Anrez Adelio Siap Tes DNA untuk Buktikan Status Anak

Lifestyle Clara Monica 21 Mei 2026 18:32 WIB 6
Anrez Adelio Siap Tes DNA untuk Buktikan Status Anak

Anrez Adelio buka suara terkait perselisihan dengan seorang wanita bernama Friceilda Prillea atau Icel, usai menjalani pemeriksaan di kantor polisi terkait laporan dugaan kekerasan seksual. Ia menegaskan siap menjalani tes DNA untuk memastikan status biologis anak yang disebut lahir dari hubungan mereka, pada Selasa, 19 Mei 2026, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Menurut Anrez, langkah tersebut penting agar semua pihak mendapat kejelasan melalui jalur hukum dan medis yang sah. Ia juga menyayangkan sikap pihak Icel yang dinilainya justru membuat proses pembuktian menjadi sulit dan tidak terbuka.

Tes DNA Jadi Fokus

Anrez menilai tes DNA adalah cara paling tepat untuk menjawab persoalan yang sedang bergulir. Ia mengatakan tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum ada hasil yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Baginya, transparansi adalah kunci agar tidak ada pihak yang dirugikan. Karena itu, ia menyatakan siap mengikuti seluruh prosedur yang diperlukan.

Dalam keterangannya, Anrez menegaskan dirinya tidak menolak tanggung jawab jika hasil tes menunjukkan adanya hubungan biologis. Ia hanya ingin memastikan semuanya jelas sebelum melangkah lebih jauh. Sikap itu, menurut dia, justru menunjukkan itikad baik. Dengan begitu, polemik yang berkembang dapat diselesaikan secara objektif.

Anrez juga mengaku yakin dengan keinginannya untuk menjalani pemeriksaan DNA. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk keterbukaan terhadap fakta. Ia berharap proses ini tidak lagi dipenuhi dugaan atau spekulasi. Dengan adanya hasil medis, ia menilai semua pihak bisa mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.

Klaim Sudah Beritikad Baik

Selain soal tes DNA, Anrez membantah tudingan bahwa dirinya tidak mau bertanggung jawab. Ia menyebut komunikasi dengan Icel sebenarnya sudah dilakukan sejak masa kehamilan. Menurutnya, upaya pendampingan juga sempat disampaikan sejak awal. Namun, ia mengklaim ada pihak yang justru mempersulit proses tersebut.

Anrez mengatakan dirinya telah berusaha mengurus berbagai kebutuhan sejak sebelum persalinan. Ia menuturkan, niat untuk hadir dan membantu sudah ada sejak lama. Karena itu, ia merasa penilaian yang menyudutkannya tidak sepenuhnya tepat. Ia berharap publik bisa melihat persoalan ini secara utuh.

Ia juga menegaskan bahwa semua langkah yang ditempuhnya bukan untuk menghindar. Sebaliknya, ia ingin memastikan proses berjalan terbuka dan sesuai aturan. Menurutnya, sikap itu penting agar tidak muncul kesalahpahaman baru. Ia pun meminta agar semua pihak menunggu proses hukum dan medis berjalan.

Keluhan Soal Akses

Di tengah polemik yang berlangsung, Anrez mengaku heran dengan perubahan sikap pihak Icel. Ia menyebut sebelumnya ada tuntutan pembuktian yang disampaikan ke publik. Namun, saat dirinya meminta akses untuk bertemu bayi dan melakukan tes DNA, ia justru merasa tidak mendapat jawaban yang jelas. Kondisi itu membuat proses semakin rumit.

Anrez mengatakan hingga kini ia belum memperoleh alamat atau lokasi keberadaan bayi tersebut. Menurutnya, informasi itu penting agar komunikasi dapat berjalan dengan baik. Tanpa data yang jelas, ia menilai penyelesaian perkara menjadi terhambat. Ia pun kembali menegaskan bahwa dirinya tidak berniat lepas tangan.

Ia menuturkan, pihaknya hanya ingin kepastian agar langkah selanjutnya bisa ditempuh secara benar. Anrez juga berharap tidak ada lagi pernyataan yang memperkeruh keadaan. Baginya, solusi terbaik adalah bertemu, berdialog, dan menjalani pemeriksaan resmi. Dengan demikian, semua pihak dapat memperoleh kejelasan yang adil.

Menunggu Proses Berjalan

Meski komunikasi saat ini disebut terputus, Anrez memastikan dirinya tetap terbuka untuk menyelesaikan masalah ini. Ia mengatakan siap menerima hasil apa pun selama prosesnya dilakukan secara sah. Baginya, keputusan yang lahir dari pemeriksaan medis akan jauh lebih kuat daripada perdebatan di ruang publik. Sikap itu juga dinilainya sebagai bentuk tanggung jawab.

Anrez berharap ada itikad baik dari pihak Icel agar proses dapat berlanjut tanpa hambatan. Ia menilai pembuktian seharusnya tidak dijadikan alat untuk saling menyudutkan. Dalam pandangannya, kepentingan anak harus menjadi prioritas utama. Karena itu, ia ingin semua pihak fokus pada solusi, bukan pada konflik.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali kesiapannya menjalani tes DNA. Anrez mengatakan akan memberi kabar lebih lanjut jika ada perkembangan terbaru. Ia berharap situasi ini segera menemukan titik terang. Dengan begitu, persoalan yang berlarut dapat diselesaikan secara terbuka dan bertanggung jawab.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!