32 UMKM Binaan Pertamina Catat Transaksi Rp1,2 Miliar di Inacraft

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 01 Juni 2026 02:03 WIB 4
32 UMKM Binaan Pertamina Catat Transaksi Rp1,2 Miliar di Inacraft

Hari pertama pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft Oktober 2025, langsung memberi hasil besar bagi 32 UMKM binaan Pertamina. Dalam satu hari, para pelaku usaha itu membukukan transaksi penjualan lebih dari Rp1,2 miliar di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 1-5 Oktober 2025.

Ajang ini menjadi ruang penting bagi UMKM untuk bertemu pembeli ritel, memperluas jaringan bisnis, dan membuka pasar ke mancanegara. Capaian tersebut menunjukkan kesiapan produk binaan Pertamina setelah melalui kurasi, pelatihan, dan pendampingan intensif sebelum tampil di pameran.

UMKM Pertamina di Inacraft

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan bahwa para UMKM binaan telah dipersiapkan sebelum mengikuti Inacraft. Persiapan itu mencakup kurasi, seleksi, coaching clinic, branding, packaging, storytelling, hingga penataan display booth.

Menurut Fadjar, hasil transaksi hari pertama mencerminkan kegigihan para pelaku usaha dalam mematangkan produk mereka. Ia menilai kesiapan tersebut membuat UMKM binaan mampu langsung mencatat penjualan yang baik sejak pameran dibuka.

Inacraft menjadi panggung strategis bagi UMKM untuk menunjukkan kualitas produk di hadapan pengunjung yang beragam. Selain konsumen ritel, para peserta juga berkesempatan menjangkau buyer potensial dari sektor swasta maupun pemerintah.

Pertamina menempatkan keikutsertaan UMKM dalam pameran ini sebagai bagian dari penguatan daya saing usaha kecil. Langkah tersebut sekaligus mendukung perluasan pasar bagi produk lokal agar lebih dikenal di tingkat nasional dan internasional.

Transaksi Kainnesia Melonjak

Salah satu UMKM yang mencatat transaksi besar adalah Kainnesia milik Nur Salam dari Umbulharjo, Yogyakarta. Baru satu hari mengikuti pameran, Kainnesia memperoleh pesanan seragam dan souvenir senilai lebih dari Rp300 juta.

Pesanan itu datang dari perusahaan pelayaran serta sejumlah kementerian yang tertarik pada produk yang ditampilkan. Capaian tersebut menegaskan bahwa Inacraft masih menjadi ajang penting bagi UMKM untuk memperoleh kontrak bisnis bernilai besar.

Kainnesia memanfaatkan momentum pameran untuk memperkenalkan produk dengan pendekatan yang lebih profesional. Kehadiran buyer dari berbagai latar belakang memberi peluang bagi UMKM untuk memperluas portofolio pelanggan.

Keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa produk lokal dapat bersaing ketika dikemas dengan presentasi yang tepat. Bagi pelaku usaha, transaksi awal seperti ini menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan penjualan setelah pameran berakhir.

Smart Batik Raih Pasar Baru

UMKM lain yang menonjol adalah Smart Batik atau CV Smart Batik Indonesia milik Miftahudin Nur Insan asal Yogyakarta. Usaha ini membawa produk kain batik, fesyen batik, hingga payung batik ramah lingkungan berbahan Batik Sawit.

Produk unggulan Smart Batik sebelumnya telah diperkenalkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Sejumlah produknya juga digunakan menteri dan artis nasional pada ajang Anugerah Komedi Indonesia 2025.

Pada hari pertama Inacraft, Smart Batik mencatat transaksi lebih dari Rp125 juta dari penjualan Kain Batik Sawit dan Payung Batik. Angka tersebut memperlihatkan tingginya minat pasar terhadap produk batik yang dikemas dengan inovasi berkelanjutan.

Miftahudin menilai keikutsertaan di Inacraft bersama Pertamina memberi dampak besar bagi pengembangan usahanya. Selain meningkatkan penjualan, partisipasi itu juga membuka peluang jaringan baru dengan buyer domestik maupun internasional.

Dukungan Pertamina untuk UMKM

Dalam pameran tersebut, 32 UMKM binaan Pertamina tersebar di beberapa lokasi sesuai kategori produknya. Sebanyak 18 UMKM wastra, kriya, fesyen, dan aksesori tampil di Lobby Hall A.

Selain itu, ada 6 UMKM makanan dan minuman yang berpartisipasi di Talam Hall B. Sementara itu, 7 UMKM co-branding membeli booth mandiri di area pameran untuk memperluas jangkauan penjualan.

Pertamina juga mengusung konsep booth Youthpreneur: Craft, Culture, Future sebagai bagian dari strategi promosi. Konsep ini dilengkapi display produk, penjualan, business matching dengan buyer, serta aktivasi digital seperti lucky dip dan mobcast.

Fadjar menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang dijalankan secara rutin. Program ini juga sejalan dengan visi Asta Cita, khususnya pada poin ketiga yang menekankan penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan industri kreatif.

Dampak bagi Ekonomi Kreatif

Keberhasilan para UMKM binaan di Inacraft menunjukkan bahwa pameran masih menjadi kanal efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Koneksi antara produk lokal, kurasi yang kuat, dan peluang pasar yang luas memberi hasil yang nyata bagi pelaku usaha.

Pencapaian transaksi lebih dari Rp1,2 miliar pada hari pertama menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan usaha kecil. Angka tersebut juga memperlihatkan bahwa produk UMKM Indonesia memiliki daya saing ketika dipresentasikan dalam ajang berskala besar.

Partisipasi di pameran seperti Inacraft bukan hanya soal penjualan, tetapi juga tentang membangun reputasi dan kepercayaan pasar. Melalui ajang ini, UMKM memperoleh ruang untuk memperkenalkan nilai tambah produk dan kualitas layanan mereka.

Dengan dukungan pendampingan berkelanjutan, UMKM binaan diharapkan mampu menjaga momentum setelah pameran usai. Pertumbuhan ini penting agar kontribusi sektor usaha kecil terhadap ekonomi nasional semakin kuat dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!