Antriin.id Bawa Tren Jastip Antre ke Aplikasi

Teknologi Moh. Royhan Nahado 22 Mei 2026 11:13 WIB 5
Antriin.id Bawa Tren Jastip Antre ke Aplikasi

Profesi jasa titip atau jastip kini berkembang melampaui pembelian makanan dan barang, karena muncul tren baru berupa jasa titip antre atau joki antrean. Melalui layanan ini, masyarakat dapat membayar orang lain untuk menggantikan posisi mereka saat menunggu antrean di lokasi tertentu.

Salah satu pihak yang menangkap peluang tersebut adalah Elan Setiawan, yang kemudian mengembangkan aplikasi Antriin.id sebagai wadah layanan jastip antre. Menurut dia, kebutuhan pasar sudah ada sejak lama, tetapi belum tersedia platform yang membuat proses pemesanan lebih mudah dan terstruktur.

Jastip Antre Jadi Peluang Baru

Elan mengatakan, jasa titip antre sebenarnya sudah lama dilakukan secara informal. Namun, praktik itu belum memiliki sistem yang rapi untuk mempertemukan pelanggan dengan penyedia jasa. Kondisi tersebut membuat banyak orang masih mengandalkan WhatsApp atau Instagram untuk mencari joki antrean. Dari situ, ia melihat peluang untuk menghadirkan satu aplikasi yang bisa menampung kebutuhan itu.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan dalam Antriin.id, yang dirancang sebagai platform khusus jastip antre. Konsepnya dibuat agar pengguna dapat memesan antrean pada lokasi yang dibutuhkan melalui aplikasi. Sistem itu juga menampilkan estimasi harga sebelum pesanan dibuat. Dengan pola tersebut, proses transaksi menjadi lebih jelas bagi pelanggan maupun mitra.

Elan menilai layanan semacam ini bisa menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin menghemat waktu. Antrean panjang di sejumlah tempat kerap membuat orang memilih solusi praktis. Dalam skema ini, pengguna tetap mendapatkan layanan sesuai kebutuhan tanpa harus hadir lebih lama di lokasi. Model bisnis tersebut menjadi dasar pertumbuhan layanan jastip antre yang ia bangun.

Pengembangan Aplikasi Sejak Awal

Elan menjelaskan, pengembangan Antriin.id dimulai sejak awal 2025. Proses desain dan pengkodean dilakukan secara mandiri oleh dirinya sendiri. Aplikasi itu kemudian menjalani peluncuran awal pada pertengahan Juli 2025. Pada tahap awal, fokus utama perusahaan adalah mencari mitra yang dapat melayani permintaan antrean.

Ketika diluncurkan, jumlah mitra yang bergabung masih sekitar 100 orang. Setelah itu, layanan mulai dibuka untuk publik pada Oktober 2025 atau setelahnya. Langkah bertahap ini dilakukan agar sistem operasional tetap berjalan stabil. Elan menilai pendekatan tersebut penting untuk memastikan pengalaman pengguna tetap baik.

Ia menyebut seluruh proses, mulai dari pembuatan aplikasi hingga operasional harian, dijalankan tanpa tim besar. Kondisi itu membuat pengembangan platform berjalan lebih fleksibel, meski penuh tantangan. Meski demikian, jumlah mitra terus bertambah seiring meningkatnya minat pasar. Saat ini, Antriin.id mencatat lebih dari 230 mitra yang tersebar di wilayah Jabodetabek.

Sistem Jastip Antre Mirip Ojol

Konsep layanan yang dibangun Antriin.id dibuat menyerupai jasa ojek online. Pengguna mengunduh aplikasi, lalu memesan jasa titip antre sesuai lokasi yang diinginkan. Setelah itu, sistem akan menampilkan estimasi tarif yang harus dibayar. Dengan alur tersebut, layanan dibuat sederhana dan mudah dipahami pengguna baru.

Para penyedia jasa di platform ini disebut mitra, karena mereka yang mewakili pelanggan untuk menunggu di lokasi antrean. Agar permintaan bisa dibuat, harus ada mitra yang berada di sekitar lokasi dengan radius minimal 1 kilometer dan maksimal 10 kilometer. Skema ini dirancang supaya antrean bisa dijalankan secara efektif. Setelah mitra tersedia di titik tertentu, barulah permintaan untuk publik dibuka.

Elan menegaskan bahwa sistem antrean di aplikasinya tidak dibuat untuk menumpuk banyak pesanan dalam satu tangan. Setiap mitra hanya diperbolehkan mengambil satu antrean dalam satu waktu. Menurut dia, aturan itu penting agar layanan tetap fokus dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Dengan model ini, satu permintaan akan ditangani oleh satu mitra secara langsung.

Tarif Jastip Antre dan Cuan

Dari sisi tarif, jasa titip antre dipatok sekitar Rp30.000 hingga Rp40.000 per jam. Besaran ini bergantung pada durasi antrean dan kebutuhan di lapangan. Sistem pembayaran tersebut memberi kepastian bagi pengguna sejak awal pemesanan. Di sisi lain, mitra juga bisa memperkirakan potensi pendapatan mereka.

Menurut Elan, mitra berpeluang memperoleh penghasilan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari. Angka tersebut tentu bergantung pada jumlah pesanan yang diterima. Mitra yang aktif mengambil orderan bisa mendapat pemasukan lebih besar. Potensi itu menjadi salah satu daya tarik utama dari layanan jastip antre.

Selain antrean untuk makanan viral, Antriin.id juga membuka layanan jastip antre rumah sakit. Ekspansi ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap jasa antre cukup luas. Bagi sebagian orang, waktu menjadi faktor paling berharga dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, jasa titip antre dipandang bukan sekadar tren, melainkan peluang usaha yang terus tumbuh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!