XLSmart mempercepat integrasi jaringan pascamerger antara XL Axiata dan Smartfren, dengan capaian sekitar 70 persen site yang telah terhubung hingga akhir 2025. Progres itu disampaikan manajemen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025 di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Perseroan menyebut langkah ini menjadi fondasi utama untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Di saat yang sama, perusahaan juga mencatat sinergi sebesar USD252 juta sepanjang kuartal II hingga kuartal IV 2025.
Presiden Direktur dan CEO XLSmart, Rajeev Sethi, mengatakan percepatan integrasi jaringan berjalan lebih cepat dari ekspektasi awal. Menurut dia, dukungan pemegang saham melalui RUPST menjadi dorongan bagi perusahaan untuk menghadirkan layanan yang lebih baik. Integrasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kualitas jaringan dan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan. Manajemen menilai hasil awalnya mulai terlihat pada efisiensi operasional dan peningkatan layanan digital.
Integrasi Jaringan XLSmart
XLSmart menempatkan integrasi jaringan sebagai prioritas utama setelah merger rampung. Perseroan menilai penyatuan infrastruktur menjadi syarat penting untuk menjaga stabilitas layanan di tengah persaingan industri telekomunikasi. Hingga akhir 2025, sekitar 70 persen site jaringan berhasil diintegrasikan. Capaian itu dinilai melampaui jadwal awal yang telah disusun manajemen.
Rajeev Sethi menegaskan integrasi jaringan bukan sekadar langkah teknis, melainkan strategi bisnis jangka panjang. Dengan jaringan yang lebih terhubung, perusahaan berharap kualitas layanan menjadi lebih konsisten di berbagai wilayah. Pengalaman pelanggan juga diharapkan meningkat karena perpindahan layanan berlangsung lebih mulus. Dalam pandangan manajemen, integrasi menjadi pondasi utama untuk pertumbuhan setelah merger.
Perusahaan menyebut proses integrasi memberi dampak langsung pada efisiensi operasional. Optimalisasi jaringan dilakukan agar penggunaan infrastruktur menjadi lebih efektif dan tidak tumpang tindih. Langkah ini juga membantu perusahaan menekan biaya sekaligus menjaga performa layanan. Hasilnya, kualitas layanan digital pelanggan mulai menunjukkan perbaikan.
Sinergi yang dibukukan XLSmart mencapai USD252 juta pada periode kuartal II hingga kuartal IV 2025. Angka tersebut mencerminkan manfaat awal dari penyatuan bisnis dan jaringan pascamerger. Manajemen menilai sinergi akan terus berkembang seiring integrasi berjalan lebih jauh. Kondisi ini memperkuat keyakinan perusahaan terhadap arah transformasi yang ditempuh.
Ekspansi Layanan 5G
Selain integrasi jaringan, XLSmart juga memperluas layanan 5G di berbagai kota di Indonesia. Saat ini, jaringan generasi kelima itu telah hadir di 43 kota. Perseroan menargetkan cakupan tersebut bertambah menjadi 88 kota hingga akhir tahun. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat layanan data dan konektivitas.
Perluasan 5G dipandang penting untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang kian meningkat. Trafik data yang terus tumbuh menuntut jaringan yang lebih cepat dan lebih stabil. Karena itu, investasi pada teknologi jaringan menjadi fokus perusahaan. XLSmart berharap layanan 5G dapat mendukung pengalaman digital yang lebih baik di kota-kota utama.
Manajemen menyebut pengembangan jaringan 5G akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar di masing-masing wilayah. Pendekatan itu dilakukan agar ekspansi tidak hanya mengejar jumlah kota, tetapi juga kualitas layanan. Perusahaan menilai pemerataan jaringan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing. Dengan demikian, manfaat teknologi dapat dirasakan lebih luas oleh pelanggan.
Sejalan dengan integrasi jaringan, perluasan 5G juga diposisikan sebagai mesin pertumbuhan baru. Kehadiran jaringan yang lebih modern diharapkan mendorong peningkatan penggunaan layanan digital. Perseroan melihat sinergi antara integrasi dan ekspansi teknologi sebagai kunci penguatan bisnis. Kombinasi keduanya dinilai penting untuk menjaga momentum pascamerger.
Kinerja Keuangan Menguat
Transformasi pascamerger ikut tercermin pada kinerja keuangan XLSmart sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp42,49 triliun, tumbuh 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan itu menunjukkan skala bisnis yang semakin besar setelah penggabungan usaha. Manajemen menilai pencapaian tersebut selaras dengan arah strategis perusahaan.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA yang dinormalisasi mencapai Rp20,14 triliun. Angka tersebut naik 13 persen secara tahunan dan menandakan perbaikan kinerja operasional. Peningkatan EBITDA menjadi sinyal bahwa efisiensi mulai memberikan hasil nyata. Perusahaan menilai struktur bisnis yang lebih kuat mendukung daya tahan kinerja ke depan.
Laba bersih yang dinormalisasi juga mengalami lonjakan signifikan menjadi Rp3 triliun. Kenaikan 63 persen secara tahunan menunjukkan kombinasi sinergi dan pertumbuhan pendapatan mulai terasa pada hasil akhir. Dalam industri telekomunikasi, pencapaian seperti ini mencerminkan keberhasilan menjaga keseimbangan antara investasi dan profitabilitas. XLSmart pun melihat ruang pertumbuhan masih terbuka lebar.
Manajemen mengaitkan penguatan kinerja keuangan dengan disiplin dalam menjalankan integrasi bisnis. Efisiensi operasional, optimalisasi jaringan, dan perluasan layanan menjadi tiga faktor utama yang saling mendukung. Dengan basis pelanggan yang besar, perusahaan memiliki peluang memperluas monetisasi layanan digital. Kondisi ini menjadi modal penting bagi XLSmart untuk mempertahankan pertumbuhan.
Basis Pelanggan dan Prospek
XLSmart kini melayani lebih dari 69 juta pelanggan di Indonesia. Jumlah tersebut menempatkan perseroan sebagai salah satu pemain besar di industri telekomunikasi nasional. Skala pelanggan yang luas memberi keuntungan dalam pengembangan layanan dan distribusi jaringan. Pada saat yang sama, basis pengguna menjadi aset penting dalam monetisasi layanan digital.
Merger antara XL Axiata dan Smartfren Telecom menciptakan entitas baru dengan kapasitas yang lebih besar. Konsolidasi ini memungkinkan perusahaan memperluas jangkauan sekaligus memperkuat efisiensi. Di tengah kebutuhan data yang terus meningkat, penggabungan tersebut dipandang memberi ruang kompetisi yang lebih kuat. Manajemen menilai sinergi antarbisnis akan terus menjadi sumber nilai baru.
Fokus perusahaan ke depan adalah menjaga kualitas layanan sambil mempercepat integrasi yang tersisa. Jika target jaringan dan ekspansi 5G tercapai, XLSmart berpeluang memperkuat posisinya di pasar. Investor juga akan mencermati bagaimana sinergi diterjemahkan menjadi pertumbuhan berkelanjutan. Dengan fondasi yang lebih solid, perseroan memasuki fase pascamerger dengan optimisme tinggi.
RUPST Tahun Buku 2025 menjadi momentum penting untuk menegaskan arah strategi perusahaan. Persetujuan pemegang saham memberi ruang bagi manajemen melanjutkan agenda integrasi dan penguatan layanan. XLSmart menempatkan kualitas jaringan, pengalaman pelanggan, dan pertumbuhan berkelanjutan sebagai tujuan utama. Dari sana, perusahaan berharap dapat menjaga momentum positif dalam beberapa tahun mendatang.
