Airlangga Bantah DSI Jadi Biang Kerok Pelemahan IHSG

Forex & Saham Gilang Nabaris 27 Mei 2026 23:45 WIB 2
Airlangga Bantah DSI Jadi Biang Kerok Pelemahan IHSG

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG. Ia menegaskan pelemahan pasar saham lebih dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Di tengah tekanan yang sempat membuat indeks terkoreksi tajam, Airlangga menyebut IHSG pada perdagangan pagi ini kembali bergerak di zona hijau. Ia juga memastikan dunia usaha, baik domestik maupun asing, tetap menyambut baik kebijakan pemerintah dan siap bekerja sama dengan badan baru tersebut.

IHSG dan Sentimen Global

Airlangga menyatakan koreksi IHSG merupakan hal yang wajar dalam dinamika pasar. Menurutnya, pelemahan yang terjadi tidak bisa langsung dikaitkan dengan pembentukan DSI.

Ia menjelaskan bahwa salah satu pemicu tekanan pasar adalah rebalancing indeks MSCI. Faktor ini kerap memengaruhi pergerakan saham karena investor menyesuaikan portofolio sesuai komposisi indeks.

Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026), Airlangga menegaskan pasar saham masih bergerak normal. Ia menilai aksi ambil untung dan penyesuaian portofolio juga turut menambah tekanan di bursa.

Meski sempat melemah, ia melihat arah perdagangan berikutnya mulai pulih. Kondisi itu, menurutnya, menunjukkan kepercayaan pasar belum terganggu secara fundamental.

Penjelasan soal DSI

PT Danantara Sumberdaya Indonesia pertama kali diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI. Badan ini bertugas mengelola ekspor komoditas strategis nasional.

Airlangga menilai keberadaan badan tersebut justru mendapat respons positif dari pelaku usaha. Ia menyebut sosialisasi yang dilakukan pemerintah berjalan baik dan diterima luas.

Menurut Airlangga, hampir seluruh asosiasi usaha, baik dalam maupun luar negeri, mengapresiasi kebijakan pemerintah. Mereka juga disebut siap bekerja sama dengan badan yang dibentuk pemerintah itu.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah spekulasi bahwa DSI menjadi sumber kegelisahan pasar. Pemerintah, kata Airlangga, tetap menjaga komunikasi dengan pelaku ekonomi agar kebijakan baru dipahami secara utuh.

Pergerakan indeks saham

IHSG tercatat melemah 0,82 persen ke level 6.318,50 pada penutupan perdagangan Rabu (20/5/2026). Tekanan semakin dalam ketika pada pukul 11.19 WIB indeks anjlok lebih dari 2 persen saat pidato Presiden Prabowo terkait tata kelola ekspor SDA disampaikan.

Pada perdagangan Kamis (21/5/2026), IHSG kembali terkoreksi dan ditutup di level 6.094. Posisi itu setara penurunan 233 poin atau sekitar 3,54 persen.

Namun, pada penutupan perdagangan hari ini, indeks kembali bergerak naik dan berada di kisaran 6.100-an. Penguatan sekitar 1,1 persen itu menjadi sinyal pemulihan setelah tekanan dua hari berturut-turut.

Pergerakan tersebut menunjukkan pasar masih merespons berbagai sentimen secara cepat. Investor kini menanti arah kebijakan lanjutan dan perkembangan faktor eksternal yang memengaruhi bursa.

Respons pelaku usaha

Airlangga menegaskan pelaku usaha dalam negeri maupun luar negeri tetap menilai kebijakan pemerintah secara positif. Ia menyebut pandangan itu muncul setelah pemerintah melakukan sosialisasi kepada berbagai asosiasi.

Menurutnya, dukungan dunia usaha penting untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah volatilitas pasar saham. Karena itu, pemerintah terus membuka ruang dialog dengan sektor swasta.

Kerja sama dengan DSI juga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis. Pemerintah berharap langkah ini memberi manfaat bagi perdagangan nasional dan penerimaan negara.

Di sisi lain, pemulihan IHSG diharapkan dapat menjaga kepercayaan investor. Dengan sentimen global yang masih fluktuatif, pasar dinilai tetap membutuhkan kepastian kebijakan dan komunikasi publik yang konsisten.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!