XLSmart Siap Agresif Rebut Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Teknologi Moh. Royhan Nahado 30 Mei 2026 08:33 WIB 2
XLSmart Siap Agresif Rebut Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menyatakan siap agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan digelar Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi. Langkah itu diambil sebagai bagian dari strategi memperluas cakupan layanan 5G secara lebih merata di Indonesia.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyebut kedua spektrum itu sangat strategis untuk pengembangan jaringan generasi kelima. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan tetap menilai lelang tersebut penting untuk mendorong pemerataan konektivitas nasional.

Spektrum Strategis Untuk 5G

Merza mengatakan XLSmart ingin memperoleh kedua spektrum tersebut karena dinilai mendukung perluasan jaringan secara signifikan. Menurut dia, 700 MHz dan 2,6 GHz memiliki peran berbeda namun saling melengkapi dalam penguatan layanan 5G.

Frekuensi 700 MHz dikenal ideal untuk memperluas jangkauan sinyal, terutama di wilayah suburban dan pedesaan. Sementara itu, pita 2,6 GHz lebih sesuai untuk menopang kapasitas besar di area perkotaan dengan trafik data tinggi.

Kombinasi keduanya diyakini dapat membantu operator menghadirkan layanan yang lebih stabil dan merata. Karena itu, XLSmart memandang lelang ini sebagai peluang penting untuk mempercepat adopsi 5G di berbagai daerah.

Lelang Diharap Berjalan Lancar

XLSmart berharap proses lelang yang diumumkan Komdigi dapat berlangsung sederhana dan cepat. Merza menilai penyederhanaan proses penting agar implementasi jaringan baru tidak tertunda terlalu lama.

Ia menjelaskan, peserta lelang merupakan tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah. Dengan kondisi itu, perusahaan menilai tidak perlu ada banyak tahapan berbeda seperti pada lelang sebelumnya.

Menurut XLSmart, kepastian jadwal dan mekanisme akan sangat membantu perencanaan investasi jaringan. Perusahaan juga ingin proses tersebut berjalan sesuai rencana agar pengembangan layanan dapat segera dieksekusi.

Kerugian Bersifat Sementara

Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi itu bersifat sementara dan dipengaruhi oleh biaya integrasi jaringan pascamerger.

Antony menyebut ada pula beban percepatan depresiasi perangkat lama yang sebelumnya dimiliki XL sebelum merger dengan Smartfren. Perangkat tersebut kini tidak lagi digunakan sehingga pembukuan perlu menyesuaikan nilai aset yang tersisa.

Ia menilai faktor itu sebagai biaya sekali terjadi atau one time, bukan masalah fundamental bisnis. Meski begitu, perusahaan tetap melihat prospek jangka panjang yang menjanjikan dari hasil integrasi jaringan tersebut.

Pendanaan Dari Kas Operasional

Meski masih mencatat kerugian, XLSmart menegaskan tidak akan mundur dari lelang frekuensi strategis itu. Antony memastikan perusahaan tetap akan ikut serta dalam proses yang disiapkan pemerintah.

Ia mengatakan pendanaan partisipasi lelang akan berasal dari kas operasional perusahaan. Dengan demikian, XLSmart tidak mengandalkan langkah yang berisiko besar terhadap struktur keuangannya.

Manajemen menilai investasi pada spektrum baru sejalan dengan kebutuhan jangka panjang industri telekomunikasi. Jika berhasil memperoleh frekuensi tersebut, XLSmart berharap dapat memperkuat posisi di pasar dan memperluas jangkauan layanan 5G secara nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!