Tatang Sutardi, 56 tahun, tak menyangka keputusan membuka Agen BRILink pada 2017 akan mengubah kondisi ekonomi keluarganya. Dari usaha kecil di Depok, ia kini berhasil membangun rumah impian dan menyekolahkan tiga anaknya hingga perguruan tinggi. Kisah ini menunjukkan, layanan perbankan yang dekat dengan warga dapat menjadi pintu perubahan hidup yang nyata.
Di kediamannya di Jalan Kenanga Baru, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Tatang menjalani pagi dengan suasana hangat sambil menjaga dua keponakannya. Sesekali, ia menengok ayam bangkok peliharaannya di pekarangan rumah, sebelum kemudian bergantian dengan sang istri mengelola Agen BRILink di Jalan Proklamasi, Abadijaya. Lokasi usaha itu sangat strategis karena berada tepat di seberang Kantor BRI Unit Proklamasi.
BRILink Ubah Ekonomi Keluarga
Tatang mengaku semula hanya berjualan warung kopi gerobakan saat merantau dari Kuningan ke Depok pada 1998. Ia kemudian mengembangkan usaha menjadi warung kopi dan kelontong di Jalan Proklamasi. Perlahan, usaha yang sederhana itu menjadi sumber modal awal bagi langkah berikutnya.
Pada 2014, pihak bank mulai menawarkan dirinya menjadi Agen BRILink. Namun, saat itu Tatang belum tertarik karena warung kopi dan kelontong miliknya masih ramai pembeli. Ia juga merasa ragu karena lokasi usaha sangat dekat dengan kantor bank.
Keputusan baru diambil pada akhir 2017 setelah ia melihat peluang yang lebih besar. Menurut Tatang, kehadiran agen justru membuat aktivitas transaksi masyarakat semakin hidup. Dari situ, penghasilan keluarga pun mulai terbantu secara signifikan.
Dari Warkop Menjadi Agen
Perjalanan usaha Tatang tidak terjadi dalam waktu singkat. Ia memulai dari pekerjaan serabutan sebelum akhirnya fokus membangun usaha kecil milik sendiri. Langkah itu menjadi fondasi penting sebelum ia mengenal layanan BRILink.
Saat pertama kali ditawari menjadi agen, Tatang sempat berpikir panjang. Ia khawatir membuka layanan di dekat kantor bank justru membuat usahanya canggung. Setelah dicoba, kekhawatiran itu terbukti tidak beralasan.
Ia menyebut usaha BRILink justru berjalan nyaman karena kebutuhan transaksi warga terus ada. Para pelanggan datang untuk berbagai keperluan, mulai dari setor tunai hingga tarik tunai. Aktivitas tersebut membuat usahanya bertahan dan berkembang lebih stabil.
Peran Istri Dalam Usaha
Dalam menjalankan layanan, Tatang berbagi tugas dengan istrinya, Yuli. Pada pagi hari, Yuli berjaga di gerai BRILink, sementara Tatang menangani shift sore hingga tengah malam. Pola kerja itu membuat usaha tetap beroperasi sepanjang hari.
Keluarga menjadi kekuatan utama dalam menjaga kelancaran usaha tersebut. Saat Tatang berada di rumah, ia membantu mengurus keponakan dan merawat ayam bangkok kesayangannya. Rutinitas itu menunjukkan bahwa ia tetap menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga.
Menurut Tatang, dukungan keluarga membuatnya lebih tenang menjalankan usaha. Pembagian peran yang jelas juga membantu pelayanan kepada nasabah tetap berjalan baik. Dengan cara itu, usaha kecil mereka mampu bertahan dalam jangka panjang.
Harapan Untuk Masa Depan
Berkat pendapatan yang lebih baik, Tatang berhasil mewujudkan rumah impian untuk keluarganya. Ia juga mampu mengantarkan ketiga anaknya menempuh pendidikan tinggi. Pencapaian itu menjadi bukti bahwa usaha kecil bisa memberi dampak besar jika dikelola dengan tekun.
Tatang menilai keberadaan Agen BRILink sangat membantu masyarakat sekitar. Warga tidak perlu selalu pergi jauh untuk melakukan transaksi perbankan. Di sisi lain, pelaku usaha seperti dirinya juga mendapat peluang penghasilan tambahan.
Ia berharap usaha yang dirintisnya terus berjalan lancar dan memberi manfaat lebih luas. Tatang pun ingin tetap menjaga layanan yang ramah agar pelanggan merasa nyaman. Dari Depok, kisahnya menjadi contoh bagaimana konsistensi dan keberanian mencoba bisa mengubah kehidupan keluarga.
