Anggun C Sasmi dan Aturan Perhiasan untuk Kirana

Lifestyle Clara Monica 24 Mei 2026 18:21 WIB 4
Anggun C Sasmi dan Aturan Perhiasan untuk Kirana

Anggun C Sasmi kembali menjadi sorotan setelah tampil dalam film Para Perasuk dan menerima Golden Visa dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Di tengah perhatian publik terhadap perjalanan kariernya, pelantun Tua Tua Keladi itu mengungkap sisi lain kehidupannya sebagai ibu, terutama soal kedekatannya dengan sang putri, Kirana.

Salah satu kebiasaan yang paling sering dibahas di rumah mereka adalah soal perhiasan. Anggun mengaku memiliki aturan tegas, Kirana tidak diperbolehkan memakai perhiasan sebelum berusia 18 tahun, karena ia ingin anaknya memahami makna aksesori tersebut sejak dini.

Anggun dan perhiasan keluarga

Anggun menuturkan bahwa sejak kecil, Kirana kerap memperhatikan gelang dan perhiasan yang dipakainya. Sang anak bahkan sering meminta untuk meminjam aksesori ibunya, namun Anggun memilih menundanya hingga usia yang dianggap lebih matang.

Bagi Anggun, perhiasan bukan sekadar pelengkap penampilan, melainkan simbol nilai dan kedewasaan. Ia ingin Kirana mengenalnya sebagai sesuatu yang eksklusif dan memiliki makna, bukan hanya benda yang dipakai untuk bergaya.

Dalam pandangan Anggun, perhiasan sebaiknya diperkenalkan melalui proses yang tepat. Ia tidak ingin putrinya memandang perhiasan secara terburu-buru, melainkan sebagai bagian dari apresiasi terhadap keindahan dan kualitas.

Pendekatan itu sejalan dengan cara keluarganya memaknai diamond sejak lama. Ibunda dan neneknya menjadikan perhiasan sebagai warisan kasih sayang yang diwariskan lintas generasi.

Aturan untuk Kirana

Anggun menjelaskan bahwa aturan di rumah dibuat agar Kirana memahami arti kesabaran. Menurutnya, usia remaja adalah masa yang tepat untuk mulai mengenal perhiasan secara bertahap, tanpa kehilangan pemahaman tentang nilai di baliknya.

Ia menyebut masa depan Kirana akan memasuki fase perkenalan perhiasan, namun tetap dengan pengawasan. Anggun menegaskan bahwa keputusan itu bukan larangan permanen, melainkan bentuk pendidikan agar anak menghargai sesuatu yang dianggap istimewa.

Dalam perbincangan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Anggun mengisyaratkan bahwa kesempatan memakai perhiasan bisa datang setelah Kirana lebih dewasa. Ia memilih memberi ruang agar putrinya tumbuh dengan pemahaman yang utuh sebelum menikmati aksesori mewah.

Aturan tersebut juga mencerminkan gaya pengasuhan Anggun yang tenang dan terukur. Ia ingin setiap keputusan dalam keluarga memiliki alasan yang jelas, terutama ketika berkaitan dengan benda bernilai tinggi seperti perhiasan.

Makna diamond bagi Anggun

Anggun memandang diamond sebagai simbol kasih sayang yang tidak biasa. Baginya, kualitas batu permata yang terbaik adalah bentuk perhatian yang diwariskan dari ibu dan nenek, sehingga memiliki nilai emosional yang kuat.

Ia menilai perhiasan yang baik harus memberi kesan elegan tanpa terlihat berlebihan. Prinsip itu membuatnya menyukai tampilan yang understated, tetapi tetap tidak biasa dan penuh karakter.

Menurut Anggun, memberi perhiasan juga berarti memberi tahu seseorang bahwa ia layak menerima sesuatu yang eksklusif. Karena itu, setiap detail dalam sebuah perhiasan sebaiknya memiliki makna dan niat yang jelas.

Pandangan tersebut membentuk cara Anggun memilih aksesori dalam berbagai kesempatan. Ia tidak hanya melihat keindahan fisik, tetapi juga cerita dan nilai personal di baliknya.

Alasan Wanda memilih Anggun

Wanda Ponika, pendiri Wanda House of Jewels, menilai Anggun sebagai sosok yang paling sesuai untuk menjadi House Ambassador sekaligus D color Lady. Menurutnya, ada keselarasan kuat antara karakter Anggun dan nilai yang diusung merek tersebut.

Wanda menyebut kecocokan itu bukan hanya terlihat dari penampilan, melainkan dari sisi jiwa. Semakin banyak berbincang dengan Anggun, ia merasa penyanyi itu mencerminkan semangat yang ingin ditampilkan Wanda House of Jewels.

Ia juga menegaskan bahwa mereknya bukan sekadar toko perhiasan, melainkan pembuat perhiasan dengan perhatian tinggi pada detail. Setiap karya dibuat dengan intensi, sehingga memiliki nilai lebih dari sekadar aksesori mewah.

Anggun pun mengapresiasi pendekatan tersebut karena sejalan dengan cara pandangnya terhadap perhiasan. Menurutnya, sebuah perhiasan yang baik harus memiliki perhatian, kualitas, dan makna yang terasa sejak pertama kali dikenakan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!