100 UMKM Lolos Pertapreneur Aggregator 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 27 Mei 2026 07:58 WIB 3
100 UMKM Lolos Pertapreneur Aggregator 2025

PT Pertamina (Persero) mengumumkan 100 usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025. Mereka terpilih dari 730 peserta UMK Academy 2025 setelah melalui proses seleksi yang menilai kesiapan usaha, potensi kolaborasi, dan peluang pengembangan jaringan bisnis. Program ini digelar untuk mendorong UMKM menjadi agregator yang mandiri, global, dan berkelanjutan. Para peserta akan mengikuti pembinaan lanjutan dengan pendampingan mentor agar usaha mereka semakin profesional dan berdampak bagi lingkungan sekitar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi nasional. Menurut dia, UMKM bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga pilar penting untuk memperkuat daya saing bangsa di tingkat global. Baron menyampaikan hal tersebut dalam keterangan resmi pada Rabu, 12 November 2025. Ia menambahkan bahwa Pertapreneur Aggregator dirancang untuk melahirkan pengusaha yang tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga mampu membawa perubahan sosial dan hijau.

UMKM dan Daya Saing Nasional

Pertamina menempatkan penguatan UMKM sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Fokus program ini tidak berhenti pada peningkatan omzet, tetapi juga pada pembentukan kepemimpinan usaha yang tangguh. Melalui pendekatan tersebut, UMKM diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang lebih terstruktur. Peran itu dinilai penting untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Baron menjelaskan bahwa Pertamina ingin membangun ekosistem usaha yang saling terhubung dan saling menguatkan. Karena itu, peserta program dipilih dari pelaku usaha yang sudah berkolaborasi dengan pelaku bisnis lain. Model agregator dinilai relevan karena membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam rantai pasok. Dengan begitu, UMKM dapat berkembang lebih cepat dan lebih siap menghadapi pasar yang dinamis.

Program PAG 2025 juga diarahkan untuk menumbuhkan dampak sosial di sekitar pelaku usaha. Pertamina menilai keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari pertumbuhan penjualan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap masyarakat. Usaha yang berkembang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dan memperkuat ekonomi daerah. Selain itu, pendekatan berkelanjutan menjadi bagian penting agar pertumbuhan bisnis tetap sejalan dengan kepedulian lingkungan.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang diusung Pertamina. Perusahaan melihat UMKM sebagai bagian dari transformasi ekonomi produktif di berbagai wilayah. Penguatan sektor ini juga diyakini dapat menciptakan lapangan kerja berkualitas. Dalam jangka panjang, langkah tersebut diharapkan memperkuat struktur ekonomi nasional secara lebih merata.

Komposisi Peserta UMKM

Dari sisi sektor usaha, peserta PAG 2025 didominasi oleh bidang Food & Beverage dengan porsi 45 persen. Sektor Fashion & Wastra menyusul dengan kontribusi 31 persen, sedangkan Craft & Jewellery mencapai 22 persen. Dua kategori lainnya, yaitu agribisnis dan jasa, masing-masing menyumbang 1 persen. Komposisi ini menunjukkan dominasi usaha berbasis konsumsi dan kreativitas dalam program tahun ini.

Jika dilihat dari sebaran wilayah, peserta datang dari delapan regional yang berbeda. Konsentrasi tertinggi berada di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dengan porsi 23 persen. Jawa Barat menyusul dengan 20 persen, lalu Jawa Tengah sebesar 15 persen. Penyebaran tersebut menunjukkan bahwa program ini menjangkau pelaku usaha dari berbagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah.

Keragaman sektor dan wilayah menjadi modal penting dalam pembinaan lanjutan. Pertamina menilai peserta yang berasal dari latar belakang berbeda memiliki kebutuhan pengembangan yang juga berbeda. Karena itu, materi pendampingan akan disesuaikan dengan karakter bisnis masing-masing. Pendekatan ini diharapkan membuat hasil pembinaan lebih tepat sasaran dan berdampak nyata.

Keikutsertaan peserta dari berbagai daerah juga memperkuat jejaring antarpelaku UMKM. Dalam praktiknya, kolaborasi lintas wilayah dapat membuka akses pasar yang lebih luas. Pertamina menilai konektivitas semacam ini penting untuk menciptakan skala usaha yang lebih besar. Dengan jaringan yang kuat, UMKM dapat lebih mudah memasuki ekosistem bisnis nasional maupun internasional.

Tahapan Pembinaan Intensif

Program PAG 2025 akan berlangsung selama empat minggu secara intensif. Tahapannya dimulai dari desk evaluation, kemudian wawancara, dan berlanjut ke bootcamp serta mentoring intensif. Peserta akan menjalani proses pembelajaran yang terstruktur untuk memperkuat fondasi bisnis. Setiap tahap dirancang agar pelaku usaha memahami kebutuhan pengembangan secara lebih komprehensif.

Dalam pembinaan itu, peserta akan mempelajari branding, digital marketing, dan manajemen keuangan. Materi lain yang diberikan mencakup ekspor dan business matching untuk memperluas akses pasar. Pendekatan ini ditujukan agar UMKM mampu membaca peluang usaha dengan lebih profesional. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan bisa meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif.

Pertamina menekankan bahwa pembinaan bukan sekadar pelatihan teknis. Mentor akan mendampingi peserta dalam pengelolaan usaha agar lebih rapi, efisien, dan terukur. Pendampingan ini juga diarahkan untuk membangun pola pikir bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang. Selain itu, peserta didorong untuk memahami pentingnya inovasi dalam menjaga keberlanjutan usaha.

Program intensif ini menjadi salah satu instrumen Pertamina dalam membangun UMKM yang lebih adaptif. Di tengah perubahan perilaku konsumen dan percepatan digitalisasi, pelaku usaha dituntut bergerak cepat. Karena itu, pembinaan yang menyentuh aspek operasional dan strategi dianggap sangat relevan. Pertamina berharap peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara langsung dalam usaha masing-masing.

Jalur Menuju Pasar Global

Dari 100 peserta awal, Pertamina akan memilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahap final pitching dan awarding. Sepuluh finalis tersebut akan memperoleh pendampingan eksklusif selama enam bulan. Target akhirnya adalah membentuk agregator mandiri yang siap menembus pasar global. Seleksi ini menjadi pintu penting bagi UMKM untuk naik kelas secara terukur.

Pendampingan lanjutan akan mencakup mentoring CEO dan simulasi pitching ala Dragon's Den. Peserta juga akan diperkenalkan pada peluang global market matching untuk membuka akses bisnis lintas negara. Pertamina menyiapkan jalur yang memungkinkan UMKM menjangkau pasar internasional secara lebih sistematis. Skema ini diharapkan memberi pengalaman nyata dalam menghadapi pembeli dan mitra global.

Selain itu, peserta terpilih akan diarahkan memanfaatkan platform perdagangan seperti Alibaba, Amazon, dan Shopee International. Dukungan tersebut dilengkapi dengan sertifikasi pendukung agar produk lebih siap masuk pasar tujuan. Akses digital dipandang sebagai salah satu kunci agar UMKM mampu memperluas jangkauan penjualan. Dengan dukungan itu, produk lokal berpotensi tampil lebih kompetitif di pasar dunia.

Melalui berbagai program pembinaan UMKM, Pertamina menegaskan komitmennya untuk mencetak pelaku usaha berdaya saing global. Perusahaan berharap binaan yang lahir dari program ini dapat tumbuh secara finansial dan memperkuat rantai pasok. Di saat yang sama, kolaborasi dan dampak sosial menjadi ukuran penting keberhasilan program. Pertamina menilai penguatan ekosistem UMKM akan terus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!