XLSmart Agresif Incar Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Teknologi BRH 01 Juni 2026 10:25 WIB 2
XLSmart Agresif Incar Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menyatakan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital. Langkah ini sejalan dengan ambisi perusahaan untuk memperluas cakupan layanan 5G secara lebih merata di Indonesia.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan kedua spektrum tersebut dinilai sangat strategis untuk pengembangan jaringan generasi kelima. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan tetap optimistis proses lelang dapat berjalan lancar dan sesuai rencana.

Spektrum 5G Jadi Incaran

Merza menjelaskan bahwa XLSmart menaruh perhatian besar pada lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Menurut dia, kedua frekuensi itu penting untuk mempercepat pembangunan jaringan 5G nasional.

Ia menilai pemerintah sudah mengumumkan agenda lelang tersebut secara terbuka. Karena itu, perusahaan ingin memastikan partisipasinya berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan regulator.

Merza juga berharap proses lelang dapat berlangsung lebih sederhana dan lebih cepat. Menurutnya, peserta yang terlibat adalah tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai tidak perlu ada tahapan yang terlalu rumit seperti pada lelang sebelumnya. Hal itu diharapkan dapat menghemat waktu dan mempercepat implementasi jaringan baru.

Langkah Strategis Perluasan Jaringan

XLSmart menilai frekuensi 700 MHz memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan sinyal. Karakteristik pita ini dinilai cocok untuk menjangkau wilayah suburban hingga pedesaan.

Selain jangkauan luas, frekuensi tersebut juga memiliki kemampuan penetrasi jaringan yang lebih baik. Kondisi itu membuat layanan data dapat diterima lebih stabil di area yang selama ini belum optimal.

Sementara itu, pita 2,6 GHz dianggap ideal untuk kapasitas besar di kawasan perkotaan. Spektrum ini dibutuhkan untuk mendukung trafik data yang terus meningkat di kota-kota besar.

Gabungan dua frekuensi itu dinilai dapat mempercepat pemerataan layanan 5G di berbagai wilayah. Karena itu, perusahaan melihat lelang ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat kualitas jaringan.

Kerugian Dinilai Sementara

Di sisi keuangan, Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara.

Menurut Antony, kerugian itu muncul akibat biaya integrasi jaringan pascamerger. Selain itu, perusahaan juga menanggung percepatan depresiasi perangkat lama.

Ia menjelaskan, percepatan depresiasi dilakukan terhadap sejumlah perangkat jaringan lama milik XL sebelum merger dengan Smartfren. Perangkat tersebut kini tidak lagi digunakan dalam operasi perusahaan.

Meski demikian, Antony memastikan kondisi itu tidak mengurangi komitmen perusahaan untuk mengikuti lelang frekuensi strategis. XLSmart tetap memandang ekspansi jaringan sebagai prioritas utama.

Pendanaan Dari Kas Operasional

Antony menegaskan perusahaan akan tetap ikut dalam proses lelang yang disiapkan Komdigi. Untuk mendukung langkah tersebut, XLSmart menyiapkan pendanaan dari kas operasional.

Ia menyebut strategi pendanaan itu dipilih agar perusahaan tetap leluasa menjaga ritme bisnis. Dengan demikian, rencana ekspansi jaringan tidak mengganggu stabilitas keuangan secara keseluruhan.

XLSmart menilai lelang spektrum ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pemerataan 5G. Perusahaan melihat kebutuhan jaringan yang lebih luas sudah semakin mendesak di tengah pertumbuhan konsumsi data.

Jika proses lelang berjalan lancar, implementasi jaringan 5G diharapkan bisa segera dinikmati masyarakat pada tahun ini. Bagi XLSmart, frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi kunci untuk mencapai target tersebut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!