Airlangga Bantah Danantara Jadi Biang Kerok Pelemahan IHSG

Forex & Saham Kevin S. Pratama 01 Juni 2026 15:05 WIB 7
Airlangga Bantah Danantara Jadi Biang Kerok Pelemahan IHSG

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG. Menurut dia, pelemahan indeks lebih dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), sementara pada perdagangan pagi ini IHSG kembali berada di zona hijau.

Airlangga menyampaikan hal itu di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026), usai pemerintah menjelaskan kebijakan tata kelola ekspor komoditas strategis yang menjadi tugas badan tersebut. Ia menegaskan koreksi di pasar saham merupakan hal yang wajar dan tidak dapat langsung dikaitkan dengan keberadaan DSI.

IHSG dan sentimen global

Airlangga menilai pergerakan IHSG dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi kondisi pasar yang lebih luas. Salah satu pemicunya adalah penyesuaian indeks MSCI yang membuat sebagian emiten mengalami tekanan. Ia menyebut koreksi seperti itu lumrah terjadi dalam perdagangan saham.

“Sebetulnya IHSG itu kan kemarin ada apa indeks daripada emiten yang keluar dari apa namanya lembaga rating, nah tentu koreksi itu suatu hal yang wajar,” ujar Airlangga. Ia menambahkan bahwa pasar akan selalu merespons informasi global dengan cepat. Karena itu, penurunan indeks tidak otomatis berkaitan dengan kebijakan pemerintah.

Pada perdagangan pagi ini, IHSG disebut telah kembali bergerak di zona hijau. Kondisi tersebut, menurut Airlangga, menunjukkan pasar masih memiliki daya tahan. Ia menegaskan pemerintah terus memantau dinamika pasar modal secara cermat.

Reaksi pengusaha terhadap kebijakan

Airlangga juga memastikan para pelaku usaha memberikan respons positif terhadap kebijakan pemerintah. Menurut dia, dukungan datang dari kalangan pengusaha domestik maupun asing setelah sosialisasi dilakukan. Mereka menilai pembentukan badan pengelola tersebut sebagai langkah yang perlu dipahami lebih jauh.

Ia menyebut hampir seluruh asosiasi usaha menyambut baik kebijakan itu. Para pelaku usaha, lanjutnya, juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan badan yang dibentuk pemerintah. Respons tersebut dinilai penting untuk menjaga kepastian bagi dunia usaha.

“Hampir dari seluruh asosiasi baik dalam maupun luar negeri mereka mengapresiasi kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan mereka siap untuk bekerja sama dengan badan yang dibentuk oleh pemerintah,” kata Airlangga. Pernyataan itu menunjukkan upaya pemerintah membangun kepercayaan pasar. Dengan demikian, isu DSI tidak semestinya dibaca sebagai sentimen negatif tunggal bagi pasar saham.

Pergerakan IHSG beberapa hari

IHSG tercatat melemah 0,82 persen pada penutupan perdagangan Rabu (20/5/2026) ke level 6.318,50. Pada pukul 11.19 WIB, saat pidato Presiden Prabowo Subianto terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam disampaikan, indeks sempat turun lebih dari 2 persen. Tekanan itu memperlihatkan tingginya sensitivitas pasar terhadap isu kebijakan.

Pada perdagangan Kamis (21/5/2026), IHSG kembali tertekan dan ditutup di level 6.094. Indeks terkoreksi 233 poin atau sekitar 3,54 persen. Penurunan tersebut menjadi salah satu pelemahan harian yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Namun pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG kembali menguat di kisaran 6.100-an. Penguatan tercatat sekitar 1,1 persen dan memberi sinyal pemulihan pasar. Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan sebelumnya belum sepenuhnya mengubah arah tren jangka pendek.

DSI dan ekspektasi pasar

PT Danantara Sumberdaya Indonesia pertama kali diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI. Badan ini disebut akan bertugas mengelola ekspor komoditas strategis. Pemerintah berharap keberadaannya dapat memperkuat tata kelola dan nilai tambah sumber daya alam.

Meski begitu, kemunculan badan baru tersebut sempat memunculkan spekulasi di pasar. Sejumlah pelaku pasar mengaitkannya dengan volatilitas IHSG yang terjadi bersamaan dengan pengumuman kebijakan. Airlangga menolak hubungan sebab-akibat yang terlalu sederhana antara keduanya.

Ia menegaskan pemerintah terus membuka dialog dengan dunia usaha agar kebijakan baru dapat dipahami secara utuh. Dengan komunikasi yang lebih luas, pemerintah berharap pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap isu kebijakan. Di tengah tekanan eksternal, stabilitas kepercayaan investor menjadi faktor penting bagi pergerakan IHSG berikutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!