Airlangga Bantah Danantara DSI Jadi Penyebab IHSG Melemah

Forex & Saham Kevin S. Pratama 01 Juni 2026 21:17 WIB 7
Airlangga Bantah Danantara DSI Jadi Penyebab IHSG Melemah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan. Ia menegaskan pelemahan pasar saham lebih dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International atau MSCI.

Airlangga menyampaikan hal itu di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Mei 2026. Ia juga menuturkan bahwa pada perdagangan pagi ini, IHSG sudah bergerak di zona hijau dan menunjukkan pemulihan.

IHSG Dan Sentimen Global

Airlangga mengatakan pelemahan IHSG pada perdagangan sebelumnya merupakan hal yang wajar dalam dinamika pasar. Menurutnya, koreksi muncul karena adanya perubahan pada emiten yang keluar dari indeks tertentu. Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa langsung dikaitkan dengan pembentukan badan baru yang diumumkan pemerintah.

Dalam keterangannya, Airlangga menyebut pasar saham memang sedang merespons faktor eksternal yang lebih luas. Salah satunya adalah rebalancing MSCI yang kerap memengaruhi pergerakan indeks di berbagai negara. Ia menambahkan bahwa koreksi di market merupakan fenomena yang lazim terjadi.

Pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, IHSG tercatat melemah 0,82 persen ke level 6.318,50. Kemudian, saat pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam disampaikan, indeks sempat tertekan lebih dari 2 persen. Tekanan itu berlanjut pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, ketika IHSG ditutup di level 6.094 atau turun sekitar 3,54 persen.

Meski demikian, pada penutupan perdagangan Jumat, IHSG kembali menguat ke kisaran 6.100-an. Penguatan tersebut mencapai sekitar 1,1 persen dan menjadi sinyal bahwa pasar mulai merespons positif. Airlangga menilai pergerakan seperti ini menunjukkan volatilitas yang masih wajar di tengah sejumlah sentimen yang berkembang.

DSI Dan Respons Pengusaha

Airlangga menjelaskan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam pengelolaan ekspor komoditas strategis. Badan itu pertama kali diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI. Pemerintah, kata dia, ingin memperkuat tata kelola sektor yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah disosialisasikan kepada pelaku usaha. Setelah penjelasan diberikan, respons dunia usaha dinilai positif. Menurut Airlangga, para pengusaha memahami arah kebijakan yang ditempuh pemerintah.

Airlangga menyebut hampir seluruh asosiasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, memberikan apresiasi atas langkah pemerintah. Mereka juga dinilai siap bekerja sama dengan badan yang dibentuk pemerintah itu. Hal ini, menurutnya, memperlihatkan adanya kepercayaan pelaku usaha terhadap kebijakan ekonomi yang dijalankan.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa DSI tidak dipandang sebagai faktor negatif oleh kalangan usaha. Sebaliknya, badan itu disebut dapat membuka ruang kerja sama baru dalam pengelolaan komoditas strategis. Pemerintah pun berharap langkah ini memberi dampak jangka panjang bagi perekonomian nasional.

Pasar Saham Merespons Kebijakan

Pergerakan IHSG dalam beberapa hari terakhir menunjukkan respons pasar yang cukup cepat terhadap berbagai informasi. Kebijakan pemerintah, pidato pejabat negara, dan sentimen global sama-sama memberi pengaruh pada arah perdagangan. Kondisi ini membuat investor perlu mencermati perkembangan secara lebih hati-hati.

Dalam situasi seperti itu, koreksi pada indeks tidak selalu mencerminkan masalah fundamental. Banyak faktor eksternal yang dapat memicu aksi jual atau penyesuaian portofolio. Karena itu, penurunan yang terjadi pada awal pekan tidak serta-merta menggambarkan gangguan jangka panjang.

Di sisi lain, penguatan kembali IHSG pada perdagangan terakhir memberi ruang optimisme bagi pasar. Pemulihan ini menunjukkan bahwa minat investor masih terjaga meskipun volatilitas tinggi. Pelaku pasar tampaknya mulai menilai ulang sentimen yang sebelumnya menekan indeks.

Airlangga menilai kondisi tersebut perlu dibaca sebagai dinamika normal dalam pasar modal. Ia menekankan bahwa pemerintah tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi. Dengan begitu, kepercayaan pasar diharapkan tetap terpelihara di tengah perubahan sentimen yang cepat.

Prospek Stabilitas Ekonomi

Pemerintah menganggap penguatan koordinasi dalam pengelolaan ekspor komoditas strategis sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi nasional. Kebijakan ini diharapkan mendorong efisiensi, transparansi, dan nilai tambah bagi negara. Dalam jangka panjang, langkah tersebut juga ditujukan untuk menjaga daya saing Indonesia.

Di pasar keuangan, arah kebijakan pemerintah kerap menjadi perhatian utama investor. Namun, Airlangga menilai respons positif dari asosiasi usaha menunjukkan adanya ruang yang kuat untuk kolaborasi. Hal itu menjadi modal penting agar kebijakan baru tidak menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan.

Pelaku pasar kini menunggu konsistensi kebijakan dan kepastian implementasi di lapangan. Kejelasan regulasi dinilai akan menjadi faktor penting dalam menjaga sentimen terhadap saham dan investasi. Jika komunikasi pemerintah berjalan baik, risiko salah tafsir terhadap kebijakan bisa ditekan.

Dengan IHSG yang mulai bergerak naik kembali, pasar masih memiliki peluang untuk stabil dalam waktu dekat. Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai tekanan eksternal dari pasar global. Perkembangan MSCI dan arus modal internasional diperkirakan masih menjadi penentu arah perdagangan selanjutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!