Wanita Prancis Bangun dari Koma, Mengira Jadi Ibu Tiga Anak

Lifestyle Anindya Kirana Putri 30 Mei 2026 23:27 WIB 2
Wanita Prancis Bangun dari Koma, Mengira Jadi Ibu Tiga Anak

Seorang remaja asal Lyon, Prancis, bernama Clelia Verdier mengalami pengalaman yang sulit dipercaya setelah terbangun dari koma pada 2025. Saat sadar, ia justru menanyakan keberadaan tiga anak perempuannya, padahal ia belum pernah menikah maupun melahirkan.

Selama tiga minggu koma usai percobaan bunuh diri dengan meminum obat pada Juni 2025, Clelia mengaku menjalani kehidupan sebagai ibu di dalam mimpi. Pengalaman itu terasa nyata, lengkap dengan kelahiran, perawatan anak, hingga kesedihan yang mendalam.

Mimpi Koma yang Nyata

Clelia Verdier menceritakan bahwa ia membuka mata di rumah sakit dengan perasaan bingung, lalu langsung mencari ketiga putrinya. Ia sama sekali tidak membahas kecelakaan, rasa sakit, atau dirinya sendiri.

Remaja berusia 19 tahun itu mengira telah menikah dan membesarkan keluarga selama tujuh tahun. Dalam ingatannya, kehidupan tersebut berlangsung utuh, detail, dan penuh emosi.

Keluarga yang diyakininya nyata ternyata hanya hadir di alam bawah sadar. Dokter memastikan bahwa ia tidak pernah hamil dan seluruh masa kehamilan yang diingatnya tidak pernah terjadi.

Meski begitu, Clelia sempat sulit menerima penjelasan medis tersebut. Ia mengaku bisa mengingat setiap kejadian dengan sangat jelas, seolah semua benar-benar dialaminya.

Dampak Emosional Mimpi Koma

Dalam mimpinya, Clelia merasakan stres saat melahirkan dan mengalami rasa sakit yang sangat kuat. Ia bahkan mengingat kelahiran bayi kembar tiga yang diberi nama Mila, Miles, dan Mailee.

Mailee, menurut ingatannya, meninggal tak lama setelah lahir. Peristiwa itu meninggalkan rasa sedih dan bersalah yang terus ia bawa dalam mimpi tersebut.

Clelia juga mengingat momen kontak kulit ke kulit pertama dengan bayi-bayinya. Baginya, pengalaman itu terasa luar biasa dan penuh gelombang cinta.

Selain kelahiran, ia merasa menjalani rutinitas sebagai ibu, mulai dari jalan-jalan, makan bersama, hingga membacakan cerita sebelum tidur. Karena itu, ketika sadar, ia merasa sangat kehilangan.

Penjelasan Medis Mimpi Koma

Staf medis di rumah sakit terkejut mendengar cerita Clelia karena ia merinci pengalaman yang tidak pernah benar-benar terjadi. Mereka menegaskan bahwa ia belum pernah hamil, apalagi menjalani kehidupan sebagai seorang ibu.

Menurut ahli neurologi, mimpi saat koma bukanlah hal yang jarang terjadi. Kondisi ini lebih sering muncul pada pasien dengan cedera otak traumatis atau gangguan kesadaran berat.

Pasien dalam keadaan koma tidak selalu berada dalam kegelapan total atau tidur tanpa mimpi. Banyak yang justru melaporkan pengalaman mimpi yang sangat jelas dan terasa nyata.

Ada pula pasien yang bangun tanpa mengingat apa pun. Perbedaan pengalaman tersebut menunjukkan bahwa respons otak saat koma dapat sangat beragam.

Pelajaran dari Kasus Clelia

Kisah Clelia Verdier kembali mengingatkan publik pada cerita-cerita fiksi yang kerap menampilkan pengalaman serupa. Perbandingan itu muncul karena detail mimpinya dianggap sangat hidup dan emosional.

Namun, kasus ini juga menyoroti sisi lain dari pemulihan pascakoma yang sering luput diperhatikan. Rasa kehilangan, kebingungan, dan keterputusan emosional bisa muncul meski peristiwa yang diingat hanya terjadi di mimpi.

Clelia sendiri mengaku masih merindukan putri-putrinya hingga kini, meski ia sadar mereka tidak pernah ada. Baginya, pengalaman itu tetap menjadi bagian dari realitas batin yang sulit dihapus.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa mimpi, terutama saat koma, dapat meninggalkan jejak psikologis yang kuat. Dalam banyak kasus, pemulihan fisik belum tentu diikuti pemulihan emosi yang langsung pulih sepenuhnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!