Zuckerberg dan Priscilla Chan Debut di Met Gala 2026

Lifestyle Clara Monica 28 Mei 2026 04:01 WIB 2
Zuckerberg dan Priscilla Chan Debut di Met Gala 2026

Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, menjalani debut mereka di Met Gala 2026 pada Senin, 4 Mei 2026 malam waktu New York City, Amerika Serikat. Kehadiran pasangan ini menjadi sorotan karena tampil di salah satu ajang mode paling bergengsi di dunia, yang tahun ini mengusung tema Costume Art. Zuckerberg memilih setelan tuxedo hitam klasik, sementara Chan tampil dalam gaun merah lengan panjang yang anggun. Keduanya hadir di tengah pengamanan ketat dan suasana acara yang sempat diwarnai aksi protes di sekitar lokasi.

Pasangan pendiri Meta itu tidak muncul bersama di karpet merah, melainkan masuk secara diam-diam ke Metropolitan Museum of Art. Langkah tersebut diambil setelah sempat terjadi protes yang menargetkan Jeff Bezos di area sekitar acara. Kehadiran mereka sebelumnya memang telah diprediksi, karena disebut masuk daftar tamu yang dijadwalkan hadir. Met Gala sendiri dikenal bukan hanya sebagai perhelatan mode, tetapi juga sebagai penggalangan dana besar bagi Costume Institute.

Gaya Formal Zuckerberg dan Chan

Mark Zuckerberg tampil dengan tuxedo hitam yang sederhana namun tetap elegan. Setelan itu dipadukan dengan bow tie, yang mempertegas kesan formal dan rapi. Pilihan busana tersebut selaras dengan citra sang pendiri Meta yang kerap mengedepankan tampilan minimalis. Di tengah sorotan kamera, ia tetap mempertahankan gaya yang tenang dan tidak berlebihan.

Priscilla Chan memilih gaun merah lengan panjang dengan kerah tinggi yang memberi kesan tegas sekaligus mewah. Aksen ruffle dan drapery dari bagian pinggang ke bawah membuat tampilannya terlihat dramatis. Warna merah yang kuat juga menonjol di antara deretan busana para tamu undangan. Penampilannya menjadi pusat perhatian berkat kombinasi struktur busana dan warna yang berani.

Chan melengkapi tampilannya dengan riasan wajah yang minimalis. Fokus utama diarahkan pada lipstik merah terang yang senada dengan gaunnya. Sentuhan itu membuat penampilannya tampak harmonis dan konsisten dari ujung kepala hingga busana. Secara keseluruhan, ia tampil anggun tanpa kehilangan kesan modern.

Makna Tema Costume Art

Met Gala 2026 mengusung tema Costume Art, yang menyoroti hubungan antara busana dan tubuh sebagai medium ekspresi artistik. Tema ini memberi ruang bagi para tamu untuk menampilkan interpretasi personal melalui pilihan pakaian. Tidak hanya soal kemewahan, ajang ini juga menjadi panggung eksplorasi kreativitas. Para desainer dan selebritas pun berlomba menghadirkan konsep yang paling relevan dan menarik.

Dalam konteks tersebut, kehadiran Zuckerberg dan Chan ikut menambah warna pada malam penghargaan tersebut. Meski tidak tampil mencolok secara berlebihan, keduanya tetap selaras dengan karakter acara yang menilai gaya sebagai bagian dari seni. Busana yang mereka pilih menunjukkan pendekatan berbeda, tetapi tetap berada dalam koridor formal. Hal itu menegaskan bahwa Met Gala adalah ruang bagi banyak tafsir mode.

Tema tahun ini juga membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada busana, tetapi juga pada cara para tamu membangun narasi visual. Setiap detail, mulai dari potongan pakaian hingga pilihan warna, memiliki peran penting dalam membentuk kesan akhir. Karena itu, kehadiran pasangan ini ikut menjadi bahan pembicaraan di kalangan pemerhati mode. Mereka dinilai berhasil tampil sesuai konteks tanpa kehilangan identitas masing-masing.

Biaya Besar Ajang Bergengsi

Met Gala dikenal sebagai acara eksklusif dengan biaya kehadiran yang sangat tinggi. Harga tiket individu disebut mencapai sekitar USD 100.000 atau setara Rp 1,6 miliar. Sementara itu, satu meja dibanderol sekitar USD 350.000 atau sekitar Rp 5,6 miliar. Angka tersebut menunjukkan betapa besar skala acara amal tahunan ini.

Perusahaan teknologi milik Zuckerberg, Meta, termasuk salah satu pihak yang membeli meja pada tahun ini. Nama lain yang turut tercatat dalam daftar pembeli meja adalah OpenAI dan Snapchat. Kehadiran perusahaan-perusahaan besar ini menunjukkan kuatnya hubungan antara industri teknologi dan dunia mode. Di sisi lain, dukungan tersebut juga membantu penggalangan dana untuk Costume Institute.

Met Gala tidak hanya menjadi ajang pamer busana, tetapi juga simbol pertemuan antara seni, budaya, dan bisnis. Kehadiran tokoh-tokoh besar dari berbagai sektor memperkuat statusnya sebagai acara paling prestisius di kalender mode dunia. Dalam atmosfer seperti itu, perhatian publik sering kali terbagi antara penampilan tamu dan pesan di balik tema acara. Tahun ini, Zuckerberg dan Chan ikut masuk dalam cerita besar tersebut.

Jeff Bezos Jadi Sorotan

Jeff Bezos dan istrinya, Lauren Sánchez, didapuk sebagai sponsor utama sekaligus honorary co-chairs Met Gala tahun ini. Nama keduanya sejak awal memang menjadi bagian penting dari sorotan publik menjelang acara. Namun, perhatian di sekitar lokasi sempat terganggu oleh aksi protes yang menargetkan Bezos. Situasi itu membuat kedatangan para tamu berlangsung lebih tertutup.

Protes yang terjadi di sekitar area museum menjadi latar menarik di balik gemerlapnya Met Gala. Di satu sisi, acara ini menampilkan kemewahan dan eksklusivitas, tetapi di sisi lain tetap tidak lepas dari dinamika sosial yang mengiringinya. Kondisi tersebut membuat sejumlah tamu memilih masuk tanpa banyak sorotan. Langkah itu juga diambil oleh Zuckerberg dan Chan saat tiba di venue.

Meski begitu, gelaran Met Gala tetap berjalan sebagai ajang utama yang menggabungkan dunia mode dan filantropi. Kehadiran tokoh-tokoh teknologi, bisnis, dan hiburan membuat acara ini selalu menjadi bahan pembicaraan global. Untuk Zuckerberg dan Chan, debut mereka menandai momen baru di panggung mode internasional. Penampilan perdana itu sekaligus menegaskan posisi mereka di antara tamu paling diperhatikan malam itu.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!