Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia menegaskan pelemahan pasar saham lebih dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Airlangga menyampaikan IHSG justru kembali bergerak di zona hijau pada perdagangan pagi ini. Ia juga memastikan dunia usaha, baik dari dalam maupun luar negeri, menyambut positif kebijakan pemerintah dan siap bekerja sama dengan DSI.
IHSG dan sentimen pasar
Airlangga menjelaskan koreksi IHSG merupakan respons yang wajar di pasar modal. Menurutnya, pergerakan itu tidak bisa langsung dikaitkan dengan satu kebijakan tertentu. Ia menyebut faktor eksternal tetap menjadi penentu utama dalam tekanan indeks.
Ia menyoroti rebalancing indeks MSCI sebagai salah satu pemicu pelemahan yang terjadi belakangan ini. Proses tersebut membuat sejumlah emiten mengalami tekanan jual. Kondisi itu kemudian memengaruhi laju IHSG secara keseluruhan.
Di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Airlangga menegaskan bahwa pasar masih menunjukkan respons positif. Ia menyebut pembukaan perdagangan pagi ini memperlihatkan pemulihan. Hal itu dinilai sebagai tanda bahwa investor tetap mencermati fundamental pasar.
DSI dan respons pelaku usaha
Menurut Airlangga, hampir seluruh asosiasi usaha, baik domestik maupun internasional, mengapresiasi kebijakan pemerintah. Ia mengatakan sosialisasi yang dilakukan telah memberi pemahaman yang lebih jelas kepada pelaku usaha. Dari hasil pertemuan itu, banyak pihak menyatakan siap bekerja sama dengan badan yang dibentuk pemerintah.
DSI pertama kali diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI. Badan tersebut ditugaskan mengelola ekspor komoditas strategis. Pemerintah menilai kehadirannya penting untuk memperkuat tata kelola sumber daya alam.
Airlangga menilai dukungan dunia usaha menjadi sinyal bahwa kebijakan tersebut dapat dijalankan secara efektif. Ia menyebut pelaku usaha melihat peluang kerja sama jangka panjang. Karena itu, pemerintah optimistis DSI dapat berjalan tanpa menimbulkan gangguan pada pasar.
Pergerakan IHSG terkini
IHSG tercatat melemah 0,82 persen ke level 6.318,50 pada penutupan perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Pada pukul 11.19 WIB, indeks bahkan sempat turun lebih dari 2 persen saat Presiden Prabowo menyampaikan pidato terkait tata kelola ekspor komoditas SDA. Tekanan tersebut menunjukkan pasar masih sangat sensitif terhadap sentimen kebijakan dan global.
Pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, IHSG kembali melemah dan ditutup di level 6.094. Indeks itu turun 233 poin atau sekitar 3,54 persen dibandingkan hari sebelumnya. Pelemahan beruntun ini mempertegas tingginya volatilitas di pasar saham domestik.
Meski begitu, pada penutupan perdagangan hari ini IHSG kembali menguat di kisaran 6.100-an. Kenaikannya tercatat sekitar 1,1 persen, sehingga memberi sinyal pemulihan jangka pendek. Pergerakan tersebut menunjukkan investor masih mencermati arah kebijakan dan sentimen eksternal secara hati-hati.
Prospek pasar saham
Airlangga meminta publik tidak tergesa-gesa menilai kebijakan baru sebagai penyebab utama pelemahan indeks. Ia menekankan pasar saham selalu dipengaruhi banyak faktor yang bergerak bersamaan. Karena itu, koreksi tidak dapat dilepaskan dari dinamika global yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, pemulihan IHSG pada perdagangan pagi ini memberi ruang optimisme bagi pelaku pasar. Kondisi itu menunjukkan adanya minat beli yang kembali masuk setelah tekanan sebelumnya. Stabilitas sentimen menjadi faktor penting bagi keberlanjutan penguatan indeks.
Pemerintah berharap komunikasi dengan pelaku usaha dan investor terus terjaga. Dengan begitu, kekhawatiran pasar dapat diredam melalui penjelasan yang terbuka dan konsisten. Airlangga pun menegaskan bahwa pemerintah tetap fokus menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional.
