5G Dinilai Jadi Kunci Transformasi Digital Indonesia

Teknologi BRH 22 Mei 2026 21:11 WIB 13
5G Dinilai Jadi Kunci Transformasi Digital Indonesia

Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi 5G. Meski sudah diperkenalkan sejak lima tahun lalu, adopsi jaringan seluler generasi kelima di Tanah Air masih tergolong rendah.

Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menilai 5G bukan lagi sekadar peningkatan jaringan seluler, melainkan fondasi bagi perkembangan kecerdasan buatan, cloud, dan otomatisasi industri. Menurut dia, peran teknologi ini menjadi semakin penting karena Indonesia menargetkan diri masuk lima besar ekonomi dunia pada 2045.

5G dan Visi Ekonomi Digital

Nora mengatakan, Indonesia memiliki ambisi besar dalam Visi Indonesia Emas 2045. Untuk mencapai target tersebut, infrastruktur digital harus menjadi perhatian utama. Dalam pandangannya, 5G berada di pusat perubahan itu.

Ia menegaskan bahwa 5G akan berfungsi sebagai infrastruktur kritikal dalam proses digitalisasi nasional. Tanpa jaringan yang mumpuni, berbagai sektor sulit berkembang secara optimal. Karena itu, 5G perlu ditempatkan sebagai prioritas strategis.

Menurut Nora, jika Indonesia ingin menjadi ekonomi digital yang kompetitif, maka pembangunan 5G harus dipercepat. Pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya di IndoTelko Forum, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Ia menilai momentum tersebut tidak boleh terlewat.

5G dan Laju Adopsi Global

Secara global, 5G disebut sebagai teknologi seluler dengan adopsi tercepat sejak era 2G. Perkembangan itu didorong oleh efisiensi energi yang lebih baik. Selain itu, jaringan ini menawarkan kecepatan tinggi dan latensi yang jauh lebih rendah.

Berdasarkan laporan Ericsson Mobility, jumlah pelanggan 5G global telah mencapai sekitar 2,9 miliar pada akhir tahun lalu. Angka tersebut diproyeksikan melonjak menjadi 6,4 miliar pada 2031. Tren ini menunjukkan bahwa 5G terus bergerak menjadi standar baru konektivitas.

Di Indonesia, kontribusi 5G diperkirakan melampaui 30 persen dari total langganan seluler pada 2030. Namun saat ini penetrasinya masih berada di bawah 10 persen. Pelaku industri disebut tengah berupaya mempercepat adopsi tersebut.

5G Dorong Nilai Ekonomi

Nora mengungkapkan, berdasarkan data GSMA, implementasi 5G berpotensi menambah sekitar USD 41 miliar terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia hingga 2030. Nilai itu dianggap sangat besar karena dampaknya menjangkau banyak sektor. 5G tidak hanya berkaitan dengan konektivitas, tetapi juga pertumbuhan ekonomi nasional.

Teknologi ini diyakini membuka ruang inovasi di manufaktur pintar, smart city, layanan kesehatan digital, pendidikan, logistik, hingga energi. Dengan jaringan yang lebih cepat dan stabil, proses bisnis dapat berjalan lebih efisien. Kondisi itu juga dapat memperkuat daya saing industri dalam negeri.

Menurut Nora, peluang ekonomi dari 5G akan semakin terasa ketika implementasinya dilakukan secara merata. Infrastruktur yang kuat dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif. Pada akhirnya, manfaatnya tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga masyarakat luas.

5G, AI, dan Cloud

Ericsson melihat masa depan transformasi digital Indonesia akan ditentukan oleh tiga pilar utama, yakni Artificial Intelligence, cloud, dan mobile connectivity berbasis 5G. Ketiga elemen itu saling melengkapi dalam membangun ekosistem digital yang lebih modern. Tanpa koneksi yang andal, pemanfaatan teknologi canggih akan sulit berkembang maksimal.

Dalam konteks industri, AI membutuhkan jaringan yang stabil, cepat, dan responsif. Kebutuhan tersebut hanya dapat didukung secara optimal oleh 5G. Karena itu, otomasi berskala besar dipandang sebagai salah satu peluang terbesar bagi Indonesia.

Seiring semakin masifnya penggunaan AI, tingkat adopsi 5G di Indonesia diprediksi ikut meningkat. Hubungan keduanya akan menciptakan dorongan baru bagi inovasi lintas sektor. Dengan fondasi digital yang kuat, Indonesia dinilai memiliki modal lebih besar untuk mengejar target ekonomi jangka panjang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!