XLSmart Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Teknologi Moh. Royhan Nahado 25 Mei 2026 15:14 WIB 3
XLSmart Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menyatakan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital. Langkah ini ditempuh untuk mempercepat perluasan layanan 5G yang lebih merata di berbagai wilayah Indonesia.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menilai kedua pita frekuensi itu sangat strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan tetap optimistis mengejar peluang tersebut agar implementasi 5G bisa lebih cepat dirasakan masyarakat.

Fokus pada frekuensi strategis

Merza mengatakan pemerintah telah mengumumkan lelang untuk spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Menurut dia, XLSmart ingin memperoleh kedua spektrum itu karena dinilai penting bagi penguatan jaringan.

Ia menyampaikan harapan agar proses lelang berjalan lancar sesuai rencana. Pernyataan itu disampaikan di kantor XLSmart, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Perusahaan menilai dua frekuensi tersebut memiliki peran berbeda namun saling melengkapi. Keduanya dibutuhkan untuk menopang perluasan jaringan 5G secara nasional.

Dengan dukungan spektrum baru, operator berharap kualitas layanan dapat meningkat. Pada saat yang sama, kapasitas jaringan juga dapat disiapkan untuk kebutuhan trafik data yang terus naik.

Harapan proses lebih sederhana

Merza mengharapkan lelang berlangsung lebih sederhana dan lebih cepat. Menurut dia, peserta yang terlibat hanya tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah.

Ia menilai kondisi itu seharusnya membuat proses administrasi tidak terlalu rumit. Karena itu, lelang diharapkan bisa diselesaikan tanpa banyak tahapan tambahan.

XLSmart memandang percepatan proses sangat penting bagi agenda perluasan 5G. Jika lelang berjalan cepat, implementasi jaringan dapat segera dirasakan masyarakat pada tahun ini.

Perusahaan juga menilai kejelasan jadwal akan membantu operator menyiapkan investasi jaringan. Kepastian tersebut dianggap penting agar pembangunan infrastruktur tidak tertunda lebih lama.

Peran 700 MHz dan 2,6 GHz

Frekuensi 700 MHz dikenal ideal untuk memperluas jangkauan sinyal. Karakteristiknya yang mampu menembus area lebih luas membuat pita ini cocok untuk suburban dan pedesaan.

Adapun spektrum 2,6 GHz dinilai lebih unggul untuk menghadirkan kapasitas besar. Pita ini dibutuhkan di wilayah perkotaan yang memiliki trafik data tinggi.

Kombinasi keduanya dipandang bisa mempercepat pemerataan jaringan 5G nasional. Dengan demikian, kualitas koneksi di daerah padat maupun terpencil dapat ditingkatkan.

XLSmart menilai ketersediaan spektrum memadai akan menjadi fondasi ekspansi layanan. Tanpa dukungan frekuensi yang tepat, pengembangan jaringan berisiko berjalan lebih lambat.

Kondisi keuangan dan strategi

Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi itu bersifat sementara.

Kerugian tersebut muncul akibat biaya integrasi jaringan pasca merger dan percepatan depresiasi perangkat lama. Menurut Antony, beban itu bersifat satu kali atau one time.

Ia menjelaskan percepatan depresiasi dilakukan terhadap sejumlah perangkat jaringan lama milik XL. Perangkat itu tidak lagi digunakan setelah merger dengan Smartfren.

Meski mencatat rugi, XLSmart tetap optimistis mengikuti lelang frekuensi strategis tersebut. Antony menyebut pendanaan akan berasal dari kas operasional perusahaan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!