Airlangga Bantah Danantara Jadi Biang Turunnya IHSG

Forex & Saham Gilang Nabaris 31 Mei 2026 15:06 WIB 3
Airlangga Bantah Danantara Jadi Biang Turunnya IHSG

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan. Ia menilai pelemahan pasar saham lebih dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International. Pernyataan itu disampaikan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Mei 2026. Airlangga juga menyebut IHSG pada perdagangan pagi ini sudah kembali berada di zona hijau.

Menurut Airlangga, koreksi yang terjadi pada pasar saham merupakan hal yang wajar dalam dinamika perdagangan. Ia menyoroti bahwa tekanan pada emiten lebih banyak terkait penyesuaian indeks daripada kebijakan pemerintah. Pada saat yang sama, pengusaha dalam dan luar negeri disebut tetap menyambut baik langkah pemerintah. Mereka bahkan dinilai siap bekerja sama dengan badan yang dibentuk untuk mengelola ekspor komoditas strategis.

IHSG dan Sentimen Global

Airlangga menjelaskan bahwa pasar saham bergerak mengikuti faktor eksternal yang cukup kuat. Salah satunya adalah rebalancing MSCI yang membuat sejumlah emiten mengalami tekanan. Kondisi ini, menurut dia, memicu koreksi pada IHSG. Ia menegaskan bahwa pergerakan tersebut tidak bisa langsung dikaitkan dengan lahirnya Danantara Sumberdaya Indonesia.

Dalam pandangannya, fluktuasi indeks merupakan hal yang lumrah di bursa. Investor disebut cenderung bereaksi terhadap perubahan komposisi indeks dan arah pasar global. Situasi itu kemudian memengaruhi psikologi perdagangan di lantai bursa. Karena itu, pelemahan yang terjadi dinilai lebih tepat dibaca sebagai koreksi teknis.

Airlangga juga menilai bahwa sentimen pasar tidak berdiri sendiri. Kebijakan moneter dan kondisi ekonomi dunia ikut menentukan arah pergerakan saham domestik. Saat tekanan eksternal meningkat, pasar Indonesia ikut merasakan dampaknya. Meski begitu, ia memastikan fundamental ekonomi nasional masih terjaga.

Ketika pasar beradaptasi, indeks dapat bergerak naik maupun turun dalam waktu singkat. Menurut Airlangga, kondisi seperti itu tidak mengindikasikan masalah pada kebijakan pemerintah. Ia meminta publik melihat pergerakan IHSG secara lebih utuh. Dengan demikian, pembentukan badan baru tidak sepatutnya menjadi satu-satunya sasaran tudingan.

Danantara dan Respons Pengusaha

PT Danantara Sumberdaya Indonesia pertama kali diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI. Badan tersebut bertugas mengelola ekspor komoditas strategis. Pemerintah menempatkannya sebagai bagian dari penguatan tata kelola sumber daya alam. Langkah itu disebut untuk memberi nilai tambah yang lebih besar bagi negara.

Airlangga mengatakan kebijakan tersebut telah disosialisasikan kepada para pelaku usaha. Setelah penjelasan diberikan, respons yang diterima disebut sangat positif. Hampir seluruh asosiasi dari dalam dan luar negeri menyatakan apresiasi. Mereka juga menunjukkan kesiapan untuk bekerja sama dengan badan yang dibentuk pemerintah.

Menurut dia, dukungan dari kalangan usaha menjadi sinyal penting bagi pelaksanaan kebijakan baru. Kepastian regulasi dinilai membantu dunia usaha membaca arah kebijakan pemerintah. Dalam konteks ini, komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha disebut berjalan baik. Hal tersebut diharapkan menjaga kepercayaan pasar tetap solid.

Ia menambahkan, pengusaha pada dasarnya melihat peluang dari kebijakan yang lebih terarah. Kolaborasi dengan badan baru diyakini dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas. Pemerintah pun berharap pengelolaan ekspor komoditas strategis dapat berlangsung lebih efisien. Dengan begitu, manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih merata.

Pergerakan IHSG Terkini

IHSG sempat melemah 0,82 persen ke level 6.318,50 pada penutupan perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Tekanan kemudian semakin kuat pada Kamis, 21 Mei 2026, ketika indeks ditutup di level 6.094. Penurunan itu setara sekitar 233 poin atau 3,54 persen. Saat pidato Presiden Prabowo terkait tata kelola ekspor SDA disampaikan, IHSG bahkan sempat terjun lebih dari 2 persen.

Pergerakan yang tajam itu menunjukkan pasar sedang menghadapi tekanan cukup besar. Banyak investor merespons kabar dan perubahan komposisi indeks dengan sikap hati-hati. Kondisi tersebut membuat transaksi bergerak lebih fluktuatif dari biasanya. Namun, tekanan itu belum tentu mencerminkan arah jangka panjang pasar.

Pada perdagangan hari ini, IHSG kembali menguat dan bergerak di kisaran 6.100-an. Penguatan tersebut tercatat sekitar 1,1 persen pada penutupan perdagangan. Pergerakan naik ini menjadi tanda bahwa pasar masih memiliki daya pulih. Sentimen positif mulai muncul setelah tekanan beruntun pada dua hari sebelumnya.

Airlangga menyebut penguatan itu sebagai bukti bahwa pasar dapat menyesuaikan diri. Ia menilai investor tetap melihat prospek ekonomi Indonesia secara hati-hati namun optimistis. Selama sentimen global mereda, ruang pemulihan indeks masih terbuka. Pemerintah pun disebut akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar.

Optimisme Pemerintah Jaga Pasar

Airlangga menegaskan pemerintah memahami kekhawatiran pelaku pasar terhadap gejolak IHSG. Karena itu, komunikasi kebijakan akan terus diperkuat agar tidak menimbulkan salah persepsi. Ia menilai kejelasan informasi penting untuk meredam spekulasi. Dengan penjelasan yang konsisten, pasar diharapkan dapat merespons secara lebih rasional.

Pemerintah juga ingin memastikan kebijakan strategis tetap berjalan tanpa mengganggu iklim investasi. Menurut Airlangga, stabilitas pasar menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kepercayaan investor. Ia menolak narasi yang menghubungkan pembentukan badan baru dengan kejatuhan indeks. Sebaliknya, faktor global disebut masih menjadi penjelasan yang paling masuk akal.

Dari sisi pelaku usaha, apresiasi terhadap kebijakan pemerintah dianggap sebagai modal penting. Dukungan itu menunjukkan bahwa kebijakan dapat diterima selama dijelaskan dengan baik. Airlangga menyebut pengusaha siap terlibat dalam kerja sama yang dibangun. Hal ini diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi nasional ke depan.

Dengan posisi IHSG yang kembali menguat, pemerintah berharap kepercayaan pasar terus membaik. Pergerakan saham akan tetap dipantau seiring dinamika global dan domestik. Airlangga memastikan koreksi tidak perlu dibaca secara berlebihan. Menurutnya, fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan pasar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!