Wanita di Xiamen Viral Tak Bisa Mendengar Suara Pria

Lifestyle Anindya Kirana Putri 02 Juni 2026 12:25 WIB 2
Wanita di Xiamen Viral Tak Bisa Mendengar Suara Pria

Seorang wanita di Xiamen, China, mendadak viral setelah mengaku tidak bisa mendengar suara pacarnya usai bangun tidur. Awalnya, kejadian itu disangka sebagai masalah hubungan, tetapi pemeriksaan dokter menunjukkan penyebab medis yang langka. Kondisi tersebut dikenal sebagai reverse slope hearing loss.

Kasus ini menarik perhatian karena penderita tetap dapat mendengar suara bernada tinggi, namun kesulitan menangkap suara rendah, termasuk suara pria. Menurut penjelasan medis, gangguan ini berkaitan dengan pola pendengaran yang berbeda dari kebanyakan kasus ketulian. Karena itu, suara kekasih wanita tersebut seolah menghilang, padahal masalahnya ada pada frekuensi bunyi yang tidak tertangkap telinga.

Reverse Slope Hearing Loss

Reverse slope hearing loss adalah gangguan pendengaran yang terutama memengaruhi frekuensi rendah. Pada kondisi ini, suara bernada tinggi masih terdengar cukup jelas oleh penderita. Sebaliknya, suara dengan nada lebih rendah justru sulit ditangkap.

Istilah tersebut berasal dari bentuk audiogram, yaitu hasil tes pendengaran yang menunjukkan pola gangguan. Pada gangguan pendengaran yang umum, grafik biasanya turun di frekuensi tinggi. Namun pada kondisi ini, grafik justru menunjukkan kebalikan dari pola tersebut.

Karena karakteristik itu, suara pria kerap terdengar samar bagi penderita. Meski begitu, kondisi ini tidak terbatas pada gender tertentu. Wanita dengan suara lebih berat juga dapat terdengar kurang jelas.

Gejala Yang Sering Terlewat

Gejala reverse slope hearing loss sering tidak disadari sejak awal. Banyak orang baru menyadari adanya masalah ketika suara rendah mulai menghilang. Hal ini membuat kondisi tersebut kerap terlambat diperiksa.

Penderita umumnya masih bisa mendengar suara perempuan atau bunyi bernada tinggi dengan normal. Sebaliknya, suara seperti gemuruh petir dari kejauhan atau dentuman bass bisa terdengar lemah. Perbedaan ini sering membuat gangguan tampak tidak konsisten.

Dalam kasus Chen, ia tetap bisa mendengar lingkungan sekitar, tetapi suara pacarnya tidak terdengar jelas. Situasi itu sempat membuatnya mengira ada persoalan komunikasi di antara mereka. Setelah diperiksa, ternyata penyebabnya adalah gangguan pendengaran.

Penyebab Medis Yang Mungkin

Dokter menjelaskan bahwa reverse slope hearing loss dapat dipicu oleh sejumlah kondisi medis. Beberapa di antaranya adalah penyakit Meniere dan infeksi virus. Gagal ginjal juga disebut sebagai salah satu faktor risiko.

Selain itu, perubahan tekanan di sekitar otak dapat memengaruhi pendengaran pada beberapa pasien. Faktor pemicu ini membuat diagnosis harus dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan telinga dan tes audiogram menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi pasien.

Pada sebagian kasus, gangguan ini dapat bersifat permanen. Jika demikian, alat bantu dengar dapat membantu meningkatkan kualitas pendengaran. Penanganan lebih cepat akan memberi peluang perbaikan yang lebih baik.

Dampak Pada Kehidupan Sehari-hari

Gangguan ini tidak hanya memengaruhi percakapan, tetapi juga aktivitas harian yang melibatkan bunyi rendah. Penderita bisa kesulitan memahami lawan bicara dengan intonasi tertentu. Dalam situasi ramai, hambatan itu dapat terasa semakin berat.

Meski sering dikaitkan dengan suara pria, dokter menegaskan bahwa kondisi ini bukan persoalan gender. Yang berpengaruh adalah karakter frekuensi suara, bukan identitas pembicaranya. Karena itu, orang dengan nada bicara lebih tinggi masih dapat terdengar cukup jelas.

Kisah Chen menjadi pengingat bahwa gangguan pendengaran tidak selalu tampak seperti tuli total. Pemeriksaan medis diperlukan ketika seseorang merasa ada perubahan mendadak pada kemampuan mendengar. Dengan diagnosis yang tepat, penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!