Airlangga Pastikan Transisi Kebijakan Ekspor Berjalan Lancar

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 25 Mei 2026 13:09 WIB 4
Airlangga Pastikan Transisi Kebijakan Ekspor Berjalan Lancar

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan membuka penjelasan yang lebih lengkap kepada investor dan pelaku usaha terkait kebijakan ekspor baru sebelum transisi ke PT DSI dimulai pada 1 Juni 2026. Ia menegaskan, masa peralihan itu disiapkan agar seluruh pelaku usaha memahami perubahan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam tanpa menimbulkan gangguan pada aktivitas bisnis.

Airlangga menyampaikan hal tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Mei 2026. Di sisi lain, pasar saham merespons pengumuman kebijakan itu dengan tekanan, setelah IHSG sempat bergerak menguat lalu berbalik melemah hingga ditutup turun 0,82 persen.

Kebijakan Ekspor Baru Dijelaskan

Airlangga mengatakan pemerintah akan memberikan penjelasan kepada para investor sebelum 1 Juni 2026. Langkah ini ditempuh agar pelaku usaha mengetahui arah kebijakan baru secara utuh.

Menurut dia, pada tahap awal pemerintah telah melakukan keterbukaan informasi melalui mekanisme pelaporan. Transparansi tersebut menjadi bagian dari proses penyesuaian tata kelola ekspor yang baru.

Ia menekankan bahwa komunikasi dengan dunia usaha akan terus diperkuat selama masa transisi. Pemerintah ingin memastikan tidak ada salah tafsir yang dapat memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Masa Transisi Tetap Berjalan

Airlangga menjamin masa transisi kebijakan ekspor akan berjalan lancar. Selama tiga bulan awal, ekspor masih dapat dilakukan oleh perusahaan masing-masing seperti biasa.

Ia menyebut skema itu berlaku untuk sektor yang selama ini sudah berjalan, termasuk batu bara, CPO, dan feronikel. Dalam periode tersebut, pelaporan ekspor akan langsung disampaikan kepada Danantara.

Pemerintah menilai masa tiga bulan cukup untuk menyempurnakan sistem yang akan digunakan. Dengan begitu, penyesuaian teknis dapat dilakukan tanpa mengganggu arus ekspor yang sudah berlangsung.

Dampak Pada Pasar Saham

Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG sempat berada di zona hijau pada awal perdagangan. Indeks bahkan naik lebih dari 1 persen ke level 6.459,55 sebelum berbalik arah.

Setelah pengumuman kebijakan baru terkait tata kelola ekspor komoditas SDA, tekanan jual meningkat sepanjang sesi perdagangan. IHSG kemudian ditutup melemah ke posisi 6.318,50 atau turun 52,179 poin.

Secara persentase, indeks terkoreksi 0,82 persen pada penutupan perdagangan kemarin. Pelemahan itu menunjukkan pasar sedang mencermati implikasi kebijakan baru terhadap emiten terkait komoditas.

Fokus Pada Transparansi Ekspor

Pemerintah menempatkan transparansi sebagai elemen utama dalam kebijakan ekspor yang baru. Skema pelaporan kepada Danantara diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan keterlacakan arus komoditas.

Airlangga menilai keterbukaan informasi penting untuk menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha. Dengan komunikasi yang jelas, proses penyesuaian kebijakan diharapkan tidak menimbulkan gejolak yang berlebihan.

Ke depan, pemerintah akan terus menyempurnakan sistem selama masa transisi berlangsung. Targetnya, kebijakan ekspor baru dapat diterapkan secara lebih tertib, efisien, dan tetap mendukung kegiatan usaha nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!