Anggur Berpotensi Bantu Lindungi Kulit dari Sinar UV

Lifestyle Clara Monica 23 Mei 2026 23:42 WIB 15
Anggur Berpotensi Bantu Lindungi Kulit dari Sinar UV

Paparan sinar matahari sulit dihindari, terutama bagi orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, sunscreen kerap menjadi andalan untuk melindungi kulit dari dampak buruk sinar ultraviolet.

Namun, perlindungan dari luar ternyata bukan satu-satunya cara. Penelitian terbaru menemukan bahwa perlindungan kulit juga berpotensi dibantu dari dalam tubuh, melalui camilan sederhana yang hanya mengandung sekitar 62 kalori per sajian.

Anggur dan perlindungan kulit

Sebuah studi kecil menunjukkan bahwa konsumsi anggur berpotensi membantu memperkuat pertahanan alami kulit terhadap kerusakan akibat sinar matahari. Temuan ini bahkan disebut dapat memengaruhi respons kulit hingga ke tingkat genetik.

Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuwan dari Western New England University, atau WNEU. Sebanyak 29 responden dilibatkan dalam studi ini setelah lebih dulu menjalani pola makan khusus selama dua minggu.

Langkah itu dilakukan untuk menghilangkan faktor makanan lain yang dapat memengaruhi hasil penelitian. Setelah fase awal selesai, para peserta mulai mengonsumsi bubuk anggur beku kering yang dicampur air dua kali sehari selama dua minggu.

Metode penelitian WNEU

Jumlah bubuk anggur yang diberikan setara dengan sekitar tiga porsi anggur segar per hari. Para peneliti kemudian membandingkan kondisi kulit peserta sebelum dan sesudah intervensi dilakukan.

Sampel jaringan kulit diambil dari dua area tubuh yang berbeda. Satu sampel berasal dari kulit yang menerima paparan sinar ultraviolet dosis rendah, sedangkan sampel lain diambil dari area pinggul yang terlindungi.

Pendekatan ini bertujuan melihat apakah anggur dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap efek sinar UV. Dengan membandingkan dua lokasi kulit, peneliti bisa menilai perubahan yang mungkin terjadi secara lebih jelas.

Dampak sinar ultraviolet

Sinar ultraviolet diketahui mampu menembus kulit dan merusak DNA sel. Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat memicu kulit terbakar matahari atau sunburn.

Jika paparan terjadi terus-menerus, dampaknya bisa lebih serius. Risiko yang muncul mencakup penuaan dini hingga peningkatan kemungkinan kanker kulit.

Karena itu, para ahli menilai perlindungan kulit perlu dilakukan dari berbagai sisi. Sunscreen, pakaian pelindung, dan kebiasaan menghindari paparan berlebih tetap menjadi langkah utama.

Temuan awal perlu kehati-hatian

Dari 29 responden, hanya empat orang yang menghasilkan sampel jaringan berkualitas tinggi untuk dianalisis. Seluruh peserta yang datanya dapat dipakai merupakan perempuan dengan tipe kulit yang cenderung mudah terbakar matahari.

Jumlah sampel yang kecil membuat hasil studi ini belum dapat digeneralisasi secara luas. Meski begitu, temuan tersebut membuka peluang riset lanjutan tentang peran anggur dalam kesehatan kulit.

Dengan kata lain, anggur tidak bisa diposisikan sebagai pengganti sunscreen. Namun, konsumsi buah ini berpotensi menjadi pelengkap gaya hidup sehat yang mendukung perlindungan kulit dari dalam.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!