Batuk yang tak kunjung sembuh kerap dianggap keluhan ringan, padahal dalam kasus tertentu gejala itu bisa menandakan masalah serius di dalam tubuh. Hal inilah yang dialami seorang wanita asal Spanyol, Monica Deyanira Cabrera Barajas, setelah batuk terus-menerus selama sekitar satu bulan.
Karena merasa khawatir, Monica akhirnya memutuskan memeriksakan diri ke dokter. Hasil rontgen justru mengejutkan, karena dokter menemukan anting hidung atau septum piercing berada di dalam tubuhnya.
Batuk yang Tak Biasa
Keluhan Monica bermula dari batuk yang tidak kunjung reda selama beberapa minggu. Ia semula mengira kondisi itu hanyalah gangguan biasa yang akan membaik dengan sendirinya.
Namun, batuk yang berlangsung lama membuatnya mulai cemas. Ia kemudian memilih mencari pertolongan medis agar penyebabnya bisa diketahui lebih pasti.
Pemeriksaan awal dilakukan untuk menelusuri sumber keluhan yang dialaminya. Dari proses itu, dokter menemukan ada benda asing yang tidak semestinya berada di dalam tubuhnya.
Temuan tersebut langsung mengubah dugaan awal menjadi kasus yang jauh lebih serius. Benda asing itu ternyata adalah anting hidung yang diduga masuk ke saluran napas.
Hasil Rontgen Mengejutkan
Rontgen memperlihatkan posisi benda asing yang sangat tidak biasa. Dokter mendapati anting itu sudah berada jauh di dalam tubuh Monica.
Temuan tersebut membuat tim medis terkejut karena benda kecil itu tidak mudah dideteksi tanpa pemeriksaan lanjutan. Kondisi ini juga menjelaskan mengapa gejala yang muncul tidak kunjung hilang.
Monica mengaku tidak menyadari sama sekali bahwa piercing miliknya hilang. Ia menduga bagian kecil anting tersebut terlepas saat dirinya tidur telentang.
Setelah terlepas, benda itu diduga masuk ke tenggorokan dan terhirup hingga mencapai paru-paru. Proses itulah yang kemudian memicu keluhan batuk berkepanjangan.
Risiko Dekat Aorta
Kondisi yang dialami Monica tergolong sangat berbahaya. Dokter menemukan posisi anting itu sangat dekat dengan aorta, yakni pembuluh darah utama dalam tubuh.
Jaraknya bahkan disebut hanya sekitar setengah milimeter dari struktur vital tersebut. Situasi ini membuat risiko komplikasi menjadi sangat tinggi.
Apabila benda asing itu bergeser atau melukai jaringan di sekitarnya, akibatnya bisa fatal. Ancaman seperti perdarahan hebat atau paru-paru kolaps menjadi kemungkinan yang harus diwaspadai.
Karena letaknya yang sensitif, dokter tidak bisa mengambil tindakan secara sembarangan. Setiap langkah harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak memperburuk kondisi pasien.
Operasi dan Pemulihan
Monica kemudian harus menjalani operasi darurat untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Pada awalnya, prosedur itu diperkirakan berlangsung singkat dan sederhana.
Namun, upaya pertama tidak berjalan sesuai rencana karena anting sudah menempel pada jaringan tubuh. Tim medis pun perlu melakukan tindakan kedua yang lebih kompleks.
Beruntung, operasi lanjutan akhirnya berjalan lancar dan piercing berhasil diangkat. Dokter menyebut Monica sangat beruntung masih bisa selamat dari kondisi berbahaya itu.
Pengalaman tersebut membuat Monica kapok menggunakan piercing meski sebelumnya menyukainya. Ia mengaku trauma setelah nyaris kehilangan nyawa akibat benda kecil yang tak terduga itu.
