XLSmart Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Teknologi BRH 24 Mei 2026 02:22 WIB 5
XLSmart Agresif Ikuti Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

XLSmart menyatakan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan digelar Kementerian Komunikasi dan Digital. Langkah ini ditempuh untuk mempercepat perluasan layanan 5G secara lebih merata di seluruh Indonesia. Perusahaan menilai kedua pita tersebut memiliki nilai strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, XLSmart tetap menempatkan ekspansi infrastruktur sebagai prioritas utama.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menyampaikan bahwa perusahaan ingin memperoleh kedua spektrum itu melalui proses lelang yang berjalan lancar. Pernyataan itu disampaikan di kantor XLSmart, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. Ia berharap mekanisme lelang dapat dibuat lebih sederhana dan cepat. Menurutnya, percepatan proses akan membantu masyarakat segera menikmati manfaat jaringan 5G.

XLSmart incar frekuensi strategis

Merza Fachys menegaskan bahwa 700 MHz dan 2,6 GHz merupakan frekuensi strategis bagi penguatan jaringan perusahaan. Ia mengatakan, kedua pita tersebut sangat penting untuk mendukung ekspansi layanan 5G di Indonesia. XLSmart menilai peluang untuk mengikuti lelang ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Perusahaan ingin memastikan kapabilitas jaringan dapat berkembang seiring kebutuhan pelanggan yang terus meningkat.

Menurut Merza, lelang frekuensi seharusnya dapat berjalan lebih sederhana karena pesertanya merupakan tiga operator seluler besar. Ia menilai pemerintah sudah mengenal para peserta dengan baik, sehingga tidak diperlukan banyak penyesuaian yang rumit. Pandangan itu disampaikan agar proses pengadaan spektrum tidak berlarut-larut. Dengan demikian, implementasi jaringan baru dapat segera dimulai setelah hasil lelang ditetapkan.

XLSmart juga melihat lelang ini sebagai momentum penting untuk memperkuat daya saing industri telekomunikasi. Persaingan layanan data yang semakin ketat menuntut operator memiliki spektrum yang lebih memadai. Dalam konteks itu, kepemilikan frekuensi baru akan menjadi modal penting untuk menjaga kualitas layanan. Perusahaan ingin berada dalam posisi yang siap menghadapi lonjakan kebutuhan trafik data di masa mendatang.

700 MHz dan 2,6 GHz

Frekuensi 700 MHz dikenal ideal untuk memperluas jangkauan sinyal ke wilayah suburban dan pedesaan. Karakteristiknya memungkinkan penetrasi jaringan yang lebih baik dibandingkan pita frekuensi yang lebih tinggi. Kondisi tersebut membuat frekuensi ini dianggap cocok untuk pemerataan konektivitas nasional. Bagi operator, pita ini penting untuk memastikan layanan dasar tetap kuat di area dengan sebaran penduduk yang luas.

Sementara itu, pita 2,6 GHz dinilai mampu menghadirkan kapasitas besar untuk wilayah perkotaan. Spektrum ini cocok untuk mendukung trafik data tinggi, terutama di area dengan kepadatan pengguna yang besar. Kebutuhan terhadap kapasitas jaringan yang tinggi terus meningkat seiring perubahan pola konsumsi digital. Oleh karena itu, kombinasi dua frekuensi ini dinilai saling melengkapi dalam pengembangan 5G.

Merza menyebut percepatan lelang menjadi penting agar implementasi 5G dapat segera dirasakan masyarakat pada tahun ini. Ia menilai pemerataan jaringan tidak akan tercapai jika proses pengadaan spektrum berlangsung terlalu lama. Dengan ketersediaan frekuensi yang tepat, operator dapat lebih cepat melakukan perluasan layanan. Situasi ini diharapkan memberi dorongan bagi transformasi digital di berbagai daerah.

Kerugian bersifat sementara

Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, Antony Susilo, mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara dan tidak mencerminkan arah jangka panjang perusahaan. Kerugian itu terutama dipicu biaya integrasi jaringan pascamerger. Selain itu, ada beban dari percepatan depresiasi perangkat lama yang masih tercatat dalam pembukuan.

Antony menjelaskan bahwa depresiasi dipercepat dilakukan terhadap sejumlah perangkat jaringan lama milik XL sebelum merger dengan Smartfren. Perangkat tersebut kini sudah tidak lagi digunakan dalam operasional yang baru. Langkah ini membuat beban akuntansi terlihat lebih besar dalam periode tertentu. Meski demikian, ia menyebut hal itu merupakan bagian dari penyesuaian yang wajar setelah konsolidasi bisnis.

Ia menambahkan bahwa kondisi keuangan tersebut tidak mengurangi keyakinan perusahaan untuk mengikuti lelang spektrum. Pendanaan untuk partisipasi lelang akan diambil dari kas operasional perusahaan. Menurutnya, kesiapan finansial tetap dijaga agar ekspansi jaringan tidak terganggu. XLSmart pun menegaskan optimisme untuk terus tumbuh melalui penguatan infrastruktur telekomunikasi.

Strategi 5G XLSmart

XLSmart menempatkan pengembangan 5G sebagai bagian penting dari strategi bisnis ke depan. Perusahaan melihat jaringan generasi kelima sebagai fondasi bagi peningkatan kualitas layanan digital. Dengan frekuensi yang memadai, operator dapat memperluas cakupan sekaligus meningkatkan kapasitas jaringan. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan industri telekomunikasi.

Upaya mengikuti lelang frekuensi menjadi sinyal bahwa perusahaan siap berinvestasi pada aset strategis. Di saat banyak pelaku usaha menahan ekspansi akibat tekanan ekonomi, XLSmart justru mendorong penguatan jaringan. Strategi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur digital tetap menjadi prioritas. Perusahaan menilai investasi pada spektrum akan memberi manfaat jangka panjang bagi pelanggan dan bisnis.

Keberhasilan lelang nantinya akan menentukan seberapa cepat perluasan layanan dapat dilakukan. Jika memperoleh frekuensi yang diincar, XLSmart berpeluang mempercepat pemerataan jaringan di berbagai wilayah. Masyarakat pun dapat menikmati layanan data yang lebih stabil dan luas jangkauannya. Dalam pandangan perusahaan, hasil lelang ini akan menjadi penentu penting bagi arah perkembangan 5G nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!