitra ditempatkan di sejumlah titik agar layanan dapat dijalankan secara efektif. Permintaan antrean hanya bisa dibuat jika sudah ada mitra di sekitar lokasi dengan radius minimal 1 kilometer dan maksimal 10 kilometer.

Setelah jaringan mitra tersebar di beberapa titik Jakarta, layanan mulai dibuka lebih luas. Skema ini dibuat agar pelanggan memperoleh respons cepat dan mitra dapat menjangkau lokasi dengan efisien.

Tarif jasa antre dipatok pada kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000 per jam. Besaran ini disesuaikan dengan durasi antre dan tingkat kesulitan lokasi.

Dari sistem tersebut, mitra berpeluang memperoleh penghasilan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari. Pendapatan itu bergantung pada jumlah pesanan dan lama waktu antre yang dijalani.

Sistem Mitra Dibuat Terbatas

Elan menegaskan bahwa satu mitra hanya dapat menangani satu antrean dalam satu waktu. Sistem ini dibuat agar layanan tetap fokus dan tidak menimbulkan tumpang tindih pesanan.

Ia juga menilai masih banyak anggapan bahwa satu jastiper bisa mengerjakan banyak antrean sekaligus. Padahal, model operasional yang diterapkan Antriin.id justru menempatkan satu mitra untuk satu order.

Hingga kini, jumlah mitra Antriin.id disebut telah bertambah menjadi lebih dari 230 orang. Mereka tersebar di wilayah Jabodetabek untuk mendukung ketersediaan layanan.

Selain untuk kebutuhan makanan viral, layanan jastip antrean juga dibuka untuk keperluan lain. Salah satunya adalah jasa titip antre rumah sakit, yang dinilai memiliki kebutuhan tinggi di masyarakat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!