100 UMKM Lolos Program Pertamina Pertapreneur 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 22 Mei 2026 20:50 WIB 5
100 UMKM Lolos Program Pertamina Pertapreneur 2025

Sebanyak 100 usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025 setelah terpilih dari 730 peserta UMK Academy 2025. Para peserta akan mengikuti pembinaan lanjutan agar mampu menjadi agregator mandiri, global, dan berkelanjutan.

Program ini menargetkan UMKM yang berkolaborasi dengan pelaku usaha lain dan siap memperluas jejaring bisnis. Selama pendampingan, peserta akan dibantu mentor untuk mengelola usaha secara lebih profesional dan memberi dampak bagi lingkungan sekitar.

Pertamina Dukung UMKM Tumbuh

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan perusahaan terus memperkuat peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa UMKM tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga menjadi pilar penting dalam membangun daya saing bangsa di pasar global.

Baron menyampaikan pernyataan itu dalam keterangan resmi pada Rabu, 12 November 2025. Menurut dia, program Pertapreneur Aggregator dirancang untuk melahirkan pengusaha yang sukses sekaligus pemimpin perubahan.

Ia menambahkan, pendekatan yang dibangun Pertamina tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis. Program ini juga diarahkan untuk menciptakan dampak ekonomi lokal, sosial, dan hijau yang berkelanjutan.

Dengan model pembinaan tersebut, Pertamina berharap UMKM binaan dapat naik kelas secara terukur. Perusahaan menilai penguatan kapasitas pelaku usaha kecil penting untuk memperluas kontribusi terhadap ekonomi nasional.

Komposisi Peserta Beragam

Dari sisi sektor, peserta PAG 2025 didominasi bidang Food & Beverage dengan porsi 45 persen. Di bawahnya terdapat sektor Fashion & Wastra sebesar 31 persen, lalu Craft & Jewellery sebesar 22 persen.

Selain itu, sektor agribisnis dan jasa masing-masing menyumbang 1 persen peserta. Komposisi ini menunjukkan minat UMKM yang cukup beragam dalam mengikuti program pengembangan bisnis Pertamina.

Secara wilayah, peserta tersebar di delapan regional. Konsentrasi tertinggi berasal dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara sebesar 23 persen, disusul Jawa Barat 20 persen, serta Jawa Tengah 15 persen.

Sebaran tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan UMKM tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah. Pertamina mendorong pemerataan akses agar pelaku usaha di berbagai daerah memiliki peluang yang sama untuk berkembang.

Pelatihan Empat Minggu Intensif

Program PAG 2025 akan berlangsung selama empat minggu secara intensif. Tahapannya mencakup desk evaluation, wawancara, hingga bootcamp dan mentoring intensif.

Selama proses itu, peserta akan mempelajari strategi branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching. Materi tersebut disusun untuk menjawab kebutuhan UMKM yang ingin memperluas pasar dan memperkuat daya saing.

Pendekatan pembinaan ini juga menekankan aspek kesiapan operasional dan kemampuan adaptasi bisnis. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan mampu mengelola usaha secara lebih profesional dan efisien.

Pertamina menilai kemampuan teknis dan strategi pasar harus berjalan beriringan. Karena itu, pelatihan difokuskan pada penguatan fondasi bisnis yang dapat diterapkan secara langsung oleh peserta.

Target Sepuluh UMKM Terbaik

Dari 100 peserta awal, Pertamina akan memilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahapan final pitching dan awarding. Sepuluh peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan eksklusif selama enam bulan.

Pendampingan lanjutan itu ditujukan agar mereka dapat menjadi agregator mandiri dan siap go global. Program ini juga membuka ruang untuk memperkuat jejaring usaha yang lebih luas dan berkelanjutan.

Para peserta terbaik akan memperoleh mentoring dari CEO, simulasi pitching Dragon's Den, hingga kesempatan menjangkau pasar internasional. Akses itu juga didukung melalui Global Market Matching serta platform seperti Alibaba, Amazon, dan Shopee International.

Berbagai program tersebut menegaskan komitmen Pertamina dalam mencetak UMKM berdaya saing global. Perusahaan berharap para binaannya mampu tumbuh secara finansial, memperkuat rantai pasok, berkolaborasi, dan menciptakan dampak sosial berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!