Sebanyak 100 usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM resmi lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025 setelah disaring dari 730 peserta UMK Academy 2025. Program ini diarahkan untuk memperkuat pelaku usaha yang siap berkolaborasi, memperluas jejaring bisnis, dan naik kelas menjadi agregator mandiri.
Para peserta akan menjalani pembinaan intensif selama empat minggu, kemudian 10 UMKM terbaik akan memperoleh pendampingan eksklusif selama enam bulan untuk memperkuat kapasitas usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan dampak ekonomi serta sosial. Pertamina menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen mendorong UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Pertapreneur Dorong UMKM Tumbuh
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa Pertamina terus memperkuat peran strategis UMKM dalam perekonomian nasional. Menurut dia, UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi juga bagian penting dari daya saing bangsa di tingkat global.
Baron menegaskan bahwa program Pertapreneur Aggregator dirancang bukan sekadar untuk mencetak pengusaha yang berhasil secara bisnis. Program ini juga diarahkan melahirkan pemimpin perubahan yang mampu membangun ekonomi lokal, sosial, dan hijau secara berkelanjutan.
Pertamina menempatkan UMKM sebagai mitra penting dalam rantai pertumbuhan ekonomi. Melalui pendampingan yang tepat, pelaku usaha diharapkan memiliki kemampuan manajerial yang lebih profesional dan lebih siap menghadapi tantangan pasar.
Fokus pembinaan juga mencakup penguatan kolaborasi antarpelaku usaha agar UMKM dapat tumbuh bersama, bukan berjalan sendiri. Pola ini dinilai penting untuk membangun ekosistem bisnis yang lebih sehat dan tahan terhadap perubahan pasar.
Komposisi Peserta Dari Beragam Sektor
Peserta PAG 2025 didominasi sektor Food & Beverage dengan porsi 45 persen. Setelah itu, sektor Fashion & Wastra menyumbang 31 persen, disusul Craft & Jewellery sebesar 22 persen.
Dua sektor lain, yakni agribisnis dan jasa, masing-masing tercatat sebesar 1 persen. Komposisi ini menunjukkan bahwa program masih sangat relevan dengan sektor-sektor yang memiliki potensi pasar luas dan berkelanjutan.
Secara wilayah, peserta tersebar di delapan regional dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara sebesar 23 persen. Jawa Barat menyusul dengan 20 persen, kemudian Jawa Tengah 15 persen.
Penyebaran tersebut memperlihatkan bahwa minat pelaku UMKM terhadap program pembinaan Pertamina cukup merata di berbagai daerah. Hal ini juga membuka peluang lahirnya agregator baru dari sentra-sentra usaha yang berbeda karakter pasar.
Pembinaan Intensif Empat Pekan
Program PAG 2025 akan berlangsung melalui tahapan Desk Evaluation, Wawancara, hingga Bootcamp dan Mentoring Intensif. Seluruh proses dirancang untuk memetakan kesiapan usaha peserta sebelum masuk ke tahap penguatan lanjutan.
Dalam pembinaan tersebut, peserta akan mempelajari strategi branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching. Materi ini disusun agar UMKM tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga memiliki kesiapan menembus pasar internasional.
Pendekatan intensif ini memberi ruang bagi peserta untuk memperbaiki model bisnis, memperkuat pencatatan keuangan, dan memahami kebutuhan pasar yang lebih luas. Dengan bekal tersebut, UMKM diharapkan lebih profesional dalam menjalankan usaha.
Program empat minggu tersebut menjadi fase penting sebelum penentuan finalis terbaik. Pada tahap ini, kemampuan adaptasi dan kesiapan kolaborasi peserta akan menjadi salah satu penilaian utama.
Target Go Global Bersama Pertamina
Dari 100 peserta awal, Pertamina akan memilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahap Final Pitching dan Awarding. Kesepuluh pelaku usaha itu akan mendapatkan pendampingan eksklusif selama enam bulan untuk menjadi agregator mandiri dan siap go global.
Pendampingan lanjutan tersebut mencakup mentoring CEO, simulasi pitching Dragon's Den, hingga peluang Global Market Matching. Peserta juga akan diarahkan memanfaatkan platform seperti Alibaba, Amazon, dan Shopee International untuk membuka akses pasar yang lebih luas.
Selain akses pasar, peserta terpilih juga akan memperoleh sertifikasi pendukung yang relevan untuk meningkatkan kredibilitas usaha. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi UMKM binaan agar lebih kompetitif di pasar internasional.
Pertamina menilai penguatan ekosistem UMKM menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong transformasi ekonomi produktif di daerah. Melalui program ini, perusahaan berharap UMKM mampu tumbuh finansial, memperkuat rantai pasok, dan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
