Ammar Zoni Dipindahkan ke Nusakambangan, Fokus pada Kondisi Mental

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 13 Mei 2026 17:20 WIB 8
Ammar Zoni Dipindahkan ke Nusakambangan, Fokus pada Kondisi Mental

Ammar Zoni telah dipindahkan dari lembaga pemasyarakatan ke Nusakambangan setelah dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dalam kasus peredaran narkoba. Proses pemindahan ini memantik respons publik dan keluarga, yang menyatakan akan menilai langkah hukum lanjutan melalui jalur PK. Aditya Zoni, adik Ammar, menegaskan bahwa seluruh langkah selanjutnya akan diserahkan kepada penasihat hukum keluarga.

Di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (13/5/2026), Aditya memaparkan harapan keluarga terkait kondisi kakaknya. Ia menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah kondisi mental dan kesehatan Ammar di Nusakambangan. Keluarga juga menegaskan keinginan untuk segera berkomunikasi dengan Ammar guna memastikan kondisinya dalam keadaan baik.

Rencana PK Kedepan

Aditya menegaskan bahwa langkah lanjutan akan sepenuhnya diserahkan kepada penasihat hukum keluarga. Pihak keluarga mempertimbangkan opsi PK sebagai bagian dari upaya hukum Ammar. Meskipun demikian, fokus utama mereka tetap pada dukungan terhadap Ammar selama proses berjalan.

PK dipandang sebagai opsi yang adil jika melihat proses hukum yang berjalan. Namun belum ada kepastian terkait jadwal, mekanisme, maupun syarat yang perlu dipenuhi. Informasi lebih lanjut akan disampaikan melalui pengacara keluarga ketika ada perkembangan.

Keputusan akhir mengenai PK, menurut Aditya, berada di tangan penasihat hukum. Ia berharap proses tersebut berjalan transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Keluarga yakin PK bisa menjadi jalan yang tepat jika memang diperlukan.

Kondisi Mental Ammar

Aditya menekankan bahwa kondisi mental Ammar di Nusakambangan menjadi prioritas utama keluarga. Ia percaya kesehatan jiwa Ammar mempengaruhi bagaimana ia menjalani masa hukuman. Keluarga berharap fasilitas pendampingan dan dukungan yang memadai tersedia untuk Ammar.

Aditya juga mengungkapkan keinginan untuk segera berkomunikasi dengan Ammar guna memantau kondisinya. Mereka berupaya membuka jalur komunikasi agar kabar tentang Ammar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan. Kondisi Ammar di Nusakambangan menjadi fokus utama sebelum pembahasan soal langkah hukum lebih lanjut.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa aspek kesehatan fisik dan mental tetap menjadi prioritas keluarga. Keluarga berharap informasi tentang Ammar disampaikan melalui jalur resmi agar tidak disalahartikan. Interaksi langsung dengan Ammar dinilai penting untuk menenangkan keluarga dan Ammar.

Kenangan dan Beban Publik

Aditya turut menyebut kenangan bersama Ammar dan almarhum ayahnya sebagai bagian dari perjalanan keluarga. Ia menyatakan kehilangan figur ayah menambah beban emosional yang harus ditanggung. Kenangan itu membuat mereka sangat merindukan masa-masa kebersamaan tersebut.

Ia juga menyoroti dampak pemberitaan media yang berlarut-larut, yang dianggap bisa memicu tekanan tambahan bagi keluarga. Ia khawatir arsip media akan tetap ada dan bisa dilihat oleh anak-anak atau cucu Ammar di masa depan. Keluarga berharap pemberitaan dapat berjalan lebih bijak dan tidak memperburuk kondisi psikologis mereka.

Aditya menyebut perpindahan Ammar ke Nusakambangan sebagai pukulan telak bagi keluarga. Ia menekankan bahwa beban ini tidak hanya dirasakan oleh Ammar, melainkan juga oleh keluarganya. Keluarga berharap masa sulit ini mendapat dukungan publik dan respons dari otoritas hukum.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!